
KabarJawa.com– Duka mendalam menyelimuti jajaran Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) setelah salah satu personel terbaiknya gugur saat menjalankan tugas negara.
Kepala Pos Pengamanan (Kapospam) Operasi Ketupat Progo 2026 Pos Tugu Jogja, Iptu Nur Alim, S.H., meninggal dunia pada Rabu siang, diduga akibat kelelahan saat mengamankan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.
Kabar duka ini langsung menyebar di kalangan internal kepolisian dan masyarakat. PS Kasihumas Polresta Yogyakarta, Ipda R Anton BS, S.Psi., M.M., membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi oleh media.
“Iya benar, beliau meninggal dunia siang ini. Saat ini saya masih berada di lokasi,” ujar Anton dengan nada serius.
Kapospam Tugu Jogja Gugur
Almarhum Iptu Nur Alim sehari-hari bertugas sebagai Kanit Lantas Polsek Gedongtengen. Dalam Operasi Ketupat Progo 2026, pimpinan menugaskan ia sebagai Kapospam di kawasan Tugu Jogja, salah satu titik vital dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi.
Setiap hari, ia memimpin langsung pengamanan di kawasan Tugu Jogja dan sekitarnya. Ia mengatur arus lalu lintas, memastikan keamanan wisatawan, serta mengoordinasikan personel di lapangan tanpa mengenal waktu.
Sebagai kepala pos pengamanan, ia mengemban tanggung jawab penuh selama 24 jam. Dedikasi tersebut pada akhirnya diduga menjadi faktor utama yang menguras kondisi fisiknya.
“Diduga beliau mengalami kelelahan saat bertugas mengamankan libur Lebaran,” tambah Anton.
Operasi Ketupat Progo 2026 melibatkan ribuan personel gabungan dari kepolisian, TNI, dinas perhubungan, serta instansi terkait lainnya. Mereka bekerja tanpa henti untuk menjaga kelancaran arus mudik dan balik Lebaran.
Yogyakarta sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia mengalami lonjakan pengunjung yang signifikan. Kawasan seperti Malioboro, Tugu Jogja, dan titik-titik strategis lain yang padat wisatawan dari berbagai daerah.
Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan ekstra dari setiap personel di lapangan. Mereka harus menghadapi kemacetan panjang, kepadatan kendaraan, hingga potensi gangguan keamanan yang meningkat selama musim liburan.
Dalam situasi seperti ini, peran Kapospam menjadi sangat krusial. Mereka tidak hanya mengatur strategi pengamanan, tetapi juga turun langsung memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali.
Dugaan Kelelahan Fisik
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum merilis hasil resmi terkait penyebab meninggalnya Iptu Nur Alim. Namun, dugaan kuat mengarah pada kelelahan fisik akibat intensitas tugas yang tinggi dan minim waktu istirahat.
Pihak berwenang masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti wafatnya almarhum. Meski demikian, rekan-rekan sejawat meyakini bahwa dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas menjadi bagian dari pengorbanan terakhirnya.
Kepergian Iptu Nur Alim menjadi pengingat nyata akan besarnya pengorbanan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban masyarakat, terutama di momen penting seperti Lebaran.
Di saat masyarakat berkumpul bersama keluarga, para petugas justru berada di garis depan demi memastikan keamanan dan kenyamanan bersama.
Operasi Ketupat tidak hanya sekadar agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi ujian nyata bagi ketahanan fisik dan mental para personel di lapangan.
Almarhum merupakan sosok disiplin, bertanggung jawab, dan berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugas. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, institusi Polri, serta masyarakat Yogyakarta.
Meski diliputi duka, Operasi Ketupat Progo 2026 tetap berjalan sesuai rencana. Seluruh personel tetap siaga dan melanjutkan tugas pengamanan demi menjaga stabilitas dan keamanan selama arus mudik dan libur Lebaran.
Polda DIY juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, menjaga ketertiban, serta menghargai kerja keras para petugas di lapangan.
Kepergian Iptu Nur Alim menjadi simbol pengabdian tanpa batas. Ia gugur dalam tugas, menjaga keselamatan banyak orang hingga titik akhir pengabdiannya. (ef linangkung)