Pesan Filosofis Sri Sultan HB X di Apel Jaga Warga: ‘Tata, Tentrem, Kerta, Raharja’ sebagai Dasar Keamanan Yogyakarta

Bagikan :
Sri Sultan HB X menyampaikan pesan mengenai keamanan berbasis budaya pada Apel Besar Jaga Warga. (Ist)

KabarJawa.com – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan pesan tentang filosofi keamanan Jawa ketika menghadiri Apel Besar Jaga Warga di Yogyakarta.

Dalam pidato yang bernuansa budaya dan refleksi, Sultan menekankan bahwa keamanan sejati tidak lahir dari pendekatan represif maupun kecanggihan alat, tetapi tumbuh dari ketenteraman batin masyarakat yang saling terhubung melalui empati, dialog, dan kebersamaan.

Falsafah Jawa sebagai Dasar Keamanan DIY

Sri Sultan HB X membuka amanat dengan mengingatkan kembali falsafah Jawa “Tata, Tentrem, Kerta, Raharja”, sebuah nilai yang telah menjadi kawruh atau pengetahuan hidup masyarakat Jawa.

Ia menyatakan bahwa keteraturan yang dijalankan dengan ketulusan akan melahirkan ketenteraman; ketenteraman menumbuhkan daya juang; dan daya juang berkelanjutan menghadirkan kesejahteraan lahir batin.

Nilai tersebut, menurut Sultan, sejalan dengan adagium Latin salus populi suprema lex, yang bermakna keselamatan rakyat menjadi hukum tertinggi.

Melalui Apel Besar Jaga Warga, Sultan menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat tengah merawat amanat besar: menjaga Yogyakarta sebagai ruang hidup bersama yang menjunjung “manunggaling warga lan pamong”, atau bersatunya warga dan pemerintah sebagai kekuatan moral dalam menjaga ketenteraman DIY.

Baca juga  Kota Yogyakarta jadi Pelopor Tim Tanggap Insiden Siber di Indonesia

Di hadapan Kapolri dan ribuan peserta apel, Sultan juga mengingatkan bahwa dinamika zaman menghadirkan kompleksitas ancaman yang semakin berlapis. Keamanan di era modern, menurutnya, tidak bisa hanya bertumpu pada teknologi atau aturan formal.

“Kita harus bergerak menuju paradigma baru: people-centered security,” tegas Sultan.

Ia menggambarkan pendekatan tersebut sebagai model keamanan yang menempatkan masyarakat sebagai subjek dan mitra strategis.

Keamanan yang dijalin bersama warga, katanya, akan menghasilkan resiliensi sosial, bukan sekadar keteraturan; serta solidaritas, bukan sekadar kepatuhan.

Peran Polri dan Jaga Warga dalam Menjaga Harmoni

Sultan selanjutnya memberikan harapan kepada Polri agar dapat menjalankan empat laku utama: tata (perencanaan komprehensif), titi (implementasi yang cermat dan konsisten), tatas (penyelesaian menyeluruh sesuai kaidah tata kelola), dan titis (keluaran yang tepat sasaran dan bermanfaat bagi publik).

Ia menilai laku tersebut akan melengkapi nilai Catur Prasetya dan memperkuat pelayanan Polri kepada masyarakat.

Dalam amanatnya, Sultan menyebut Jaga Warga sebagai jembatan budaya yang memperhalus proses penegakan keamanan. Menurutnya, kehadiran Jaga Warga memungkinkan penyelesaian persoalan dimulai dari kohesi sosial, komunikasi, dan kebijaksanaan—bukan dari tindakan represif.

Baca juga  Warga Karang Padang Tutup Tambang Urug, Lurah Serut Tegaskan Izin Belum Lengkap dan Tambang Ciptakan Konflik

“Konsep keamanan semesta itu hadir dari proses yang tanggap, tangguh, dan tuntas,” ujar Sultan.

Sri Sultan juga mengangkat kembali peristiwa demonstrasi besar 29–30 Agustus. Ia menyebut momentum tersebut sebagai cermin keberhasilan Yogyakarta menjaga keteduhan di tengah potensi kegentingan.

Jogja berhasil melewati masa itu tanpa tindakan represif berkat sinergi antara Polri dan Jaga Warga yang mengambil langkah dialogis dan kultural.

Gending Raja Manggala yang mengalun kala itu, menurut Sultan, menjadi simbol bahwa Yogyakarta tetap menghormati para demonstran sebagai warga yang sedang menyuarakan harapan.

“Empati lebih ampuh daripada ledakan energi; budaya lebih menenangkan daripada represi,” ungkap Sultan.

Sultan turut menyampaikan apresiasi atas dukungan 10.000 rompi Jaga Warga. Ia menilai bahwa rompi tersebut bukan sekadar perlengkapan, tetapi simbol keteduhan bahwa garda keamanan hadir untuk ngayomi lan ngemong, melindungi dan merawat, bukan untuk menakuti.

Ia berharap menjelang Natal dan Tahun Baru, Jaga Warga tetap menjadi pagar budaya yang menjaga harmoni sosial.

Di akhir amanatnya, Sultan menegaskan bahwa bila Polri bekerja dengan prinsip “tata, titi, tatas, titis” dan Jaga Warga melangkah dengan semangat “tanggap, tangguh, tuntas”, maka Yogyakarta akan terus berada dalam suasana titi tentrem, kerta raharja—aman, tertib, dan sejahtera bagi seluruh warga.

Baca juga  Sri Sultan HB X Tegaskan Para Gubernur Minta Pemerintah Pusat Tidak Kurangi Anggaran TKD

Dengan penekanan pada filosofi budaya, empati, dan kebersamaan, Sri Sultan HB X kembali mengingatkan bahwa keamanan DIY hanya akan terjaga apabila masyarakat dan pamong berjalan beriringan demi kedamaian Yogyakarta.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid