Pemkot Yogyakarta Gandeng LAMFI Dorong Akreditasi Fasyankes Humanis

Bagikan :
Kolaborasi antara Pemerintah Kota Yogyakarta dan Lembaga Akreditasi Mutu Fasyankes Indonesia (LAMFI) bertujuan mendorong reformasi layanan kesehatan. (Dok Pemkot Yogyakarta)

KABARJAWA — Pemerintah Kota Yogyakarta mengambil langkah besar untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan dengan menggandeng Lembaga Akreditasi Mutu Fasyankes Indonesia (LAMFI).

Kolaborasi ini tidak hanya menargetkan peningkatan sarana dan prasarana medis, namun lebih dari itu, Pemkot bertekad menghadirkan pelayanan kesehatan yang humanis, empatik, dan penuh rasa hormat kepada pasien.

Pemerintah menyadari bahwa pelayanan kesehatan berkualitas tidak cukup hanya mengandalkan kelengkapan alat medis atau bangunan megah.

Pemkot Yogyakarta menekankan pentingnya pengalaman pasien sebagai tolok ukur utama. Mereka mengusung nilai bahwa mutu layanan kesehatan harus dirasakan, bukan sekadar dilihat.

SDM Humanis Jadi Kunci Reformasi Pelayanan

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Hasto, salah satu tokoh yang mendorong akreditasi ini. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan humanis menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pelayanan yang aman dan bermartabat.

Menurutnya, fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) tidak boleh hanya fokus pada keunggulan teknis, tetapi juga harus mengutamakan kenyamanan emosional pasien saat menjalani perawatan.

Baca juga  Akun Instagram Masjid Jogokariyan Hilang: Dugaan Terkait Palestina Muncul ke Permukaan

“Mutu fasyankes merupakan cerminan keberhasilan sistem kesehatan suatu negara. Bukan sekadar memberikan layanan medis, tetapi juga menjamin bahwa setiap pasien diperlakukan sesuai standar, dengan aman, efektif, dan penuh empati,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pendekatan new public management menuntut institusi kesehatan untuk mengedepankan service excellent sebagai nilai utama. Oleh karena itu, akreditasi harus melihat lebih dalam—tidak hanya menilai apa yang tampak secara fisik, tapi juga apa yang dirasakan dan dialami oleh pasien.

“Pelayanan kesehatan sejati bukan hanya tentang hard skill seperti kemampuan medis, tetapi juga tentang soft skill, bagaimana menyapa pasien, memberikan senyuman, dan membangun rasa aman dalam komunikasi,” tegas Hasto.

Hasto bahkan menyebut bahwa puncak pelayanan kesehatan terletak pada kualitas SDM yang tidak hanya mumpuni secara teknis, tetapi juga memiliki intuisi dalam memahami kondisi pasien. Mereka harus mampu menyelami perasaan pasien, merespons dengan empati, dan tetap profesional di tengah tekanan kerja.

Cakupan Akreditasi Luas dan Holistik

Dalam mendukung langkah besar ini, perwakilan Regional LAMFI, Agus Makmur, juga memberikan penjelasan rinci. Ia menuturkan bahwa cakupan akreditasi LAMFI meliputi Puskesmas, Klinik, Laboratorium Kesehatan, hingga Unit Transfusi Darah (UTD).

Baca juga  Puncak Arus Mudik di Yogyakarta: Jalur Magelang dan Exit Tol Tamanmartani Padat

Selama tiga tahun terakhir, LAMFI menjalankan misi besar: membangun sistem akreditasi yang tidak hanya bersandar pada kepatuhan administratif.

Mereka mendorong transformasi menyeluruh yang mencakup reformasi sistem manajemen mutu, peningkatan kapasitas SDM, dan penerapan nilai-nilai pelayanan holistik di seluruh lini fasilitas kesehatan.

“Kami terus memperjuangkan agar seluruh fasyankes tidak hanya berorientasi pada dokumen, tapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai pelayanan yang transformatif. SDM menjadi kunci mutlak dalam proses ini,” jelas Agus.

LAMFI menggarisbawahi pentingnya pendekatan menyeluruh, karena sistem kesehatan yang kuat lahir dari fondasi yang kokoh: kompetensi tenaga medis, kualitas sarana prasarana, serta kehangatan dan keramahan dalam pelayanan.

Langkah ini menjadi momentum penting bagi Kota Yogyakarta untuk menjadi pelopor transformasi layanan kesehatan di Indonesia.

Dengan komitmen tinggi dari Pemkot dan dukungan penuh dari LAMFI, masyarakat Yogyakarta akan merasakan pelayanan kesehatan yang lebih manusiawi, bermutu tinggi, dan sejalan dengan nilai-nilai keadilan sosial.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid