
KabarJawa.com – Awal tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, secara langsung memimpin pengambilan sumpah janji dan pelantikan 110 pejabat struktural di lingkungan Pemkab Gunungkidul.
Acara tersebut berlangsung khidmat di Bangsal Sewokoprojo, Jumat pagi (2/1/2026).
Pelantikan Pejabat Gunungkidul di Awal Tahun
Bupati Endah menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi.
Pemerintah daerah secara sadar melakukan penataan jabatan berdasarkan kebutuhan organisasi, kemampuan personal, serta kapasitas kepemimpinan masing-masing aparatur.
Ia menempatkan kebijakan ini sebagai langkah awal untuk memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Penataan ini bertujuan memastikan bahwa setiap jabatan diisi oleh orang yang tepat dan mampu bekerja cepat, profesional, serta berorientasi pelayanan,” tegas Bupati.
Ia kembali menguatkan visi kepemimpinannya, yakni “Pamong Melayani dan Ngayomi”, sebagai fondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan.
Dalam suasana yang terbuka dan tegas, Bupati Endah memastikan bahwa seluruh proses mutasi dan promosi jabatan berjalan bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Ia menepis isu uang pelicin dan praktik tersembunyi yang sering kali menjadi momok dalam birokrasi.
“Saya pastikan hal itu tidak terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Tidak ada uang sembunyi-sembunyi. Komitmen kita untuk tidak KKN harus berjalan dengan baik,” ujar Bupati.
Pernyataan tersebut langsung mendapat perhatian para pejabat yang hadir dan menjadi pesan moral bagi seluruh aparatur sipil negara di Gunungkidul.
Dorongan Transformasi Digital dan Pemanfaatan AI
Menghadapi tantangan zaman yang terus bergerak cepat, Bupati Endah juga mendorong para pejabat untuk beradaptasi dengan teknologi, termasuk pemanfaatan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam mendukung kinerja birokrasi.
Ia meminta setiap kepala perangkat daerah untuk tidak alergi terhadap inovasi dan berani melakukan terobosan dalam sistem kerja.
“Teknologi harus membantu mempercepat pelayanan, bukan malah memperumit,” pesan Bupati.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul, Iskandar, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah kini mengandalkan aplikasi i-mut dalam proses rotasi dan promosi jabatan.
Aplikasi tersebut memastikan bahwa setiap keputusan mutasi mengikuti norma, standar, dan kriteria (NSK) dari6 Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Dengan sistem i-mut, rotasi jabatan tidak bisa dilakukan secara suka-suka. Sistem mengunci proses berdasarkan kepangkatan, kompetensi, dan prosedur kepegawaian yang ketat,” jelas Iskandar.
Ia menegaskan bahwa pendekatan digital tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap transparansi dan profesionalisme birokrasi.
Pelantikan kali ini mencakup berbagai tingkatan jabatan. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melantik 16 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), serta puluhan pejabat administrator (Eselon III) dan pengawas (Eselon IV).
Meski demikian, beberapa jabatan strategis seperti Kepala Dinas Sosial dan Kepala Satpol PP masih kosong. Pemerintah daerah berencana mengisinya melalui seleksi terbuka pada tahun 2026.
Daftar Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) yang Dilantik
Berikut daftar lengkap pejabat Eselon II yang mengalami rotasi dan promosi jabatan.
- Johan Eko Sudarto, S.Sos., MH: dari Kepala Badan Kesbangpol menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik
- Drs. Wahyu Nugroho, M.Si: dari Staf Ahli Bupati menjadi Kepala Badan Kesbangpol
- Saptoyo, S.Sos., M.Si: dari Inspektur Daerah menjadi Asisten Administrasi Umum
- Markus Tri Munarja, S.IP., M.Si: dari Kepala Disdukcapil menjadi Inspektur Daerah
- Kisworo, M.Pd: dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menjadi Kepala Disdukcapil
- Oneng Windu Wardana, S.Si., M.Si: dari Kepala Dinas Pariwisata menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
- Antonius Hary Sukmono, ST: dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup menjadi Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga
- Edy Basuki, S.IP., M.Si: dari Kepala Satpol PP menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup
- Chairul Agus Mantara, S.IP., MM: dari Kepala Dinas Kebudayaan menjadi Asisten Perekonomian dan Pembangunan
- Agung Danarta, S.Sos., MSE: dari Kepala DPMPTSP menjadi Kepala Dinas Kebudayaan
- Muhamad Arif Aldian, S.IP., M.Si: dari Kepala Bappeda menjadi Kepala DPMPTSP
- Kelik Yuniantoro, S.Sos., MM: dari Kepala Dinas Perdagangan menjadi Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja
- Rismiyadi, S.P., M.Si: Tetap menjabat Kepala Dinas Pertanian dan Pangan
- Wibawanti Wulandari, SP: dari Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan
- Supartono, S.T., M.T.: dari Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja menjadi Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM
- Supriyanto, SE., MT: dari Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM.
Pelantikan 110 pejabat di awal tahun ini menjadi simbol resolusi bersama. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menaruh harapan besar agar seluruh aparatur bekerja lebih keras, adaptif, dan inovatif.
Bupati Endah menutup acara dengan pesan kuat bahwa jabatan bersifat sementara, tetapi pengabdian kepada masyarakat harus berjalan selamanya. (ef linangkung)