
KabarJawa.com– Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta terus memperluas jejaring kerja sama internasional. Kali ini, Pemkot Yogyakarta resmi menjalin hubungan sister city atau kota kembar dengan Pemerintah Kota Hluboká nad Vltavou, Republik Ceko.
Kedua belah pihak menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung pada Jumat (28/11/2025).
MoU Sister City
Prosesi penandatanganan MoU itu berjalan secara serentak melalui video telekonferensi dari Yogyakarta dan Hluboká nad Vltavou.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mewakili Pemkot Yogyakarta, sementara Wali Kota Hluboká nad Vltavou, Tomáš Jirsa, menandatangani dokumen kerja sama dari Republik Ceko.
Wawan Harmawan menyampaikan rasa hormat dan apresiasi atas hubungan baik yang telah terjalin antara kedua kota tersebut. Ia menegaskan bahwa Yogyakarta memandang tinggi persahabatan yang kini memasuki babak baru.
“Atas nama Pemerintah Kota Yogyakarta, saya ingin menyampaikan apresiasi tulus kami atas persahabatan yang kuat dan bermakna antara Yogyakarta dan Hluboká nad Vltavou,” ujar Wawan.
Kerja sama ini tidak lahir secara mendadak. Sebelumnya, kedua kota telah menandatangani Letter of Intent (LoI) pada 20 Mei 2024 di Taman Pintar Yogyakarta.
Sejak itu, kolaborasi budaya hingga pendidikan telah berlangsung, termasuk pertukaran festival seni, pameran karya, hingga lomba lukis yang melibatkan pelajar dari kedua kota.
Tujuan Kerja Sama
Dalam MoU sister city ini, Pemkot Yogyakarta dan Pemkot Hluboká nad Vltavou sepakat memperkuat kerja sama pada berbagai sektor strategis, antara lain promosi pariwisata, pertukaran dan pertunjukan budaya, pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) serta kolaborasi pendidikan dan kepemudaan
Wawan menegaskan bahwa area tersebut dipilih karena memiliki kesesuaian karakteristik antara Yogyakarta dan Hluboká nad Vltavou.
Keduanya menjadi pusat budaya dan pariwisata yang berkembang pesat di negara masing-masing, serta memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan mancanegara.
“Kami berharap kerja sama ini meningkat melalui kegiatan bilateral yang lebih intens di bidang ekonomi, pariwisata, budaya, pendidikan, dan pertukaran pemuda. Kami ingin membuka lebih banyak peluang kolaborasi, termasuk pameran UKM dan kunjungan timbal balik,” tegasnya.
Wawan juga menyoroti besarnya potensi industri kecil dan menengah di Yogyakarta. Ia menyebutkan bahwa Kota Gudeg memiliki sektor industri kreatif yang kuat, mulai dari kerajinan perak, peralatan rumah tangga, furnitur, tekstil dan garmen, hingga produk fesyen dan seni.
“Kami sangat berharap kerja sama ini membuka jaringan yang lebih luas bagi UKM di Yogyakarta. Dengan adanya pasar baru di Republik Ceko, pelaku UKM akan memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk berkembang. Saya optimistis bahwa keberadaan sister city akan menjadi pintu masuk promosi produk kreatif Yogyakarta ke Eropa Tengah,”tuturnya.
MoU ini juga akan meningkatkan arus wisatawan dari kedua negara. Yogyakarta menargetkan semakin dikenal oleh masyarakat Republik Ceko, sementara Hluboká nad Vltavou juga akan semakin dikenal di Indonesia.
Sektor pariwisata yang menjadi kekuatan kedua kota akan menjadi jembatan utama pertukaran sosial dan budaya di masa mendatang.
Dari Republik Ceko, Wali Kota Hluboká nad Vltavou, Tomáš Jirsa, menyampaikan rasa terima kasih serta kenangan indahnya ketika berkunjung ke Yogyakarta pada 2024. Ia menyebut warisan budaya Yogyakarta meninggalkan kesan mendalam.
“Saya sangat berterima kasih dapat menjadikan Yogyakarta sebagai kota kembar kami. Kami berharap dapat bertukar pengalaman, pengetahuan, serta mengembangkan kolaborasi ekonomi, sosial, dan budaya. Dan saya ingin mengundang untuk mengunjungi Hluboká nad Vltavou Republik Ceko,” katanya. (ef linangkung)