Menghidupkan Kembali Tradisi Guyang Sapi: Komitmen Gunungkidul Jaga Kesehatan Ternak dan Warisan Leluhur

Bagikan :
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, turut Ngguyang (memandikan) Sapi./Foto: Pemkab Gunungkidul

KABARJAWA– Suasana pagi di Telaga Ploso, Padukuhan Poloso, Kalurahan Giritirto, Kapanewon Purwosari terasa berbeda dari biasanya.

Deru langkah kaki sapi bercampur suara riang peternak mengisi udara segar di sekitar telaga yang airnya tak pernah surut itu. Hari itu, tradisi lama yang nyaris hilang kembali dihidupkan, ngguyang sapi atau memandikan sapi di telaga.

Tradisi yang dahulu menjadi rutinitas peternak kini mulai ditinggalkan. Modernisasi, perubahan pola hidup, serta berkurangnya jumlah telaga membuat budaya ini perlahan memudar.

Mengembalikan Tradisi

Namun, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ingin mengembalikan ruh dari tradisi itu, bukan sekadar ritual, tetapi sebagai langkah nyata menjaga kesehatan ternak.

Lewat kegiatan bertajuk Ngguyang Sapi Neng Tlogo: Nggayuh Prayogo, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, memimpin langsung pemulihan tradisi yang sarat makna ini.

“Bukan hanya tradisi yang kami hidupkan kembali, tapi juga kesadaran kolektif tentang pentingnya kebersihan ternak. Kunci sapi sehat adalah tubuh yang bersih dan kandang yang terawat,” ujar Bupati.

Filosofi Tradisi Guyang Sapi

Tradisi guyang sapi bukan semata-mata mencuci kotoran. Ia menyimpan filosofi bahwa manusia dan hewan hidup berdampingan dalam harmoni alam.

Baca juga  TNI AD Kokohkan Kampung Pancasila, Bangun Karakter Bangsa di Tengah Gempuran Globalisasi

Di tengah meningkatnya ancaman penyakit seperti PMK, antraks, hingga LSD, kegiatan ini menjadi simbol perlindungan dan cinta terhadap hewan ternak.

Telaga Ploso tak dipilih sembarangan. Selain menjadi telaga yang tak pernah kering, wilayah ini juga merupakan sentra ternak, dengan 230 dari 270 kepala keluarga memelihara sapi. Artinya, intervensi kebersihan dan kesehatan ternak di daerah ini akan memberikan dampak signifikan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul, Wibawanti Wulandari, menegaskan bahwa kegiatan ini juga bagian dari langkah pencegahan masif menjelang Hari Raya Iduladha.

“Pencegahan lebih murah daripada pengobatan. Kami siapkan vaksinasi, vitamin, bahkan tali asih bagi peternak yang sapinya mati akibat penyakit menular,” jelasnya.

Hingga saat ini, Pemkab Gunungkidul telah menggelontorkan hampir 6.000 dosis vaksin, 3.500 dosis vitamin, serta obat cacing untuk 2.000 ekor sapi secara gratis.

Bahkan, kini berlaku aturan bahwa sapi yang belum divaksin tidak akan mendapat Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dan tak dapat dijual ke luar daerah.

Baca juga  13 Sekolah Dasar di Gunungkidul Nihil Siswa Baru pada SPMB 2026, Regrouping 9 SD Negeri Mulai Dikaji

Kehadiran kegiatan ini bukan hanya bentuk intervensi pemerintah, tapi juga ajakan kepada masyarakat untuk kembali peduli—baik pada ternaknya, maupun pada warisan budaya yang pernah menjadi nadi kehidupan desa.

Dengan guyuran air telaga dan tawa peternak, tradisi guyang sapi lahir kembali. Ia bukan sekadar nostalgia, melainkan gerakan menjaga ketahanan pangan dan martabat peternak desa. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya