
KabarJawa.com-Ribuan pegawai memenuhi Lapangan Trirenggo, Bantul, pada Jumat pagi (12/12/2025) dengan semangat.
Pemerintah Kabupaten Bantul secara resmi menyerahkan 3.393 Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
Pemerintah Kabupaten Bantul menyerahkan SK tersebut secara berurutan kepada tiga kategori tenaga.
- 632 PPPK Paruh Waktu Guru
- 123 PPPK Paruh Waktu Tenaga Kesehatan
- 2.638 PPPK Paruh Waktu Tenaga Teknis
Pesan untuk PPPK Paruh Waktu Bantul
Dalam suasana yang penuh haru, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pegawai yang resmi bergabung sebagai bagian dari keluarga besar Aparatur Sipil Negara Pemerintah Kabupaten Bantul.
Halim menegaskan bahwa penyerahan SK ini bukan sekadar administrasi kepegawaian, melainkan bentuk nyata komitmen negara untuk memberikan kepastian status kepada tenaga yang telah lama mengabdi.
“Jadikan momentum ini sebagai panggilan untuk meningkatkan pengabdian, dan sebagai perantara mencari ridho Allah. Pengangkatan PPPK Paruh Waktu ini adalah bentuk komitmen negara dan pemerintah daerah untuk memberikan kepastian status kepada saudara-saudara sekalian,” ujar Bupati.
Halim juga mengingatkan seluruh penerima SK agar tidak menjadikan status paruh waktu sebagai alasan untuk mengurangi kualitas pelayanan.
Meskipun nomenklaturnya paruh waktu, dia menegaskan bahwa loyalitas dan pengabdian tidak boleh paruh waktu.
“Status ini adalah amanah, sebuah kepercayaan yang harus dijaga sebaik-baiknya. Sebagai ASN, kita memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambahnya.
Kisah Sarjiman
Dari ribuan penerima SK pagi itu, sosok Sarjiman, 57 tahun, mencuri perhatian banyak orang. Beliau telah mengabdi sebagai penjaga sekolah di SD Negeri Ngebel, Kapanewon Kasihan, selama 26 tahun tanpa mengenal lelah.
Setiap hari, beliau membuka gerbang sekolah sebelum fajar dan menutupnya setelah matahari tenggelam, memastikan kegiatan belajar berjalan aman dan nyaman.
Ketika namanya dipanggil untuk menerima SK PPPK Paruh Waktu, Sarjiman berjalan dengan langkah pelan, mencoba menahan emosi yang akhirnya tumpah di hadapan ratusan saksi.
Tangannya bergetar saat menerima dokumen yang selama puluhan tahun hanya menjadi harapan jauh.
“Alhamdulillah, saya bersyukur bisa menerima SK PPPK Paruh Waktu. Selama ini saya bekerja dengan ikhlas untuk anak-anak di sekolah. Saya percaya, kebaikan yang saya tanam selama ini akan kembali ke anak-anak saya kelak,” ujar Sarjiman.
Kisahnya menjadi simbol pengabdian tulus yang akhirnya terbayar, sekaligus memberi inspirasi bagi ribuan tenaga lain yang selama bertahun-tahun mengabdi dalam senyap.
Penyerahan SK PPPK Paruh Waktu ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Bantul untuk memperkuat layanan pendidikan, kesehatan, dan teknis di berbagai lini.
Pemerintah berharap para pegawai baru dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik secara signifikan.
Dengan kepastian status dan peningkatan kesejahteraan, pemerintah meyakini tenaga-tenaga yang telah lama mengabdi akan mampu memberikan pelayanan lebih optimal dan profesional.
Momen bersejarah ini menegaskan bahwa Bantul tidak hanya memberikan pengakuan atas dedikasi para pegawai, tetapi juga membangun fondasi kuat bagi pelayanan yang lebih baik di masa depan.
Ribuan pegawai yang berdiri di Lapangan Trirenggo pagi itu bukan hanya menerima SK, tetapi juga menerima amanah besar untuk mengabdi sepenuh hati bagi masyarakat. (ef linangkung)