Dari Bantul ke Dunia: Kisah Ikan Kalengan Nuriyana Tembus 10 Negara, Serap 1 Kuintal Ikan Nelayan Setiap Hari

Bagikan :
Ikan Kalengan Nuriyana/Foto: ef linangkung

KABARJAWA – Di sudut tenang Kabupaten Bantul, tepatnya di Pantai Depok Parangtritis, berdiri sebuah dapur pengalengan sederhana. Namun, jangan tertipu oleh tampilan yang bersahaja.

Dari tempat inilah, ratusan kilogram ikan hasil tangkapan nelayan lokal diolah menjadi produk ekspor bernilai tinggi.

Setiap hari, Dapur Nuriyana menyerap hingga satu kuintal ikan segar untuk diolah menjadi makanan siap saji dalam bentuk kaleng yang kini telah merambah pasar internasional, menembus sedikitnya 10 negara.

Awal Perjalanan

Empat tahun lalu, Nuriyana hanyalah gagasan sederhana milik seorang mantan tenaga kesehatan yang memutuskan pensiun dini pasca pandemi COVID-19. Awalnya, produksi hanya mencapai 300 kaleng per hari. Prosesnya lambat, kapasitas terbatas, dan belum ada kejelasan soal izin edar.

Namun, sang pendiri tidak menyerah. Ia terus mencari pola produksi yang pas, mengurus izin dengan tekun, hingga akhirnya berhasil mendapatkan sertifikasi lengkap—termasuk halal MUI untuk 75 mesin dan 70 jenis produk makanan.

Kini, setiap hari Nuriyana mampu memproduksi hingga 1.000 kaleng makanan laut. Mesin-mesin yang berputar tanpa henti itu tidak hanya mendongkrak angka produksi, tetapi juga membuka jalan bagi ekspansi global.

Jika sebelumnya hanya melayani pasar lokal, kini produk ikan kalengan Nuriyana hadir di meja makan rumah tangga di Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Prancis, Jerman, Taiwan, Hong Kong, China, Singapura, dan yang terbaru—Australia.

Baca juga  May in Motion Hadirkan Deretan Event dan Program Belanja Meriah di Sleman City Hall Sepanjang Mei 2026

Produksi Ikan Kalengan Nuriyana Meningkat

Direktur Pemasaran Nuriyana, Joko Santosa, menyampaikan bahwa ekspor menjadi momentum penting bagi peningkatan kapasitas produksi.

“Dulu sehari hanya 300 sampai 500 kaleng. Sekarang kami bisa 1000 kaleng. Itu pun belum maksimal. Kalau ekspor terus lancar, kami akan menambah mesin agar kapasitas bisa dua kali lipat,” ujar Joko dengan semangat.

Setiap bulannya, Nuriyana melakukan ekspor satu hingga dua kali. Proses pengiriman tidak menggunakan kontainer besar, tetapi dikemas rapi dalam box berisi 25 kilogram yang dikirim melalui bagasi pesawat.

Setiap box berisi sekitar 100 kaleng, dan dalam sekali pengiriman bisa mencapai puluhan box. Dengan harga ekspor yang berkisar antara Rp60.000 hingga Rp70.000 per kaleng, satu kali pengiriman bernilai puluhan juta rupiah.

Serap Hasil Tangkapan Nelayan, Berdayakan Warga Lokal

Yang membuat Nuriyana lebih istimewa adalah dampak sosialnya. Usaha ini tidak hanya mendongkrak nilai jual ikan lokal, tetapi juga menyerap tenaga kerja dari masyarakat sekitar. Lebih dari 10 warga lokal kini bekerja setiap hari di dapur pengalengan ini.

Baca juga  Tol Segmen Purwomartani–Prambanan Dibuka Fungsional untuk Mudik Lebaran 2026

Tak hanya itu, lahan kosong di sekitar pabrik akan ditanami sayuran organik seperti cabai dan tomat, yang akan dijadikan bahan bumbu kaleng. Semua ini demi mendukung program ketahanan pangan nasional yang digaungkan Presiden Prabowo.

“Kami ingin mandiri. Kalau bisa cabai dan bumbu kami tanam sendiri, kami bisa kurangi ketergantungan pada bahan dari luar. Tenaga kerjanya pun masyarakat sekitar. Ini benar-benar dari kita untuk kita,” tutur Joko.

Sebelum meluncurkan produk ke pasar, setiap jenis makanan kaleng melalui proses karantina dan uji mutu selama dua minggu. Proses ini penting untuk memastikan tidak ada kerusakan fisik maupun penurunan kualitas isi kaleng.

“Kita tidak bisa kompromi dengan kualitas. Setiap batch yang selesai diproduksi kita pantau terus. Kalau ada kerusakan, langsung kita tarik,” ujar Joko tegas.

Bukan Sekadar Bisnis, Ini Misi Mengangkat Nama Bantul

Meski berjalan di bawah nama brand Nuriyana, usaha ini bukan sekadar milik pribadi. Berkat dukungan luar biasa dari Pemerintah Kabupaten Bantul, terutama Dinas Perikanan serta Dinas Koperasi dan UMKM, Dapur Nuriyana kini menjadi bagian dari koperasi lokal yang bertujuan membawa nama besar Bantul ke kancah dunia.

Baca juga  Mensos Gus Ipul Lepas Ekspor Kerajinan KPM ke Amerika, Cahaya Harapan Baru Keluarga Miskin Bantul

“Tempat ini milik dinas, pengelolanya kami. Tapi secara hukum kami bermitra resmi dengan pemerintah. Jadi saat kami ekspor, nama yang kami bawa bukan lagi sekadar ‘Nuriyana’, tapi ‘Bantul’. Itu tanggung jawab besar yang kami banggakan,” jelas Nuriyana.

Menuju Dunia: Undangan KBRI dan Penghargaan Nasional

Perjalanan Nuriyana tidak berhenti di titik ini. Pada 14 Juni mendatang, Nuriyana akan menerima penghargaan dari Indonesian Mega Magazine sebagai usaha inspiratif dalam pemanfaatan produk pangan lokal.

Tak hanya itu, KBRI di Singapura, Belanda, Prancis, dan Jerman telah mengundang mereka untuk mengisi stan promosi produk UMKM Indonesia.

“Ini bukan pencapaian kami pribadi, ini adalah pencapaian seluruh warga Bantul. Tanpa dukungan pemerintah, nelayan, dan warga sekitar, Nuriyana tidak akan sampai ke sini,” tutup Nuriyana.

Dengan semangat yang tidak padam, dukungan yang terus mengalir, dan pasar global yang semakin terbuka, Nuriyana siap menatap masa depan. Ikan dari Pantai Depok kini bukan hanya menjadi santapan lokal, tetapi juga simbol ekspor kebanggaan Indonesia.

Di balik setiap kaleng berlabel Nuriyana, terdapat kerja keras nelayan Bantul, tangan-tangan terampil warga lokal, dan cita rasa Indonesia yang siap memikat dunia. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid