
KabarJawa.com– UMKM di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan menembus pasar ekspor internasional.
CV Sorajati Dharma Biru, yang berbasis di Maguwoharjo, Sleman, meluncurkan ekspor perdana produk furniturnya dalam kegiatan Pelepasan Ekspor Serentak Nasional yang berlangsung dengan semangat tinggi.
Kegiatan ini menjadikan CV Sorajati sebagai salah satu dari delapan titik strategis pelepasan ekspor di Indonesia.
Ekspor Furnitur DIY
Pada momentum bersejarah ini, CV Sorajati Dharma Biru mengirimkan dua kontainer pertama dengan nilai ekspor mencapai USD 80.400.
Rencananya, perusahaan akan mengekspor total sembilan kontainer dengan nilai keseluruhan sebesar USD 334.575 ke mitra di Bora-Bora Island, French Polynesia.
Pelepasan ekspor ini menandai kepercayaan pasar global terhadap produk furnitur DIY yang dikenal memiliki kualitas tinggi dan daya saing unggul.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Yuna Pancawati, menegaskan bahwa ekspor perdana ini menjadi bukti nyata bahwa produk UMKM DIY semakin diminati di pasar internasional.
Peningkatan volume dan ragam ekspor adalah indikator nyata dari kualitas daya saing dan inovasi produk-produk kita di mata dunia.
Yuna memberikan apresiasi khusus kepada CV Sorajati Dharma Biru. Produk furniturnya menjadi salah satu komoditas unggulan DIY dengan nilai tambah tinggi. Produk furnitur ini merupakan salah satu komoditas utama DIY.
“CV Sorajati Dharma Biru telah membuktikan komitmennya sebagai ujung tombak ekspor DIY, membawa nama baik daerah ke panggung internasional,” jelasnya.
Lebih jauh, Yuna menekankan bahwa Pemerintah Daerah DIY melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan terus mendorong UMKM untuk naik kelas melalui berbagai program pendampingan.
Pemerintah berkomitmen penuh untuk mendukung UMKM melalui fasilitasi pameran, business matching, pelatihan, serta kemudahan perizinan.
“Semua ini bertujuan agar semakin banyak UMKM DIY mampu menembus pasar ekspor,” tegasnya.
Sektor Unggulan Ekspor
Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan RI, Tirta Karma Senjaya, menilai industri furnitur sebagai salah satu sektor unggulan Indonesia dengan daya saing tinggi di pasar global.
“Keunggulan bahan baku, keterampilan pengrajin, kualitas desain, dan konektivitas UMKM membuat produk Indonesia memiliki posisi kompetitif, termasuk di pasar non-tradisional yang semakin berkembang,” jelas Tirta.
Tirta menyoroti CV Sorajati Dharma Biru sebagai contoh UMKM yang berhasil naik kelas melalui konsistensi dan pemanfaatan program pembinaan ekspor.
“CV Sorajati Dharma Biru menunjukkan bahwa konsistensi, inovasi, dan pemanfaatan program pembinaan ekspor mampu membawa UMKM naik kelas,” ucapnya.
Di sisi lain, Pimpinan CV Sorajati Dharma Biru, Yosef Boyke Dharma, memberi penegasan. Pelepasan ekspor serentak ini mencerminkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku industri.
Pelepasan ekspor ini menunjukkan optimisme dunia usaha sekaligus sinergi yang solid antara pemerintah dan pelaku industri.
“Hal ini memungkinkan produk unggulan nasional yang kompetitif dan bernilai tambah tinggi menembus pasar global,” ujarnya.
Yosef menyebut ekspor perdana ini mencakup dua kontainer dari total sembilan kontainer. Nilai keseluruhan adalah USD 334.575 dan total produk sebanyak 532 pieces.
“Ekspor perdana hari ini sebanyak 2 kontainer dari total 9 kontainer, dengan nilai 334.575 USD dan total produk 532 pieces,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa ekspor perdana ini akan menjadi langkah awal bagi CV Sorajati Dharma Biru. CV ini terus memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk furnitur lokal di tingkat global.
“Kami berharap ini menjadi langkah awal untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk furnitur DIY di pasar internasional,” pungkas Yosef.
Dengan capaian ini, UMKM DIY membuktikan bahwa kualitas, inovasi, dan dukungan pemerintah mampu menghadirkan produk lokal yang kompetitif di pasar global. Ini sekaligus membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi pelaku usaha lain. (ef linangkung)