
KABARJAWA – Ratusan ribu kendaraan menyesaki Kota Yogyakarta sejak Jumat (4/7) hingga Sabtu (5/7). Kota pelajar ini nyaris lumpuh karena padatnya arus kendaraan yang melintas di berbagai titik utama. Polisi mencatat jumlah kendaraan menembus angka fantastis.
Kasat Lantas Polresta Yogyakarta, AKP Alvian Hidayat, mengungkapkan pihaknya mendata sebanyak 188.156 kendaraan memadati Kota Yogyakarta dalam dua hari terakhir.
Angka tersebut berdasarkan hasil pantauan hingga Sabtu pukul 14.00 WIB. Alvian menegaskan kepadatan lalu lintas benar-benar menguji kesabaran para pengendara.
“Sebanyak 188.156 kendaraan memadati Kota Jogja. Data ini berdasarkan pantauan hingga pukul 14.00 WIB siang ini,” tegas Alvian.
Alvian menjelaskan pihaknya melihat Jokteng Wetan menjadi titik terpadat kendaraan jika dilihat pada dua hari ini. Pada Jumat (4/7), sebanyak 74.854 kendaraan melintas di kawasan tersebut. Kemudian, Sabtu (5/7) hingga pukul 14.00 WIB, sebanyak 43.316 kendaraan tercatat melintas.
“Berdasarkan angka, Jokteng Wetan menjadi titik terpadat kendaraan. Pada Jumat, sebanyak 74.854 kendaraan melintas. Sementara hari ini, hingga pukul 14.00 WIB sebanyak 43.316 kendaraan melintas. Kalau sesuai data itu, Jokteng Wetan sama Kolonel Sugiono menjadi titik padat secara angka,” imbuhnya.
Meski begitu, Alvian menyebut kawasan Gumaton yang meliputi Tugu, Malioboro, dan Keraton tetap menjadi titik terpadat berdasarkan volume kendaraan.
Pemandangan kendaraan yang merayap pelan menghiasi seluruh sudut kota, mulai dari ringroad hingga pusat wisata belanja dan budaya.
Di sisi lain, Kasubdit Kamsel Dirlantas Polda DIY, AKBP Widya Mustikaningrum, menyampaikan hasil traffic counting kendaraan yang melintasi batas provinsi DIY pada Sabtu (5/7). Data menunjukkan jumlah kendaraan yang masuk DIY mencapai 144.423 kendaraan.
“Jumlah kendaraan yang keluar DIY tercatat 151.409 kendaraan,” ujar dia.
Widya menegaskan data tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat menjelang libur akhir pekan. Petugas lalu lintas pun terus bersiaga di titik-titik krusial untuk mengurai kemacetan.
Hingga Sabtu sore, warga, wisatawan, dan pemudik masih memadati ruas jalan utama DIY. Suara klakson bersahut-sahutan di tengah lautan kendaraan yang berjalan merayap.
Polisi memantau langsung pergerakan arus kendaraan melalui CCTV dan patroli motor bersirene. Petugas menyebut puncak kepadatan kemungkinan masih akan terjadi hingga Minggu besok.
Mereka mengimbau pengendara untuk tetap bersabar, mematuhi rambu, serta mengutamakan keselamatan selama melintas di jalanan Yogyakarta yang semakin sempit oleh padatnya kendaraan. (ef linangkung)