
KABARJAWA – Pemerintah Kota Yogyakarta akhirnya memutuskan untuk mengalihkan pengelolaan cadangan beras pangan pemerintah daerah ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Yogyakarta, PT Jogjatama Vishesha (Perseroda). Keputusan itu menandai langkah besar Pemkot Yogyakarta dalam memperkuat ketahanan pangan warganya.
Pemkot Yogyakarta sebelumnya mempercayakan pengelolaan cadangan beras pada Taru Martani, BUMD milik Pemda DIY. Namun, kehadiran Foodstation Jogja Setia di XT Square membuka babak baru pengelolaan cadangan beras pemerintah.
Alasan Pemindahan Pengelolaan Cadangan Beras
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sukidi mengatakan pengalihan pengelolaan cadangan beras ini terjadi karena Jogjatama Vishesha sudah memiliki foodstation yang representatif di XT Square.
Ia menegaskan foodstation tersebut tidak hanya menyediakan sembako, tetapi juga siap menjadi pusat kulakan bahan pangan untuk kebutuhan darurat warga Kota Yogyakarta.
“Karena masih ada tempat, pihak Jogjatama menawarkan pengelolaan cadangan pangan pemerintah daerah. Jadi kami akan mengalihkan pengelolaan cadangan pangan dari Taru Martani ke Jogjatama Vishesha,” ujar Sukidi.
Sukidi mengungkapkan proses administrasi perpindahan pengelolaan cadangan beras dari Taru Martani ke Jogjatama Vishesha sedang berjalan.
Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta kini sedang merumuskan perjanjian kerja sama dengan Jogjatama Vishesha. Proses tersebut juga melibatkan Bagian Perekonomian dan Kerjasama serta Bagian Hukum Pemkot Yogyakarta.
Ia memastikan pemindahan cadangan pangan itu akan rampung setelah seluruh administrasi selesai. Sukidi menegaskan beras cadangan pangan Pemkot Yogyakarta harus selalu dalam kondisi siap pakai kapan pun dibutuhkan.
“Pemindahan atau pengalihan beras cadangan pangan pemerintah daerah akan selesai setelah administratifnya rampung,” ungkap Sukidi.
Ia menegaskan cadangan pangan beras akan sangat vital saat keadaan darurat, seperti ketika terjadi gempa atau musibah lain. Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta memastikan beras cadangan harus selalu baru dan layak konsumsi.
“Beras itu standby ada terus. Yang jelas beras harus dalam keadaan siap, kalau nanti kami kapan pun butuhkan,” papar Sukidi.
Jumlah Cadangan beras
Sukidi menyebut jumlah cadangan beras pangan Kota Yogyakarta saat ini mencapai 65,08 ton. Jenis beras yang digunakan untuk cadangan pangan adalah beras medium.
Menurutnya, aturan lama mengharuskan cadangan beras minimal 120 ton. Namun, aturan baru Badan Pangan Nasional dan Instruksi Gubernur menyesuaikan jumlah cadangan beras Pemkot Yogyakarta menjadi minimal 47 ton.
“Dengan peraturan dari Badan Pangan Nasional yang baru dan Instruksi Gubernur, cadangan beras Pemkot Yogyakarta minimal 47 ton, sehingga cadangan pangan di Kota Yogyakarta sementara ini cukup,” tambah Sukidi.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jogjatama Vishesha Dedi menegaskan Foodstation Jogja Setia siap mengemban amanah mengelola cadangan beras Pemkot Yogyakarta.
Pihaknya akan memastikan keberadaan foodstation sebagai pusat kulakan sembako sekaligus penopang utama ketahanan pangan daerah.
“Foodstation Jogja Setia dibentuk dengan konsep mengelola cadangan pangan khususnya beras milik Pemkot Yogyakarta sehingga daerah akan memiliki ketahanan pangan,” tandas Dedi.
Keputusan Pemkot Yogyakarta untuk mempercayakan pengelolaan cadangan beras pada foodstation Jogjatama Vishesha di XT Square menjadi langkah strategis menghadapi risiko bencana.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkot dalam menjaga stabilitas pangan dan kesejahteraan warga Yogyakarta. (ef linangkung)