
KabarJawa.com — Kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi di Kabupaten Gunungkidul meningkat signifikan selama periode libur Lebaran 2026. Dalam rentang waktu 13 hingga 29 Maret 2026, jumlah wisatawan tercatat mencapai 435.052 orang.
Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi salah satu yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami mencatat total kunjungan mencapai 435.052 wisatawan. Ini angka yang sangat signifikan dan menunjukkan bahwa Gunungkidul tetap menjadi primadona wisata,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Dampak Ekonomi dari Sektor Pariwisata
Selain peningkatan jumlah pengunjung, sektor pariwisata juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah. Selama periode tersebut, total pendapatan yang dihasilkan mencapai Rp5.411.364.700.
Pendapatan tersebut berasal dari berbagai sumber, antara lain retribusi tiket masuk objek wisata, parkir, serta aktivitas ekonomi masyarakat seperti kuliner, penginapan, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Lonjakan ini menunjukkan peran sektor pariwisata dalam mendukung perputaran ekonomi lokal, khususnya di kawasan destinasi wisata.
Destinasi Pantai Masih Mendominasi
Sejumlah destinasi pantai di pesisir selatan menjadi tujuan utama wisatawan. Beberapa lokasi yang ramai dikunjungi antara lain Pantai Baron, Pantai Kukup, Pantai Indrayanti, dan Pantai Drini.
Kawasan tersebut dipadati wisatawan sejak pagi hingga sore hari. Tingginya kunjungan dipengaruhi oleh daya tarik alam serta akses yang semakin baik.
Pemerintah daerah bersama pengelola wisata melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung. Upaya tersebut meliputi peningkatan pelayanan, perbaikan infrastruktur, serta pengaturan lalu lintas di sekitar kawasan wisata.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan dan kenyamanan wisatawan selama masa libur panjang.
Evaluasi dan Pengembangan Pariwisata
Dinas terkait menyatakan akan menjadikan periode libur Lebaran sebagai bahan evaluasi untuk pengembangan sektor pariwisata ke depan.
Peningkatan kualitas layanan, kebersihan, keamanan, dan kenyamanan menjadi fokus utama dalam pengelolaan destinasi wisata.
“Kami tidak hanya mengejar jumlah, tetapi juga kualitas layanan. Kami ingin wisatawan merasa puas dan kembali lagi ke Gunungkidul,” kata Eko.
Lonjakan kunjungan ini menunjukkan bahwa Gunungkidul tetap menjadi salah satu tujuan wisata utama di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ke depan, pengelolaan yang berkelanjutan menjadi faktor penting untuk menjaga keseimbangan antara peningkatan kunjungan dan kelestarian lingkungan.