Longsor di 7 Titik Kulon Progo akibat Hujan Ekstrem, 4 Rumah Rusak dan 2 Ruas Jalan Terputus

Bagikan :
Longsor Kulon Progo/Foto: Istimewa

KabarJawa.com– Hujan ekstrem yang mengguyur wilayah Kabupaten Kulon Progo selama dua hari berturut-turut memicu bencana tanah longsor di tujuh titik berbeda.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat (27/02/2026) itu merusak empat rumah warga serta memutus dua ruas jalan di wilayah Kapanewon Kokap.

Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang tersebut turun hampir tanpa jeda sejak Kamis (26/02/2026). Curah hujan yang terus mengguyur perbukitan di wilayah barat DIY itu akhirnya memicu pergerakan tanah di sejumlah lokasi rawan longsor.

Dampak Longsor Kulon Progo

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulon Progo, Budi Prastawa, menyampaikan bahwa hujan mulai turun sejak Kamis dan terus berlangsung hingga Jumat menjelang sore.

“Hujannya mengguyur sampai Jumat menjelang sore ini, dengan intensitas ringan sampai sedang,” ujar Budi.

Hujan yang berlangsung lama membuat tanah di kawasan perbukitan jenuh air. Kondisi tersebut memicu sedikitnya tujuh kejadian bencana hidrometeorologi yang seluruhnya berupa tanah longsor. BPBD menerima seluruh laporan kejadian dari wilayah Kapanewon Kokap.

Baca juga  Rekomendasi Museum di Jogja yang Asik Buat Liburan Sambil Belajar Hal Baru

Budi menjelaskan bahwa longsor tidak hanya menutup akses jalan, tetapi juga merusak rumah warga dan menyebabkan talud ambrol. Material tanah yang meluncur dari tebing menghantam bangunan dan menutup badan jalan.

“Ada empat rumah warga yang rusak akibat longsor, termasuk dua ruas jalan rusak hingga talud ambrol,” ungkapnya.

Kerusakan pada rumah warga meliputi tembok jebol akibat tertimpa material longsor. Sementara itu, dua ruas jalan di wilayah terdampak tertutup tanah dan batu.

Jadi, kendaraan tidak dapat melintas untuk sementara waktu. Kondisi ini sempat menghambat mobilitas warga dan distribusi logistik.

Selain merusak rumah dan jalan, longsor juga menyebabkan pohon tumbang di beberapa titik, yang semakin memperparah aksesibilitas kawasan tersebut.

BPBD Turunkan Personel dan Relawan

BPBD Kulon Progo segera mengerahkan personel dan relawan untuk melakukan penanganan darurat. Tim melakukan asesmen, pendataan kerusakan, serta pembersihan material longsor yang menutup jalan dan permukiman warga.

Petugas terus memantau potensi longsor susulan mengingat kondisi tanah masih labil akibat curah hujan tinggi. BPBD juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di sekitar lereng dan tebing.

Baca juga  11 Tempat Jogging di Jogja yang Asri dan Nyaman, Cocok untuk Gaya Hidup Sehat

Budi meminta warga untuk melakukan langkah mitigasi sederhana, seperti mengatur aliran air agar tidak menggerus tebing, membersihkan saluran drainase, serta memangkas pohon yang berpotensi tumbang.

“Bagi warga yang tinggal di dekat tebing agar lebih waspada. Jika terjadi hujan ekstrem, sebaiknya pindah sementara ke tempat yang lebih aman,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, Warjono, telah mengeluarkan rilis kewaspadaan cuaca ekstrem untuk wilayah DIY. Ia memprediksi cuaca ekstrem akan terjadi pada 23 hingga 28 Februari 2026.

Menurut Warjono, kondisi cuaca ekstrem terpicu oleh pola siklonik di Samudra Hindia selatan Pulau Jawa. Pola tersebut membentuk wilayah belokan dan pertemuan angin di sepanjang Pulau Jawa.

Selain itu, suhu muka laut yang hangat serta aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) turut memperkuat pertumbuhan awan hujan.

“Kondisi itu membuat meningkatnya pertumbuhan awan hujan di sekitar Jawa, khususnya DIY,” jelas Warjono.

Peningkatan pertumbuhan awan hujan tersebut memicu curah hujan tinggi yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti tanah longsor dan banjir, terutama di wilayah dengan kontur perbukitan seperti Kulon Progo.

Baca juga  Tempat Liburan di Jogja yang Adem dan Bebas Polusi, Cocok Buat Kamu yang Butuh Healing

Hingga kini, BPBD Kulon Progo terus melakukan pemantauan intensif di tujuh titik longsor. Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan tanda-tanda alam, seperti retakan tanah, rembesan air di lereng, dan suara gemuruh dari tebing saat hujan deras turun.

Peristiwa longsor di tujuh titik Kulon Progo menjadi peringatan keras bahwa intensitas hujan yang berlangsung lama dapat memicu bencana serius. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya