
KabarJawa.com – Program Studi Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Atma Jaya Yogyakarta menggelar pelatihan otomatisasi penyusunan laporan keuangan EMKM berbasis Microsoft Excel bagi guru MGMP Ekonomi DIY pada Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Seminar Kampus III Gedung St. Bonaventura UAJY itu diikuti 55 guru ekonomi dari berbagai sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai upaya meningkatkan kemampuan penyusunan laporan keuangan yang sistematis dan terintegrasi dengan teknologi.
Pelatihan bertajuk “Pelatihan Otomatisasi Penyusunan Laporan Keuangan EMKM Berbasis Microsoft Excel bagi MGMP Ekonomi DIY” tersebut menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat yang diselenggarakan Departemen Akuntansi FBE UAJY. Fokus utama kegiatan adalah memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pencatatan hingga penyusunan laporan keuangan bagi Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (EMKM).
Pelatihan Difokuskan pada Penguatan Kompetensi Guru Ekonomi
Sebanyak 55 peserta yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi DIY mengikuti pelatihan ini untuk memperdalam pemahaman mengenai penerapan teknologi dalam bidang akuntansi. Melalui penggunaan Microsoft Excel, peserta diberikan pembekalan mengenai penyusunan laporan keuangan yang lebih praktis, terstruktur, dan mudah diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.
Ketua MGMP Ekonomi DIY, Pratiwi Sutarni, menyampaikan bahwa pelatihan tersebut memberikan manfaat nyata bagi para guru ekonomi yang selama ini banyak berhubungan dengan tugas administrasi dan pengelolaan keuangan.
“Guru ekonomi itu selalu diberikan tugas dalam bidang keuangan dan itu selalu kita gunakan. Nanti mungkin ada ilmu-ilmu yang baru yang bisa kita akses secara cepat dan nanti juga bermanfaat untuk kita semua,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam proses akuntansi menjadi kebutuhan penting yang harus dipahami para guru agar dapat menunjang efektivitas pekerjaan sekaligus mendukung proses pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman.
UAJY Dorong Pengenalan Teknologi Akuntansi Sejak SMA
Ketua Program Studi Akuntansi UAJY, Pratiwi Budiharta, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan teknologi akuntansi kepada guru SMA. Dengan demikian, para guru nantinya dapat meneruskan pengetahuan tersebut kepada siswa di sekolah.
Ia menilai pemahaman teknologi dalam bidang akuntansi perlu dikenalkan sejak tingkat pendidikan menengah agar siswa memiliki kesiapan lebih baik ketika melanjutkan studi ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja.
“Maka maksud dari acara siang hari ini adalah sebagai persiapan untuk mengenal tentang akuntansi dan teknologi itu tidak hanya waktu menjadi mahasiswa, tetapi sudah dimulai sejak ada di SMA. Maka kami menyelenggarakan acara hari ini untuk para guru, supaya nanti para guru ekonomi dan guru akuntansi di SMA itu bisa memberikan bekal terkait dengan penggunaan teknologi untuk akuntansi,” jelasnya.
Selain sebagai sarana peningkatan kompetensi guru, kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen UAJY dalam mendukung penguatan kualitas pendidikan, khususnya di bidang ekonomi dan akuntansi. UAJY berharap guru dapat menjadi penghubung utama dalam mengenalkan praktik akuntansi modern kepada peserta didik.
Guru Nilai Pelatihan Membantu Penerapan Akuntansi Digital
Salah satu peserta pelatihan, Dwi Subekti, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan tidak hanya memperkuat pemahaman teori akuntansi, tetapi juga memberikan pengalaman praktik penggunaan teknologi dalam penyusunan jurnal dan laporan keuangan.
Menurut Dwi, pendekatan pembelajaran berbasis teknologi seperti ini penting diterapkan di sekolah karena dunia pendidikan saat ini semakin dekat dengan transformasi digital. Kemampuan guru dalam mengoperasikan perangkat dan aplikasi pendukung akuntansi dinilai akan membantu siswa memahami praktik kerja yang sesungguhnya.
Pelatihan tersebut sekaligus menjadi ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan guru sekolah menengah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran ekonomi dan akuntansi di DIY. Dengan adanya pelatihan berbasis teknologi, para guru diharapkan mampu mengadaptasi metode pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia industri dan perkembangan digital saat ini.