PAD DIY Naik Tipis, tapi Pendapatan Daerah Turun, Sri Sultan Dorong Efisiensi dan Tetap Jalankan Program Prioritas

Bagikan :
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X tegaskan perlunya efisiensi anggaran meskipun PAD naik tipis. (Dok Pemda DIY)

KABARJAWA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan pentingnya efisiensi anggaran di tengah penurunan pendapatan daerah.

Sri Sultan menyampaikan penegasan itu dalam Rapat Paripurna DPRD DIY, pertengahan pekan ini, di Gedung DPRD DIY saat menjelaskan Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025.

Sri Sultan mengatakan bahwa perubahan APBD menjadi keharusan karena adanya dinamika kebijakan nasional serta kondisi fiskal daerah yang tidak sesuai asumsi awal.

Sri Sultan menambahkan, Pemda DIY perlu menyesuaikan kebijakan anggaran agar pembangunan tetap berjalan meskipun pendapatan menurun.

“Perubahan APBD ini perlu dilakukan karena ada perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi awal, serta kebutuhan prioritas yang belum terakomodasi,” tegas Sri Sultan di hadapan rapat paripurna.

Sri Sultan menjelaskan bahwa pemerintah mengacu pada PP Nomor 12 Tahun 2019 dan Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 dalam menyusun perubahan anggaran ini.

Selain itu, pemerintah juga menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja negara dan daerah.

Baca juga  DPRD dan Pemda DIY Sahkan Perda Baru tentang Pengelolaan Pelabuhan Perikanan

Sri Sultan menyatakan pengelolaan keuangan daerah harus tetap responsif terhadap kondisi faktual dan proyeksi fiskal yang berubah-ubah.

Ia menekankan bahwa keuangan daerah merupakan instrumen penting untuk pembangunan, sehingga pengelolaannya harus tertib, efisien, dan akuntabel.

Pendapatan Transfer Anjlok, PAD Naik Tipis

Dalam penjelasannya, Sri Sultan menegaskan bahwa pendapatan daerah DIY menurun meskipun Pendapatan Asli Daerah (PAD) mengalami kenaikan tipis.

Sri Sultan memaparkan bahwa total pendapatan daerah dalam Perubahan APBD 2025 diproyeksikan sebesar Rp4,75 triliun, turun dari sebelumnya Rp5,02 triliun.

Penurunan terutama terjadi pada pendapatan transfer yang anjlok hingga 8,78 persen atau sekitar Rp290 miliar.

Namun demikian, Sri Sultan mengatakan PAD justru naik tipis dari Rp1,70 triliun menjadi Rp1,73 triliun. Sementara pendapatan lain-lain yang sah tetap di angka Rp7,60 miliar.

“Ini menunjukkan semangat kemandirian fiskal yang tetap dijaga,” ujar Sri Sultan dengan nada optimistis.

Efisiensi Belanja dan Penyesuaian Pembiayaan

Dari sisi belanja, Sri Sultan menegaskan bahwa pemerintah menurunkan total belanja daerah untuk menyesuaikan kemampuan fiskal.

Baca juga  Wakil Bupati Kulon Progo Dorong Koperasi Desa Merah Putih Angkat Potensi Lokal Bersama Himbara

Sri Sultan memaparkan total belanja daerah dalam perubahan APBD dirancang sebesar Rp5,03 triliun, menurun dari sebelumnya Rp5,23 triliun.

Sri Sultan menjelaskan belanja operasi turun dari Rp3,61 triliun menjadi Rp3,43 triliun. Namun, belanja modal justru naik 2,54 persen menjadi Rp726,57 miliar.

Sri Sultan menegaskan kenaikan belanja modal diarahkan untuk pembangunan fisik dan pengadaan strategis yang mendukung percepatan program prioritas.

Belanja tidak terduga juga dikurangi menjadi Rp23,13 miliar. Sedangkan belanja transfer turun menjadi Rp852,15 miliar.

Sri Sultan menegaskan bahwa efisiensi menjadi kata kunci, tetapi pembangunan tetap harus berjalan sesuai rencana strategis daerah.

“Efisiensi harus dilakukan, tapi pembangunan tetap harus berjalan,” ujar Sri Sultan dengan tegas.

Sri Sultan juga menjelaskan bahwa pemerintah menaikkan pembiayaan daerah untuk menutup kesenjangan antara pendapatan dan belanja.

Ia menyebut pembiayaan daerah naik dari Rp211,83 miliar menjadi Rp277,5 miliar. Sri Sultan berharap kenaikan pembiayaan ini mampu menutup selisih dan memastikan seluruh program prioritas tetap terlaksana.

“Kita tidak bisa menunda program penting hanya karena penyesuaian. Solusinya adalah pembiayaan yang terukur dan bertanggung jawab,” kata Sri Sultan.

Baca juga  Pemkot Yogyakarta Resmi Launching Senam Jogja, Gerakan Bernuansa Tari Khas Jogja

Sri Sultan mengajak DPRD DIY untuk segera membahas rancangan perubahan APBD ini secara konstruktif dan profesional. Ia menekankan pentingnya kesepakatan bersama mengingat waktu pelaksanaan program tahun 2025 yang semakin terbatas.

Di akhir penjelasannya, Sri Sultan menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota legislatif atas dukungan dan kerja sama yang baik dalam menjaga stabilitas pembangunan DIY.

“Semoga apa yang kita upayakan bersama dapat membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat DIY,” pungkas Sri Sultan.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya