
Kabarjawa – Komitmen untuk tetap memberikan hak pendidikan kepada setiap anak bangsa kembali terlihat dari upaya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung yang memfasilitasi dua pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri untuk mengikuti Ujian Penilaian Sumatif Akhir Jenjang di tengah proses hukum yang sedang mereka jalani.
Hak Pendidikan Tetap Diberikan Meski Berstatus Tahanan
Dua pelajar berinisial BK dan FAN, masing-masing berasal dari dua SMK Negeri berbeda di Kabupaten Tulungagung. Saat ini, keduanya tengah menjalani proses hukum dan dititipkan di Lapas Tulungagung.
Meskipun demikian, pihak sekolah tetap mengajukan permohonan agar keduanya dapat mengikuti ujian akhir jenjang pendidikan menengah.
Ujian tersebut berlangsung sejak 10 hingga 22 April 2025, dan diselenggarakan di ruang layanan Litmas Lapas Tulungagung.
Proses pelaksanaan ujian dilakukan dengan pengawasan ketat, di mana masing-masing siswa didampingi oleh dua pengawas dari sekolah mereka masing-masing. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan ujian tetap berjalan sesuai prosedur dan menjaga kredibilitas penilaian.
Lapas Fasilitasi Pendidikan Sebagai Bagian dari Pembinaan
Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Lapas Tulungagung dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga pembinaan.
Melalui pemberian akses terhadap pendidikan formal, Lapas berharap warga binaan yang masih berstatus pelajar bisa memiliki harapan dan masa depan yang lebih baik setelah menjalani proses hukum.
Pihak Lapas menegaskan bahwa pemberian kesempatan mengikuti ujian ini sejalan dengan kebijakan yang menekankan pentingnya pembinaan dan pemenuhan hak dasar, salah satunya pendidikan.
Masa Depan Masih Terbuka Bagi Pelajar di Tengah Ujian Hidup
Salah satu pelajar diketahui sedang menjalani proses hukum atas dugaan kepemilikan bahan berbahaya yang melibatkan bahan peledak. Saat ini, proses hukum masih berjalan dan menunggu putusan dari majelis hakim.
Meski demikian, pihak sekolah dan Lapas sepakat bahwa pendidikan tidak boleh terhenti, terlepas dari situasi hukum yang sedang dihadapi.
Langkah Lapas Tulungagung memberikan akses pendidikan kepada dua pelajar yang sedang menjalani proses hukum merupakan contoh nyata komitmen untuk tidak meninggalkan siapa pun dalam hal pendidikan.
Harapan besar tertanam agar kedua siswa ini tetap semangat menjalani ujian akhir mereka dan mampu memperbaiki masa depan dengan bekal pengetahuan yang diperoleh, walau dalam situasi yang menantang.
Semoga melalui kesempatan ini, BK dan FAN bisa menjadi pribadi yang lebih tangguh, serta menyongsong masa depan dengan semangat dan tekad yang baru.(Kabarjawa)