Meski Hanya Miliki Belasan Hektare Lahan, Bantul Targetkan Tanam 34.546 Hektare Padi

Bagikan :
Panen raya Padukuhan Sirait, menggunakan teknologi modern untuk hasil maksimal. (Ef Linangkung)

KABARJAWA – Pemerintah Kabupaten Bantul tetap konsisten menjadikan pertanian sebagai sektor prioritas, meski luas lahan pertanian terus menyusut.

Dengan hanya memiliki sekitar 14.000 hektare lahan sawah, Pemkab Bantul menargetkan luasan tanam padi mencapai 34.546 hektare pada 2025. Target ini akan dicapai melalui sistem tanam bergilir dan pemanfaatan teknologi pertanian modern.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengungkapkan hal tersebut saat menghadiri panen raya padi di Padukuhan Sirait, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Bambanglipuro.

Dari lahan seluas 50 hektare, petani mencatatkan produktivitas tinggi mencapai 8,05 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Bulog langsung menyerap hasil panen dengan harga Rp6.500 per kilogram.

“Meski lahan makin sempit, kami tetap optimistis. Hari ini kami panen 50 hektare di Sirait dengan produktivitas 8,05 ton per hektare. Bulog sudah menyerap hasilnya. Ini membuktikan potensi pertanian Bantul sangat kuat,” ujar Halim.

Ia menjelaskan bahwa produktivitas rata-rata padi di Bantul kini berkisar 7,2 ton per hektare dan terus mengalami peningkatan berkat dukungan teknologi.

Baca juga  Luas Sawah di Kulon Progo Berkurang 400–500 Hektare Sejak Pembangunan Bandara YIA

Namun, tantangan besar datang dari laju alih fungsi lahan. Data Dinas Pertanian menyebutkan, Bantul kehilangan sekitar 100–150 hektare lahan pertanian setiap tahun karena peralihan ke fungsi permukiman, industri, dan fasilitas umum lainnya.

“Kami tidak bisa menutup mata. Alih fungsi lahan memang terjadi, dan itu bagian dari dinamika pembangunan. Tapi kami menjawab tantangan itu dengan meningkatkan produktivitas melalui teknologi,” jelasnya.

Pemkab Bantul mendorong pemanfaatan teknologi di semua tahap produksi, mulai dari benih unggul, pemupukan, irigasi presisi, hingga mekanisasi panen. Beberapa lahan bahkan mampu panen tiga hingga empat kali dalam setahun.

Presiden RI, Prabowo Subianto, juga menyoroti pentingnya teknologi pertanian saat berkunjung ke Ngawi. Ia mendorong daerah-daerah meniru praktik pertanian efisien dengan hasil maksimal, meski dalam kondisi keterbatasan pupuk.

“Kami yakin, dengan sistem tanam bergilir, lahan 14.000 hektare bisa menghasilkan 34.546 hektare luasan tanam. Ini soal efisiensi dan inovasi,” tegas Halim.

Dengan komitmen kuat di tengah tantangan lahan, Bantul terus mengukuhkan diri sebagai salah satu lumbung pangan andalan di DIY.

Baca juga  Semakin Masif, JCW Desak APH DIY Selidiki Dugaan Korupsi Alih Fungsi Lahan Pertanian

Pemerintah berharap kombinasi teknologi dan peran aktif petani mampu menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat desa.*

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid