
KabarJawa.com – Tiga mahasiswa Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) berhasil mengharumkan nama kampus setelah meraih Juara III pada kategori Business Plan Competition dalam ajang Sustainova Fest 2026. Prestasi tersebut diraih melalui inovasi pembalut ramah lingkungan bernama NaturiaPad yang menawarkan solusi terhadap persoalan limbah pembalut sekali pakai sekaligus memanfaatkan bahan baku lokal.
Tim yang mengusung nama Femora terdiri atas Didin Rolisteo Umbu Wulang dari Program Studi Akuntansi angkatan 2022, Rizki Dewi Asih dari Program Studi Ekonomi Pembangunan angkatan 2022, serta Eudrea Tabittha Br. Tarigan dari Program Studi Manajemen angkatan 2023. Ketiganya berhasil menembus babak Grand Final yang digelar di Universitas Mercu Buana, Jakarta Barat, pada Kamis, 18 Juni 2026, sebelum akhirnya membawa pulang penghargaan Juara III.
NaturiaPad Hadir sebagai Solusi Pembalut yang Lebih Ramah Lingkungan
Dalam kompetisi tersebut, Tim Femora memperkenalkan NaturiaPad, sebuah konsep pembalut yang dirancang untuk mengurangi dampak lingkungan dari penggunaan pembalut sekali pakai. Gagasan ini lahir dari perhatian tim terhadap dominasi material berbahan plastik pada produk pembalut yang beredar di pasaran dan sulit terurai setelah dibuang.
Melalui NaturiaPad, tim menghadirkan alternatif yang lebih berkelanjutan dengan memanfaatkan serat daun nanas sebagai material penyerap utama. Sementara itu, lapisan bioplastik yang digunakan berasal dari bahan dasar singkong sehingga lebih ramah terhadap lingkungan dibandingkan plastik konvensional.
Selain mengedepankan material yang lebih berkelanjutan, inovasi tersebut juga menawarkan fitur tambahan berupa sistem pembuangan yang terintegrasi langsung dengan produk. Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna membungkus pembalut bekas secara lebih praktis dan higienis sebelum dibuang.
“Dan juga kami mengintegrasikannya namanya itu ada Hygienic Disposal System. Supaya pembuangannya itu lebih higienis lagi,” ujar Eudrea.
Rizki Dewi Asih menambahkan bahwa konsep NaturiaPad tidak hanya berfokus pada aspek keberlanjutan lingkungan, tetapi juga berupaya meningkatkan nilai tambah bahan baku lokal melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia di Indonesia.
Persiapan Kompetisi Berjalan di Tengah Kesibukan Perkuliahan
Keberhasilan Tim Femora tidak diraih secara instan. Selama kurang lebih satu bulan, mereka harus membagi waktu antara menyusun proposal, mempersiapkan presentasi, hingga menjalani aktivitas akademik sebagai mahasiswa.
Berbagai tantangan muncul selama proses persiapan. Namun, seluruh anggota tim berusaha menjaga koordinasi agar setiap tahapan dapat diselesaikan sesuai target.
Didin Rolisteo Umbu Wulang menjelaskan bahwa keberhasilan tim dalam menghadapi tantangan tersebut didukung oleh kemampuan mengatur prioritas, menyusun jadwal kerja yang terstruktur, membangun komunikasi yang baik, serta menjaga komitmen untuk saling mendukung selama mengikuti kompetisi.
Pendekatan tersebut membuat seluruh anggota tim tetap mampu menjalankan tanggung jawab akademik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan pada tingkat nasional.
Pendampingan Dosen dan Dukungan Kampus Berperan Penting
Selama proses pengembangan proposal hingga persiapan presentasi final, Tim Femora memperoleh pendampingan dari dosen Program Studi Akuntansi, Patricia Paramitha Suci, S.Ak., M.Sc.
Berbagai masukan dan evaluasi yang diberikan selama proses bimbingan membantu tim menyempurnakan konsep bisnis, memperkuat isi proposal, serta meningkatkan kualitas presentasi sebelum tampil di hadapan dewan juri pada babak Grand Final.
Selain pendampingan akademik, tim juga mendapatkan dukungan pendanaan dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Bantuan tersebut menjadi salah satu faktor yang mempermudah mereka mengikuti seluruh rangkaian kompetisi hingga tahap akhir.
Kompetisi Menjadi Sarana Mengembangkan Berbagai Keterampilan
Bagi Tim Femora, Sustainova Fest 2026 bukan sekadar ajang perlombaan menyusun business plan. Kompetisi ini juga menjadi pengalaman berharga dalam mengembangkan berbagai kemampuan yang dibutuhkan di dunia profesional.
Melalui proses tersebut, mereka belajar memperkuat kerja sama tim, meningkatkan kemampuan komunikasi, melatih keterampilan problem solving, serta membangun kedisiplinan dalam menyelesaikan setiap tahapan kompetisi.
Di akhir perjalanan kompetisi, Didin turut membagikan pesan motivasi yang menjadi pegangan selama mengikuti perlombaan.
“Aku juga percaya sama kutipan dari Najwa Shihab yang pernah bilang ‘kalau misalnya mimpimu gak bisa buat kamu takut, berarti mimpimu kurang besar.’ Jadi kalau saat ini mimpimu tidak buat kamu takut berarti mimpimu itu kurang besar, jadi mimpilah setinggi langit selagi kamu punya kesempatan,” tutup Didin.