Pemkot Yogyakarta Apresiasi Warga Tertib Pajak Lewat Program Waspada, Hadiah Rp10 Juta Dibagikan Langsung

Bagikan :
Warga tertib pajak terima hadiah Rp10 Juta dari Pemkot Yogyakarta. (Ist)

KabarJawa.com — Pemerintah Kota Yogyakarta terus menunjukkan komitmen dalam membangun budaya kepatuhan pajak daerah yang transparan dan berkeadilan. Melalui program inovatif Warga Awasi Pengampu Pajak Daerah (Waspada), pemerintah memberikan apresiasi kepada warga yang aktif mengawasi pajak daerah.

Puncak kegiatan Lomba dan Undian Berhadiah Waspada Periode ke-6 Tahun 2025 digelar di Ruang Yudistira, Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Rabu (12/11), dengan suasana meriah.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan hadir memimpin pengundian sekaligus menyerahkan hadiah kepada para pemenang. Dalam sambutannya, Wawan menegaskan bahwa partisipasi masyarakat menjadi kunci keberhasilan tata kelola pajak daerah yang bersih dan transparan.

“Program Waspada ini sangat baik karena memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Kita ingin semua proses pemungutan pajak daerah berlangsung transparan dan terpantau secara digital,” tegas Wawan.

Wawan menyampaikan apresiasi kepada warga yang aktif berkontribusi dalam program Waspada. Ia menilai kolaborasi masyarakat dan pemerintah melalui pengawasan berbasis digital mampu memperkuat transparansi fiskal sekaligus menumbuhkan kepercayaan publik terhadap sistem perpajakan daerah.

Baca juga  Pemkot Yogya dan Siloam Hospitals Dorong Deteksi Dini Kanker Lewat Program Selangkah, Ribuan Perempuan Ikuti Skrining Gratis

“Kegiatan ini bukan hanya soal menarik pajak, tapi bagaimana kita mengembalikan manfaatnya kepada masyarakat. Pemerintah ingin memastikan seluruh proses berlangsung jujur, transparan, dan bisa dipantau publik,” ujarnya.

Lebih dari 4.000 wajib pajak telah terdaftar dalam sistem Waspada, dan Pemkot menargetkan jumlah itu meningkat menjadi 5.000 pada 2025. Ia juga menyoroti peran perangkat wilayah, termasuk RT, dalam menyosialisasikan program melalui grup WhatsApp.

“Kami ingin semakin banyak sektor usaha ikut dalam sistem ini agar pengawasan makin kuat,” ujar Wawan.

Penguatan Gotong Royong hingga Apresiasi bagi Warga Tertib Pajak

Dalam momentum acara, Wawan kembali mengajak masyarakat menjaga Semangat Gotong Royong Agawe Majune Ngayogyokarto (Segoro Amarto). Ia menegaskan bahwa kekuatan Yogyakarta berasal dari kebersamaan.

“Jogja itu kuat karena semangat kebersamaannya. Kalau satu lidi tidak kuat, tapi kalau disatukan jadi sapu, pasti bisa membersihkan lebih banyak. Begitu juga dalam urusan pajak, kalau bareng-bareng, hasilnya akan lebih besar untuk kesejahteraan warga,” ujarnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Yogyakarta memberikan hadiah uang tunai total Rp10 juta kepada sepuluh pemenang. Lima pemenang dipilih berdasarkan akumulasi poin unggahan nota transaksi, sementara lima lainnya berasal dari sistem undian.

Baca juga  Indonesia Shopping Festival 2026 Hadir di 8 Mal Yogyakarta, Ini Agenda dan Promo Menariknya

Lima pemenang poin tertinggi:

  • Ratna Kristiana – 6.429 poin
  • Febrianti Puspita Sari – 4.464 poin
  • Wahyu Andi Wibowo – 2.357 poin
  • Zulaidah Kurnia Wati – 1.765 poin
  • Tasya Puput Annisa – 1.503 poin

Lima pemenang undian:
Aprillia Dewi Prastiwi, Metha Furi Cahyani, Susanti, Ana Marlina, Herdyan Drajat Aryo Bimo.

Salah satu pemenang, Febrianti Puspita Sari, menyebut bahwa program ini memberi manfaat bagi semua pihak dan menciptakan “simbiosis mutualisme”.

“Peserta dapat hadiah, pelaku usaha meningkat omzetnya, dan pemerintah juga terbantu meningkatkan PAD,” ujar Febrianti.

Mayoritas poin yang dikumpulkan berasal dari transaksi makanan dan jajanan. Ia juga menyebut kendala terkait pembayaran nontunai pada sektor parkir.

“Kalau parkir di pinggir jalan itu jarang yang kasih karcisnya, jadi agak susah memang. Tapi kalau di swalayan atau pusat perbelanjaan besar, sudah lebih baik,” tambahnya.

Kepala BPKAD Kota Yogyakarta Raden Roro Andarini menjelaskan bahwa Waspada bukan sekadar aplikasi, tetapi wadah kolaborasi warga dan pemerintah dalam memastikan pajak tercatat dan diawasi publik.

Baca juga  Meta Youth Development for Climate Tech: Bupati Kulon Progo Tekankan Pentingnya Membangun Kapasitas Generasi Muda Hadapi Krisis Iklim

“Waspada ini bukan hanya aplikasi, tetapi bentuk kepedulian bersama antara pemerintah dan warga. Melalui nota yang diunggah masyarakat, kami bisa memeriksa apakah transaksi sudah tercatat dan dilaporkan oleh wajib pajak,” ujarnya.

Sejak 2022, unggahan nota meningkat dari 800 menjadi lebih dari 2.000 pada periode keenam tahun 2025. Empat jenis pajak yang diawasi meliputi hotel, restoran, hiburan, dan parkir.

“Tahun ini ada 2.017 nota yang masuk. Tren ini bukti bahwa masyarakat semakin peduli terhadap kepatuhan pajak,” jelas Andarini.

Ia berharap ke depan lebih banyak pelaku usaha terlibat dan memahami bahwa kepatuhan mereka dapat dipantau publik.

“Dengan begitu, transparansi pajak di Kota Yogyakarta semakin kuat,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya