
YOGYAKARTA – Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) memastikan bahwa Taman Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali (ABA) akan dibongkar dan dipindahkan ke lokasi baru paling lambat pada 29 April 2025.
Kepastian ini disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Perhubungan DIY, Wiyos Santosa, seiring dengan berakhirnya masa sewa lahan pada 28 April 2025.
“Karena masa sewa lahan berakhir tanggal 28 April, maka pembongkaran dan pemindahan bangunan akan kami mulai pada 29 April 2025. Seluruh fasilitas akan kami pindahkan ke lokasi permanen yang sudah disiapkan, yaitu di Parkir Ketandan,” ujar Wiyos, Rabu (16/4).
Wiyos menegaskan bahwa bangunan baru yang akan menggantikan TKP ABA di lokasi Ketandan bukan bersifat sementara. “Bangunan di Ketandan nantinya bersifat permanen, bukan bangunan darurat atau sementara seperti di lokasi lama,” tegasnya.
Pemda DIY berharap proses pemindahan ini berjalan lancar dan tidak mengganggu aktivitas perparkiran maupun kenyamanan pengunjung kawasan Malioboro.
Sejarah dan Peran TKP Abu Bakar Ali
Taman Khusus Parkir Abu Bakar Ali dibangun sebagai bagian dari upaya Pemda DIY dalam mengelola lalu lintas dan perparkiran di kawasan strategis Malioboro.
Lokasi ini selama bertahun-tahun menjadi titik simpul parkir kendaraan roda dua maupun roda empat, terutama bagi wisatawan yang hendak mengunjungi Malioboro, Pasar Beringharjo, dan Keraton Yogyakarta.
Nama Abu Bakar Ali sendiri diambil dari tokoh penting dalam sejarah Yogyakarta, yang dikenal sebagai pemimpin dan pejuang lokal. TKP ini semula hanya berupa lahan terbuka yang kemudian ditata menjadi taman parkir berfasilitas lengkap guna mendukung Malioboro sebagai kawasan semi-pedestrian.
Seiring dengan rencana penataan ulang kawasan Malioboro dan penyesuaian tata ruang kota, lokasi parkir ABA dinilai perlu dipindahkan. Pemda DIY memutuskan memindahkan operasional TKP tersebut ke Ketandan dengan harapan menciptakan fasilitas yang lebih terintegrasi dan tertata.
Dengan perpindahan ini, Pemda DIY optimistis pelayanan perparkiran akan semakin meningkat dan mendukung citra Yogyakarta sebagai kota wisata yang ramah, tertib, dan modern.*