
KabarJawa.com– Pemerintah Kota Yogyakarta bergerak cepat menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang kian sering memicu banjir dan longsor.
Pemkot Yogyakarta memastikan akan melakukan penataan menyeluruh terhadap tiga ruas sungai utama di wilayah kota sebagai langkah strategis melindungi warga dari risiko bencana hidrometeorologi.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa penataan bantaran sungai menjadi agenda prioritas pemerintah kota. Pada tahun ini, Pemkot Yogyakarta memfokuskan penataan pada tiga titik utama, yakni Kali Code, Sungai Gajahwong, dan Sungai Winongo.
“Totalnya ada tiga titik yang kita kerjakan tahun ini,” tegas Hasto.
Penataan Sungai Yogyakarta
Pemkot Yogyakarta memusatkan perhatian khusus pada Kali Code, terutama di kawasan Jembatan Gondolayu. Pemkot sebelumnya telah melakukan relokasi terhadap sekitar 14 rumah warga yang berdiri di bantaran sungai demi mendukung kelancaran penataan kawasan.
Selain Kali Code, Pemkot juga menargetkan penataan pada sebagian bantaran Sungai Gajahwong serta satu titik strategis di Sungai Winongo. Ketiga sungai tersebut selama ini dikenal sebagai wilayah rawan banjir ketika curah hujan tinggi melanda Yogyakarta dan sekitarnya.
Hasto Wardoyo menegaskan bahwa percepatan pembangunan tanggul sungai akan menjadi prioritas utama Pemkot Yogyakarta pada tahun 2026.
Langkah ini merupakan bentuk antisipasi terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir dan longsor di sejumlah kawasan rawan.
Menurut Hasto, pemerintah kota sebenarnya telah memasukkan beberapa titik rawan banjir ke dalam perencanaan pembangunan. Namun, bencana kerap datang lebih cepat sebelum proyek fisik sempat dimulai.
“Sebetulnya itu sudah kita rencanakan pembangunannya. Tapi belum sempat dikerjakan, sudah keburu terjadi banjir,” ujar Hasto saat ditemui di Pendopo Taman Perwira Prawirodirjan, Gondomanan, Rabu (22/1/2026).
Salah satu kawasan yang kini menjadi perhatian serius Pemkot Yogyakarta adalah wilayah Kricak, Kemantren Tegalrejo. Kawasan tersebut baru-baru ini terdampak banjir akibat ambrolnya talud Sungai Buntung, yang mengancam keselamatan warga di sekitarnya.
Sebagai respons cepat, Pemkot Yogyakarta akan berkolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak untuk membangun tanggul permanen di titik-titik rawan.
“Untuk tanggul, kami siap bangun dan berkolaborasi dengan Kepala Balai. Targetnya tahun ini selesai,” kata Hasto.
Anggaran Siap, Rumah Warga Dibangun Permanen
Pemkot Yogyakarta memastikan telah menyiapkan anggaran khusus untuk mendukung percepatan pembangunan tanggul dan penataan bantaran sungai.
Selain infrastruktur sungai, pemerintah kota juga akan melakukan perbaikan permanen terhadap rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan parah akibat banjir.
Hasto mengungkapkan bahwa sejumlah rumah warga mengalami kerusakan serius, bahkan hingga bagian bawah bangunan terkikis air.
“Ada rumah yang bawahnya ngeronggong, bahkan kamar mandi hilang karena banjir, terutama di perbatasan Kota Yogyakarta dan Bantul. Itu akan kita tangani dengan bangunan permanen,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa Pemkot Yogyakarta tidak lagi menggunakan bronjong atau bangunan sementara. Pemerintah kota memilih konstruksi permanen agar lebih kuat, aman, dan tahan terhadap cuaca ekstrem di masa mendatang.
Selain pembangunan tanggul, Pemkot Yogyakarta juga menyiapkan penataan menyeluruh bantaran sungai di sepanjang Sungai Code, Gajahwong, dan Winongo.
Penataan berjalan secara bertahap dengan konsep mundur, munggah, dan madep kali, sesuai arahan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Nanti rumah-rumah akan mundur, ditinggikan, dan menghadap sungai. Di depannya sekaligus dibuat jalan inspeksi,” imbuh Hasto.
Konsep ini tidak hanya bertujuan mengurangi risiko banjir, tetapi juga menciptakan kawasan bantaran sungai yang lebih tertata, aman, dan ramah lingkungan.
Sebelumnya, talud Sungai Buntung di wilayah Bangunrejo RT 57 RW 13, Kelurahan Kricak, Kemantren Tegalrejo, ambrol pada Sabtu (17/1/2026) sore. Talud tersebut runtuh sepanjang sekitar 10 meter, dengan lebar 4 meter dan tinggi 3 meter.
Kondisi ini meningkatkan risiko banjir di kawasan permukiman sekitar sekaligus memperkuat urgensi percepatan pembangunan tanggul dan penataan sungai di Kota Yogyakarta.
Dengan langkah cepat dan kolaborasi lintas instansi, Pemkot Yogyakarta berharap mampu menekan risiko bencana sekaligus menghadirkan wajah baru bantaran sungai yang lebih aman dan berkelanjutan bagi warganya. (ef linangkung)