Pemda DIY Perkenalkan Glamping di Hutan Pinus Pengger, Destinasi Baru Wisata Alam Berkelanjutan Jalur Dlingo–Patuk

Bagikan :
Fasilitas glamping di kawasan Hutan Pinus Pengger, Dlingo, Bantul. (Ist)

KabarJawa.com – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) melalui Dinas Pariwisata DIY memperkenalkan fasilitas Glamour Camping (glamping) di kawasan Hutan Pinus Pengger, jalur strategis Jalan Dlingo–Patuk, tepatnya di wilayah Sendangsari, Terong, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul.

Fasilitas ini dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat pariwisata alam berkelanjutan berbasis masyarakat.

Pengembangan glamping tersebut berada di kawasan Wana Wisata Budaya Mataram Mangunan. Kehadirannya menambah alternatif akomodasi wisata alam dengan konsep kenyamanan modern yang tetap menyatu dengan lanskap hutan pinus.

Kawasan Hutan Pinus Pengger selama ini dikenal sebagai destinasi wisata alam dengan panorama perbukitan dan instalasi seni berbahan kayu.

Kolaborasi Pemerintah, Masyarakat, dan Dunia Usaha

Pemda DIY mengembangkan Glamping Pinus Pengger dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai pengelola utama. Selain itu, dunia usaha turut dilibatkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSL/CSR).

Kolaborasi ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas destinasi wisata, mendukung pemulihan ekonomi masyarakat, serta membangun ekosistem pariwisata yang bertanggung jawab.

Tahap awal pengoperasian glamping dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, bersama para Asisten Sekda DIY Tri Saktiyana, Aria Nugrahadi, dan Srie Nurkyatsiwi.

Baca juga  Wisata Kulon Progo Siap Sambut Libur Panjang dengan Harga Bersahabat

Turut hadir Kepala Biro Umum dan Protokol Setda DIY Teguh Suhada serta perwakilan PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Yogyakarta, Bank BPD DIY, BPPD, GIPI, PHRI, dan pemangku kepentingan pariwisata lainnya.

Dalam sambutannya, Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan apresiasi atas terwujudnya kerja sama lintas sektor dalam pengembangan glamping di Hutan Pinus Pengger. Menurutnya, proyek ini mencerminkan kolaborasi pentahelix antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.

“Kolaborasi ini sungguh luar biasa. Lokasinya indah, dan gagasan yang sudah lama muncul akhirnya dapat terwujud. Kami berterima kasih kepada Angkasa Pura, masyarakat, serta seluruh pihak yang berkontribusi,” ujar Ni Made.

Ia menjelaskan, pengelola menyiapkan 10 unit glamour camp dengan konsep dan segmen pasar yang beragam. Keberagaman konsep tersebut diharapkan memperkaya pilihan wisatawan tanpa menimbulkan persaingan dengan akomodasi lain.

“Hanya berada di Hutan Pinus Pengger saja sudah memberikan pengalaman tersendiri. Dengan adanya glamping, wisatawan memiliki pilihan sensasi menginap yang berbeda,” katanya.

Ni Made menekankan pentingnya promosi sejak tahap soft launching serta kesiapan pengelolaan dan sumber daya manusia sebelum glamping beroperasi penuh pada pertengahan tahun depan.

Baca juga  Sultan HB X Terbitkan SE Larangan Perusahaan Tahan Ijazah Pekerja di DIY

Menurutnya, perencanaan berkelanjutan dan kesiapan SDM menjadi faktor penting keberhasilan pengelolaan destinasi.

Dukungan CSR dan Distribusi Wisatawan

Dukungan juga datang dari PT Angkasa Pura I melalui program CSR. Branch Communication and CSR Department Head Bandara Internasional Yogyakarta, Anita Herawati, menyampaikan bahwa pada 2025 pihaknya menyalurkan bantuan TJSL untuk pembangunan empat unit glamping serta peningkatan fasilitas wisata berbasis alam dan kearifan lokal.

“Tahun 2025 kami menyalurkan bantuan TJSL untuk pembangunan empat unit glamping serta peningkatan fasilitas wisata berbasis alam dan kearifan lokal. Kami meyakini Glamping Pinus Pengger dapat meningkatkan daya saing destinasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Anita.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi menyampaikan bahwa DIY mengalami peningkatan kunjungan wisatawan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menunjukkan tingkat okupansi hotel di Kota Yogyakarta dan Sleman mencapai 80–85 persen, sementara kabupaten lain berada di kisaran 80 persen.

“Kondisi ini mendorong perlunya distribusi wisatawan ke wilayah lain. Glamping Pinus Pengger diharapkan menjadi alternatif akomodasi di kawasan alam ketika fasilitas ini mulai beroperasi,” ujar Imam.

Baca juga  Hujan Deras Picu Longsor Susulan di Jalur Clongop Gedangsari, Akses Jalan Tertutup 80 Persen

Ia menambahkan, kesiapan SDM pengelola menjadi faktor penentu dalam menciptakan pengalaman wisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Harapan Pengelola dan Pelaku Pariwisata

Ketua Koperasi Notowono selaku pengelola Pinus Pengger, Purwo Harsono, menyebut kehadiran glamping sebagai peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat setelah melewati masa pandemi. Pengelola menyiapkan 10 unit glamour camp dengan segmen pasar yang beragam.

“Kami berharap glamping ini mampu memberdayakan masyarakat dan memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan,” ujar Purwo.

Ketua PHRI Bantul Yohanes Hendra Dwi Utomo menilai Glamping Pinus Pengger dapat memperkaya pilihan akomodasi di Kabupaten Bantul. Menurutnya, pengelolaan yang baik dan pelayanan optimal menjadi kunci keberhasilan destinasi tersebut.

“Bantul masih terbatas dari sisi akomodasi. Kehadiran glamping ini menjadi salah satu upaya memperkuat pariwisata berkelanjutan dengan pengalaman wisata yang berbeda,” katanya.

Dengan konsep ramah lingkungan dan kolaborasi lintas sektor, Glamping Hutan Pinus Pengger diproyeksikan menjadi salah satu destinasi pendukung pariwisata alam di DIY, sekaligus bagian dari upaya pengembangan ekonomi masyarakat di kawasan Dlingo.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya