OJK dan Pemkab Gunungkidul Bersinergi Wujudkan Masyarakat Cerdas Finansial: Bongkar Modus Penipuan Berkedok Penghapusan Utang

Bagikan :
Edukasi Keuangan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), Perangkat Desa, dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Gunungkidul/Foto: Pemkab Gunungkidul

KABARJAWA – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya literasi keuangan.

Keduanya menggelar edukasi keuangan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), perangkat desa, dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Gunungkidul, Selasa (15/7).

Kepala OJK DIY, Eko Yunianto. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menekankan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menghalau maraknya praktik keuangan ilegal yang meresahkan warga.

Modus Penipuan Berkedok Penghapusan Utang

Ia menegaskan OJK memiliki amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) untuk melindungi konsumen dan memberantas keuangan ilegal.

“OJK telah menyusun Peta Jalan Pelindungan Konsumen yang mencakup literasi dan inklusi keuangan, pengawasan market conduct, pelindungan konsumen, serta pemberantasan aktivitas keuangan ilegal. Kami juga menerbitkan POJK Nomor 14 Tahun 2024 tentang Satgas Penanganan Kegiatan Usaha Tanpa Izin di Sektor Keuangan atau Satgas PASTI,” tegas Eko.

OJK menyampaikan kekhawatiran serius terkait meningkatnya laporan penipuan berkedok penghapusan pinjaman. Modus ini mengatasnamakan lembaga internasional seperti Bank for International Settlements dan FATF.

Baca juga  Wali Kota Yogyakarta Sebut Rekonstruksi Sosial dan Revolusi Mindset jadi Kunci Bangun SDM Berkualitas

Dalam skemanya, pelaku meminta masyarakat menyerahkan hasil SLIK dan sertifikat asli sebagai syarat penghapusan pinjaman. OJK menegaskan program tersebut tidak resmi dan berpotensi menjerat korban dalam kerugian finansial berkepanjangan.

“OJK telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Pemda DIY untuk melakukan edukasi sebagai langkah preventif. Kami ingin masyarakat tidak tergiur iming-iming pengembalian investasi tidak masuk akal, penghapusan utang, ataupun modus penipuan lainnya,”ujar dia.

Indeks Literasi Keuangan

OJK juga menyoroti hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang menunjukkan indeks literasi keuangan Indonesia mencapai 66,46 persen.

Sementara itu, indeks inklusi keuangan mencapai 80,51 persen. Gap tersebut membuka celah lebar bagi pelaku penipuan keuangan, terutama di platform digital.

Sebagai bentuk nyata perlindungan masyarakat, OJK bersama Satgas PASTI meluncurkan Indonesia Anti Scam Center (IASC).

IASC menangani laporan penipuan, memblokir rekening penipu, dan mendorong pengembalian dana korban. Masyarakat dapat melaporkan penipuan melalui kanal sipasti.ojk.go.id.

Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto menyampaikan apresiasinya atas kehadiran OJK yang merespons cepat keresahan masyarakat terkait isu penghapusan utang.

Baca juga  Ribuan Penonton Serbu Prambanan Jazz Festival 2026, Rela Datang dari Berbagai Daerah Demi Musisi Favorit

Isu tersebut sempat menghebohkan wilayah Paliyan, Panggang, dan Purwosari. Joko menegaskan, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tidak ingin masyarakat terjebak janji manis program ilegal.

“Kegiatan ini langkah tepat untuk memberi informasi resmi kepada masyarakat. Kita tidak ingin isu ini dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab,” tegas Joko.

Joko juga menekankan peran vital perangkat desa dan tokoh masyarakat sebagai garda terdepan menyebarkan informasi.

Ia menyadari di era digital, tantangan bukan hanya dari luar tetapi juga dari dalam, berupa misinformasi dan penipuan keuangan oleh oknum tak bertanggung jawab.

“Literasi keuangan adalah tameng utama kita. Saya harap edukasi ini diteruskan ke masyarakat luas agar mereka tidak mudah tertipu,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama OJK dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) berkomitmen memperkuat perlindungan konsumen.

Mereka bersatu memberantas praktik keuangan ilegal dan mendorong inklusi keuangan yang adil serta merata di seluruh wilayah Gunungkidul. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Messi memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Prancis dalam final dramatis di Qatar.
Pada Tahun Berapa Messi Memimpin Argentina Meraih Gelar Piala Dunia?