Kemarau Panjang 2026 di Bantul Diprediksi Lebih Intens, Sejumlah Wilayah Rawan Kekeringan

Bagikan :
Ilustrasi | Sejumlah wilayah di Bantul dipetakan rawan kekeringan akibat kemarau panjang 2026. (AI // Kabar Jawa)

KabarJawa.com — Potensi kemarau panjang pada 2026 diperkirakan akan berdampak signifikan di Kabupaten Bantul.

Badan penanggulangan bencana memproyeksikan musim kering tahun ini berlangsung lebih intens dibandingkan tahun sebelumnya, seiring pengaruh fenomena El Niño yang diprediksi aktif sejak pertengahan April hingga Oktober.

Sejumlah wilayah telah masuk dalam kategori rawan kekeringan. Di antaranya Piyungan, Dlingo, Pleret, Imogiri, Pundong, dan Srandakan.

Wilayah tersebut selama ini mengalami penurunan debit air saat musim kemarau, termasuk sumur warga yang mengering dan terbatasnya ketersediaan air bersih.

Kepala BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, menyatakan bahwa potensi kekeringan di wilayah tersebut merupakan pola yang berulang berdasarkan data historis.

“Wilayah-wilayah tersebut memang setiap tahun berpotensi kekeringan, berdasarkan data yang kami miliki sejak beberapa tahun terakhir. Khususnya Piyungan, Dlingo, Pleret, Imogiri, Pundong, hingga Srandakan,” ujarnya pada Minggu (19/4/2026).

Menurutnya, kondisi tahun ini berpotensi lebih berat karena dampak El Niño tidak hanya memperpanjang musim kemarau, tetapi juga meningkatkan tingkat keparahan kekeringan.

Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga September.

Baca juga  Titiek Soeharto Perkuat Pertanian Gunungkidul, Salurkan Bantuan Bibit Empon-Empon hingga Traktor dan Ambulans

“Mungkin puncaknya Juli hingga September,” katanya.

Pemerintah daerah mulai menyiapkan langkah mitigasi.

BPBD Bantul menyusun surat edaran bupati yang ditujukan kepada panewu, lurah, dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan wilayah.

Koordinasi lintas sektor juga dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk OPD, BAZNAS, PMI, dan PDAM, guna memastikan kesiapan penanganan apabila kekeringan berlangsung berkepanjangan.

“Koordinasi sudah kami lakukan sejak awal, termasuk dengan BPBD DIY, agar penanganan bisa lebih maksimal,” kata Mujahid.

Selain itu, BPBD Bantul menggelar kegiatan sarasehan pada 15 April 2026 untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait potensi dampak kemarau panjang dan langkah pengurangan risiko, seperti penghematan air dan pemanfaatan sumber air alternatif.

Dalam aspek operasional, BPBD Bantul menyiapkan posko siaga yang dilengkapi peralatan, personel, dan anggaran untuk distribusi air bersih.

Pemerintah daerah menyatakan bahwa efisiensi anggaran tidak memengaruhi kesiapan penanganan kekeringan.

“Posko siaga lengkap dengan dukungan peralatan, sumber daya manusia, serta anggaran penanganan. Perlu ditegaskan efisiensi anggaran tidak berpengaruh untuk menghadapi kekeringan,” ujarnya.

Baca juga  7 Wedang Tradisional yang Masih Bertahan di Kota Yogyakarta

Pemerintah juga telah mengalokasikan anggaran khusus untuk dropping air bersih serta membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak apabila kondisi kekeringan berlangsung lebih lama.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya