
KabarJawa.com – Pemerintah Kota Yogyakarta semakin serius membenahi sistem pengadaan barang dan jasa demi meningkatkan kualitas pembangunan daerah dan pelayanan publik.
Langkah ini tampak ketika Pemkot Yogyakarta menggelar Forum Group Discussion (FGD) Best Practice Mini Kompetisi dan Konsolidasi Pengadaan Barang/Jasa melalui E-Purchasing di Hotel Fortuna Suites Malioboro, Rabu (3/11).
Acara tersebut tidak hanya menyajikan pembahasan strategis, tetapi juga menjadi momentum peluncuran penggunaan aplikasi SIAP sebagai alat digitalisasi pengadaan yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.
Penguatan Transparansi dan Inovasi Pengadaan di Pemkot Yogyakarta
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta, Kadri Renggono, membuka FGD dengan menegaskan bahwa pengadaan bukan sekadar pemenuhan kebutuhan organisasi pemerintah, tetapi instrumen penting dalam pembangunan daerah.
Ia menyampaikan bahwa Pemkot Yogyakarta mulai menerapkan konsolidasi pengadaan yang direkomendasikan KPK pada beberapa jenis belanja, seperti jasa keamanan, jasa kebersihan, dan ATK.
Kadri juga menjelaskan bahwa konsolidasi pada sektor fisik konstruksi mulai direncanakan guna meningkatkan efisiensi anggaran sekaligus memperkuat daya tawar pemerintah.
“Melalui forum ini, kami berharap para pelaku pengadaan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai praktik terbaik, strategi konsolidasi, serta pengendalian kontrak yang lebih efektif,” tegasnya.
Kepala Bagian BPBJ Kota Yogyakarta, Joko Budi Prasetyo, melaporkan bahwa pelaksanaan mini kompetisi dan konsolidasi melalui e-procurement menjadi strategi penting untuk menghadapi dinamika regulasi dan tuntutan transparansi publik.
FGD merangkum materi strategis seperti mini kompetisi di sektor konstruksi, konsolidasi pengadaan berbasis e-procurement, hingga pendalaman aspek hukum dalam pengendalian kontrak.
Joko berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antarpelaku pengadaan di Kota Yogyakarta dan DIY serta meningkatkan integritas dan profesionalisme mereka.
Forum menghadirkan narasumber dari Pemprov Jawa Timur, LKPP RI, dan Polda DIY. Mereka membawakan empat sesi utama:
- Best Practice Mini Kompetisi: penyusunan KAK, mekanisme pemilihan penyedia, mitigasi risiko sektor konstruksi.
- Konsolidasi Pengadaan melalui E-Purchasing: penyederhanaan alur pengadaan, efisiensi harga, mekanisme etalase konsolidasi.
- Pendalaman Aspek Hukum dan Pengendalian Kontrak: risiko hukum, akuntabilitas, pencegahan potensi kerugian negara.
- Optimalisasi Digitalisasi melalui Aplikasi SIAP: pemanfaatan fitur SIAP dalam persiapan pengadaan.
Aplikasi SIAP sebagai Sistem Menyeluruh Pengadaan Daerah
Direktur Utama PT Integra Indonesia, Yuda Wicaksana Putra, memperkenalkan aplikasi SIAP sebagai sistem digitalisasi persiapan pengadaan yang terintegrasi dengan data APBD.
Ia menyampaikan bahwa SIAP dirancang untuk memudahkan setiap tahapan pengadaan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi.
Yuda menjelaskan bahwa SIAP memungkinkan pelaku pengadaan melakukan pengukuran pekerjaan secara langsung di lapangan, memantau keberjalanan paket, hingga melihat penanggung jawab setiap tahapan.
Seluruh proses yang sebelumnya dilakukan melalui Word, PDF, dan email kini dapat diselesaikan dalam satu aplikasi.
“Dengan SIAP, tracking proses menjadi jauh lebih mudah. Kita bisa melihat pelimpahan paket, PPK penanggung jawab, hingga tahapan pengadaan secara real-time melalui dashboard,” jelas Yuda.
Salah satu fitur unggulan SIAP adalah dashboard eksekutif yang mengintegrasikan data dari e-Katalog, RUP, dan SPSE.
Dashboard yang terhubung dengan JSS memberi kemudahan bagi pimpinan daerah, termasuk Wali Kota dan Sekretaris Daerah, untuk memantau kondisi pengadaan tanpa harus meminta laporan manual.
Fitur ini memungkinkan pengambilan keputusan secara cepat berdasarkan data aktual.
SIAP juga menyediakan fitur persiapan dokumen bagi PPK, termasuk unggahan surat permohonan, DPA, RUP, spesifikasi teknis, HPS, hingga dokumen katalog elektronik.
Seluruh berkas otomatis tersimpan dan dapat diakses kembali kapan pun dibutuhkan. Sistem ini turut memfasilitasi pemanggilan penyedia, penilaian kinerja, serta pelacakan tenaga ahli dan peralatan.
Yuda menegaskan bahwa SIAP hadir sebagai sistem menyeluruh yang mengelola seluruh tahapan pengadaan, memastikan proses berjalan tepat waktu, terdokumentasi dengan baik, dan memenuhi tuntutan transparansi publik.
Dengan kehadiran SIAP, Pemkot Yogyakarta memperkuat transformasi digital dalam pengelolaan pengadaan barang dan jasa, membangun fondasi efisiensi, akuntabilitas, dan peningkatan kualitas pembangunan daerah.