Puluhan Ternak Mati di Gunungkidul, Pemkab Perangi Praktik Brandu demi Cegah Ancaman Antraks

Bagikan :
Pemkab Gunungkidul memperketat pengawasan praktik brandu setelah 53 laporan ternak mati sepanjang 2026. (KJ)

KabarJawa.com – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memperkuat pengawasan praktik brandu di tengah meningkatnya laporan kematian ternak sepanjang 2026.

Langkah itu dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular, termasuk ancaman antraks yang sebelumnya pernah muncul di sejumlah wilayah Gunungkidul.

Hingga awal Mei 2026, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul menerima 53 laporan ternak mati dari masyarakat. Laporan tersebut terdiri atas 41 ekor sapi dan 12 ekor kambing.

Kabar kematian ternak itu menyebar cepat di sejumlah wilayah pedesaan. Di beberapa kandang warga, peternak mulai khawatir ketika hewan ternak mendadak sakit lalu mati dalam waktu singkat.

Bagi sebagian warga, sapi bukan sekadar ternak. Hewan itu menjadi tabungan keluarga, biaya sekolah anak, hingga cadangan ekonomi saat kondisi mendesak.

Pemkab Gunungkidul Soroti Praktik Brandu

Praktik brandu atau menyembelih ternak yang mati mendadak untuk dijual kembali menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Aktivitas tersebut dinilai berisiko karena masyarakat sulit memastikan penyebab kematian hewan. Jika ternak mati akibat penyakit menular, daging yang beredar dapat membahayakan kesehatan warga.

Baca juga  Sleman City Hall Hadirkan Program “Celebrate The Light” untuk Sambut Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

Di sejumlah wilayah pedesaan, praktik ini masih ditemukan karena faktor ekonomi. Harga sapi yang tinggi membuat sebagian peternak memilih menjual daging ternak mati daripada membuang bangkainya.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi, mengatakan pemerintah kini terus mendorong masyarakat untuk melaporkan setiap kasus ternak mati melalui sistem digital.

“Pelaporan ini menjadi bagian untuk mendapatkan kompensasi ternak yang mati karena penyakit. Dari 53 laporan itu terdiri atas 12 ekor kambing dan 41 sapi,” kata Rismiyadi, Jumat (8/5/2026).

Laporan Digital Meningkat, Kesadaran Warga Mulai Berubah

Pemkab Gunungkidul menilai meningkatnya laporan ternak mati justru menjadi tanda positif.

Pemerintah melihat kesadaran masyarakat untuk melapor kini mulai tumbuh dibanding beberapa tahun sebelumnya ketika kasus kematian ternak sering ditutupi.

Peternak saat ini memanfaatkan aplikasi Lapor Dok untuk menyampaikan laporan kematian ternak secara cepat. Sistem tersebut dibuat agar petugas kesehatan hewan bisa segera turun ke lapangan melakukan pemeriksaan.

Di lapangan, petugas biasanya langsung mengecek kondisi kandang, memeriksa gejala penyakit, hingga memastikan proses penanganan bangkai ternak dilakukan secara aman.

Baca juga  Kemarau Panjang 2026 di Bantul Diprediksi Lebih Intens, Sejumlah Wilayah Rawan Kekeringan

Beberapa warga mengaku kini lebih memilih melapor dibanding menjual daging ternak yang mati mendadak. Selain khawatir soal penyakit, peternak juga mulai memahami adanya program kompensasi dari pemerintah.

Kompensasi Rp84,5 Juta Disalurkan ke Peternak

Program kompensasi menjadi salah satu strategi utama Pemkab Gunungkidul untuk menekan praktik brandu.

Melalui skema tersebut, peternak yang melaporkan ternak mati akibat penyakit bisa memperoleh bantuan pengganti sehingga tidak terdorong menjual daging berisiko.

Sepanjang 2026, pemerintah telah menyalurkan kompensasi kepada 22 peternak dengan total nilai mencapai Rp84,5 juta.

Jumlah tersebut bahkan mulai mendekati realisasi bantuan sepanjang 2025 yang diberikan kepada 37 peternak.

“Untuk tahun ini kompensasi ternak sudah diberikan kepada 22 peternak di Gunungkidul dengan nominal Rp84,5 juta,” ujar Rismiyadi.

Ancaman Antraks Jadi Perhatian Serius

Langkah pengawasan diperketat karena Gunungkidul pernah menghadapi kasus antraks yang memicu keresahan masyarakat.

Penyakit zoonosis itu dapat menular dari hewan ke manusia melalui kontak langsung maupun konsumsi daging yang terkontaminasi.

Karena itu, pemerintah terus menggencarkan edukasi kepada warga desa terkait bahaya penyakit hewan menular dan cara penanganan ternak mati yang benar.

Baca juga  Angka Kematian Bayi Turun Drastis, Wali Kota Yogyakarta Ingatkan Warga Jangan Lengah

Penyuluhan dilakukan langsung di kelompok peternak hingga melalui kanal digital pemerintah daerah.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid