Pemda DIY Pastikan Rekomendasi DPRD Ditindaklanjuti, Paku Alam X Tegaskan Evaluasi Pembangunan Harus Terukur dan Berkelanjutan

Bagikan :
Rapat Paripurna DPRD DIY/Foto: Pemda DIY

KabarJawa.com— Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti seluruh catatan strategis dan rekomendasi dari DPRD DIY secara terukur, sistematis, dan berbasis aturan hukum.

Komitmen tersebut menjadi penegasan bahwa evaluasi pembangunan daerah tidak sekadar formalitas tahunan. Hal ini bagian penting dalam menjaga kualitas tata kelola pemerintahan dan arah pembangunan yang berkelanjutan.

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menegaskan hal itu saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD DIY. Rapat berlangsung pada Rabu (13/05) di Gedung DPRD DIY, Jalan Malioboro, Yogyakarta.

Eksekutif dan legislatif membahas masa depan pembangunan DIY melalui penyampaian catatan dan rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur DIY Tahun 2025 serta pengawasan terhadap Perda DIY Nomor 11 Tahun 2020.

Di tengah capaian pembangunan yang terus menunjukkan tren positif, Pemda DIY justru memilih untuk tidak berpuas diri.

Pernyataan Wakil Gubernur IY

Sri Paduka Paku Alam X menegaskan bahwa pemerintahan yang sehat harus membuka ruang evaluasi dan kritik sebagai bahan penyempurnaan kebijakan.

“Meskipun Pemda DIY sudah menorehkan sejumlah prestasi terkait capaian sasaran pembangunan daerah yang semakin baik dari waktu ke waktu, namun masih ada beberapa hal yang menjadi catatan dan PR kita bersama,” ungkap Sri Paduka.

Baca juga  Terjun Bebas ke Dasar Kali, Pengendara Motor Luka Berat usai Tabrak Pagar Jembatan di Patuk

Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan sikap terbuka Pemda DIY terhadap berbagai masukan legislatif. Alih-alih defensif, pemerintah daerah justru memandang rekomendasi DPRD sebagai energi untuk memperkuat kualitas pembangunan di berbagai sektor strategis.

Sri Paduka menekankan bahwa seluruh rekomendasi DPRD DIY akan dipelajari dan ditindaklanjuti sesuai peluang, kebutuhan, serta kerangka hukum yang berlaku.

Dengan langkah tersebut, Pemda DIY ingin memastikan setiap masukan dapat diakomodasi secara maksimal tanpa mengabaikan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

“Selain itu, rekomendasi ini juga kami jadikan sebagai bagian dari rangkaian evaluasi dokumen strategis perencanaan pembangunan daerah,” tegas Sri Paduka.

Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa evaluasi pembangunan di DIY tidak berhenti pada laporan administratif semata.

Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan mampu menghadapi tantangan daerah yang terus berkembang.

Sri Paduka juga menyampaikan apresiasi atas sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD DIY selama satu tahun terakhir.

Menurutnya, kolaborasi lintas kelembagaan menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas pembangunan daerah sekaligus mempercepat kesejahteraan masyarakat.

Baca juga  218 Mahasiswa UGM Terdampak Banjir di Sumatra, Pemda DIY dan Kampus Koordinasikan Bantuan dan Keberlanjutan Studi

“Semoga kita dapat semakin fokus pada upaya mencapai kinerja pembangunan agar semakin baik dan lebih berkualitas, utamanya untuk kesejahteraan masyarakat luas,” pungkas Sri Paduka.

Sebelumnya, rapat paripurna berawal dengan penyampaian rincian catatan strategis dari masing-masing panitia khusus (Pansus) DPRD DIY.

Juru Bicara Pansus Bahan Acara Nomor 4 yang membahas LKPJ Gubernur DIY Tahun Anggaran 2025 adalah Sigit N. Priyanto.

Ia memberikan apresiasi terhadap keberhasilan Pemda DIY mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-16 kalinya secara berturut-turut.

Capaian tersebut merupakan indikator penting dalam menjaga akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah.

DPRD DIY juga mencatat keberhasilan pertumbuhan ekonomi DIY. Pertumbuhan mencapai 5,49 persen, beserta penurunan rasio kemiskinan hingga menyentuh angka 9,08 persen.

Rekomendasi DPRD

Namun, di balik capaian tersebut, DPRD DIY tetap memberikan sejumlah catatan penting. Dewan menyoroti perlunya percepatan pemerataan ekonomi di wilayah Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di pusat kota Yogyakarta.

Selain itu, persoalan pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan kembali menjadi perhatian serius yang harus segera dituntaskan secara komprehensif.

Baca juga  Motor Trail Warga Kulon Progo Raib dari Garasi saat Pemilik Terlelap, Polisi Buru Pelaku Berdasarkan Rekaman CCTV

Persoalan sampah tidak lagi sekadar isu teknis, tetapi telah berkembang menjadi tantangan lingkungan dan kesehatan masyarakat yang membutuhkan langkah cepat, terukur, dan lintas sektor.

Pada agenda berikutnya, perhatian dewan juga tertuju pada sektor pertanian. Juru Bicara Pansus Bahan Acara Nomor 5 tentang Pengawasan Pelaksanaan Perda DIY Nomor 11 Tahun 2020 mengenai Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, Reda Refitra, menyampaikan sejumlah hasil evaluasi strategis.

Reda menyoroti pentingnya perbaikan jaringan irigasi lintas sektor guna mendukung produktivitas pertanian di DIY. Menurutnya, ketahanan pangan daerah tidak lepas dari kualitas infrastruktur pertanian yang memadai dan berkelanjutan.

Selain itu, DPRD DIY juga meminta optimalisasi dukungan anggaran untuk memperkuat program asuransi usaha tani.

Langkah tersebut penting untuk melindungi petani dari risiko gagal panen maupun ketidakpastian iklim yang semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Rapat paripurna tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana proses evaluasi pembangunan di DIY berlangsung secara dinamis.

Pemerintah daerah dan legislatif tidak hanya berbicara mengenai capaian. Akan tetapi, mereka juga berupaya mencari solusi atas berbagai persoalan masyarakat. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya