
KabarJawa.com– Suasana pagi di Bandara Adisutjipto Yogyakarta tegang setelah sebuah pesawat jenis ATR yang melayani rute Yogyakarta-Makassar dilaporkan hilang kontak sesaat setelah lepas landas pada Jumat pagi.
Otoritas bandara langsung mengaktifkan prosedur darurat begitu petugas kehilangan komunikasi dengan pesawat tersebut.
Kronologi Pesawat ATR Rute Yogyakarta-Makassar Hilang Kontak
Pesawat ATR itu lepas landas pada pukul 08.08 WIB dari landasan pacu Bandara Adisutjipto. Sejak awal keberangkatan, seluruh proses operasional penerbangan berjalan normal dan sesuai prosedur.
Namun, setelah mengudara dan memasuki fase awal penerbangan menuju Makassar, petugas pengendali lalu lintas udara tidak lagi menerima respons komunikasi dari pesawat.
General Manager Bandara Adisutjipto, Kolonel Pnb Wibowo Cahyono Soekadi, menegaskan bahwa pihak bandara telah menjalankan seluruh prosedur keberangkatan secara ketat sebelum pesawat tersebut mengudara.
“Pesawat tadi pagi berangkat pukul 08.08 WIB dan take off dalam kondisi normal. Seluruh prosedur pemberangkatan sudah kami lakukan sesuai aturan yang berlaku di bandara,” ujar Wibowo Cahyono Soekadi saat memberikan keterangan resmi.
Ia menjelaskan bahwa petugas bandara melakukan pemeriksaan X-ray terhadap seluruh kru dan penumpang, kemudian mengarahkan mereka ke ruang tunggu sebelum proses boarding berlangsung. Setelah itu, kru dan penumpang naik ke pesawat tanpa kendala apa pun.
“Mulai dari pemeriksaan X-ray, proses di ruang tunggu, hingga boarding, semuanya berjalan sesuai prosedur. Tidak ada hal yang mencurigakan sebelum keberangkatan,” tegasnya.
Jumlah Penumpang
Dalam penerbangan tersebut, pesawat ATR mengangkut total 10 orang, yang terdiri dari 7 kru pesawat dan 3 penumpang.
Jumlah penumpang yang relatif sedikit tidak mengurangi tingkat kewaspadaan otoritas bandara terhadap insiden ini.
“Kru berjumlah tujuh orang dan penumpang ada tiga orang. Pesawat kemudian berangkat menuju Makassar,” jelas Wibowo.
Hilangnya kontak dengan pesawat ini langsung memicu koordinasi intensif antara Bandara Adisutjipto, pihak maskapai, serta otoritas penerbangan terkait.
Petugas bandara segera melaporkan kejadian tersebut sesuai mekanisme keselamatan penerbangan nasional.
Meski demikian, hingga saat ini pihak bandara belum menyampaikan detail lebih lanjut terkait posisi terakhir pesawat maupun penyebab hilangnya komunikasi.
Otoritas bandara masih menunggu informasi resmi dari pihak pengendali lalu lintas udara dan instansi terkait yang menangani pencarian dan pemantauan penerbangan.
Wibowo menegaskan bahwa keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Ia memastikan bahwa Bandara Adisutjipto akan memberikan pembaruan informasi secara berkala setelah menerima data yang valid dan terverifikasi.
“Kami mohon masyarakat tetap tenang dan menunggu informasi resmi. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan berjalan maksimal,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, upaya pelacakan dan komunikasi terhadap pesawat ATR rute Yogyakarta-Makassar masih berlangsung, sementara pihak keluarga kru dan penumpang menanti kepastian dengan penuh harap. (ef linangkung)