Pemkot Yogyakarta Resmi Launching Senam Jogja, Gerakan Bernuansa Tari Khas Jogja

Bagikan :
Launching Senam Jogja/Foto: Pemkot Yogyakarta

KabarJawa.com– Pemerintah Kota Yogyakarta resmi melakukan launching Senam Jogja melalui gelaran Lomba Senam Jogja di Lapangan Balai Kota, Jumat (21/11).

Lapangan yang biasanya tampak formal berubah total menjadi lautan warna. Para peserta mengenakan kostum mencolok, penuh semangat, dan memancarkan energi kebersamaan khas ASN Kota Yogyakarta.

Momentum ini bukan sekadar perlombaan, melainkan kelahiran identitas baru yang menjiwai budaya sehat dan disiplin para aparatur negara.

Launching Senam Jogja

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, tampil energik memimpin jalannya kegiatan. Wawan mengajak seluruh ASN menjadikan olahraga sebagai rutinitas yang tidak bisa ditawar lagi.

Ia menegaskan bahwa ASN yang sehat akan memberikan pelayanan publik yang jauh lebih prima.

“Di dalam jiwa yang sehat terdapat apa? Ya, badan yang kuat. Kalau kita rutin olahraga, badan lebih segar, muka tidak loyo, sehingga kita bisa melayani masyarakat dengan cerah dan fit,”ujarnya.

Wawan menegaskan bahwa Senam Jogja harus menjadi identitas ASN Kota Yogyakarta. Ia mengapresiasi gerakan yang sederhana namun tetap mampu membuat tubuh berkeringat dalam waktu singkat.

Baca juga  Ribuan Orang Menanti di Bawah Gerimis: Pemakaman Raja Keraton Solo Paku Buwono XIII di Imogiri Digelar Tertutup

Menurutnya, durasi 5–15 menit saja sudah cukup mengembalikan kesegaran tubuh usai padatnya agenda pekerjaan.

“Baru lima menit tadi sudah fresh. Saya setuju kegiatan ini tidak berhenti hari ini, tetapi menjadi rutinitas Korpri. Kita sebagai pelayan masyarakat wajib selalu fit,” katanya.

Wawan mengaku terkesan dengan perpaduan senam dan tari yang ditampilkan dalam Senam Jogja. Menurutnya, unsur tarian tersebut mencerminkan kearifan lokal yang membuat gerakan ini terasa unik, indah, dan sarat identitas budaya.

“Sudah ada campuran tari yang Jogja banget. Saya yakin ini akan booming karena identitasnya kuat sekali,” ungkapnya.

Senam Jogja sendiri merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) serta Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta.

Lagu dan gerakannya mencerminkan karakter Jogja yang lembut, ramah, tapi tetap penuh energi. Senam ini diperkenalkan sebagai bagian dari perayaan HUT KORPRI ke-54.

Lomba Senam Jogja

Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya, menilai antusiasme peserta luar biasa.

Ia menyebut lomba ini bukan sekadar ajang mencari juara, tetapi sarana memperkuat solidaritas antaranggota KORPRI.

Baca juga  Lamora Sagan Hotel Yogyakarta Hadirkan Promo ARTSTAY, Paket Menginap Sekaligus Akses ARTJOG 2026

“Yang paling penting dari lomba ini adalah membangun kebersamaan. Latihan yang panjang dan performa yang luar biasa itu membentuk kekompakan yang lebih kuat,” tegas Aman.

Aman juga menjelaskan alasan unsur tari masuk  dalam gerakan senam. Unsur budaya menjadi simbol kuat bahwa Jogja tidak pernah meninggalkan identitasnya sebagai kota yang kaya tradisi.

“Gerakan tidak hanya soal energi, tetapi juga rasa dan budaya. Semua menjadi satu kesatuan agar senam ini menjadi senam yang paripurna,” terangnya.

Sebanyak 45 tim dari perangkat daerah, BUMD, kemantren, dan sekolah berpartisipasi dalam lomba ini.

Selain tiga kategori juara utama, panitia juga menyiapkan penghargaan seperti tim favorit, terheboh, dan terkompak. Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pengurus KORPRI Kota Yogyakarta.

Salah satu anggota tim Dindikpora, Karsono, mengungkap kisah yang tidak diketahui publik. Ia menyebut bahwa proses pembentukan tim penuh tantangan karena setiap anggota harus menyesuaikan waktu latihan di tengah tumpukan pekerjaan.

Menurutnya, tidak semua pegawai mampu bertahan mengikuti proses latihan yang ketat. Beberapa mundur karena menilai gerakan senam cukup rumit.

Baca juga  Pemkot Yogyakarta Raih Penghargaan Sangat Memuaskan dari ANRI, Bukti Tata Kelola Arsip Transparan dan Modern

“Banyak yang merasa gerakannya sulit. Sudah dipilih, tapi ada yang mundur karena merasa tidak sanggup. Yang tersisa akhirnya adalah orang-orang yang benar-benar siap bertahan,” kata Karsono.

Meski begitu, Karsono memuji para pencipta gerakan Senam Jogja. Ia menilai unsur tarian membuat senam ini terasa lebih hidup dan mencerminkan karakter budaya Yogyakarta.

“Yogyakarta itu kota budaya. Jadi, ketika ada senam yang memadukan unsur tari, ya cocok sekali. Saya salut untuk para penciptanya,” ujarnya. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya