13 Sekolah Dasar di Gunungkidul Nihil Siswa Baru pada SPMB 2026, Regrouping 9 SD Negeri Mulai Dikaji

Bagikan :
Sebanyak 13 sekolah dasar di Gunungkidul tidak memperoleh murid baru pada pelaksanaan SPMB 2026 sehingga pemerintah mulai mengkaji kebijakan regrouping. (KJ)

DOYANDUIT – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 mengungkap tantangan besar yang dihadapi dunia pendidikan dasar di Kabupaten Gunungkidul.

Sebanyak 13 sekolah dasar tercatat tidak memperoleh satu pun murid baru, sementara lebih dari separuh daya tampung yang disediakan pemerintah juga tidak terisi.

Kondisi tersebut menjadi sinyal kuat menurunnya jumlah peserta didik usia sekolah dasar di Gunungkidul.

Selain berdampak pada proses pembelajaran, situasi ini juga memengaruhi efektivitas penggunaan tenaga pendidik, anggaran operasional, hingga pemanfaatan fasilitas sekolah.

Lebih dari Separuh Daya Tampung Tidak Terisi

Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul menyediakan 13.804 kursi untuk jenjang sekolah dasar pada SPMB 2026. Namun hingga proses penerimaan selesai, jumlah siswa yang diterima hanya mencapai 6.731 orang.

Artinya, lebih dari 7.000 kursi atau sekitar setengah dari total daya tampung tidak terisi.

Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Gunungkidul, Asbani, mengatakan banyak sekolah bahkan tidak mampu memenuhi jumlah ideal satu rombongan belajar (rombel) yang seharusnya berisi 28 siswa.

“Bahkan ada 13 SD yang tidak mendapat murid dalam SPMB,” katanya.

Baca juga  Pembukaan MTQ Pelajar Wonosari 2025: Wabup Gunungkidul Tegaskan Ini Bukan Sekadar Lomba, tapi Pembentukan Akhlak 

Sembilan SD Negeri Tidak Mendapat Murid Baru

Dari total 13 sekolah yang nihil peserta didik baru, sembilan merupakan sekolah dasar negeri.

Daftarnya meliputi:

Sekolah Kapanewon
SDN II Songbanyu Girisubo
SDN Gelaran III Karangmojo
SDN Sambeng II Ngawen
SDN Wonolagi Playen
SDN Ngabean Ponjong
SDN Widoro Semin
SDN Jaten Tanjungsari
SDN Kemiri Tanjungsari
SDN Puleireng Tepus

Sementara itu, empat sekolah swasta yang juga tidak memperoleh murid baru adalah:

  • SD Kanisius Ngawen
  • SD Sanjaya Giring (Paliyan)
  • SD Muhammadiyah Dawung (Rongkop)
  • SD Kanisius Bandung 1 (Playen)

Fenomena tersebut menunjukkan penurunan jumlah peserta didik tidak hanya dialami sekolah negeri, tetapi juga lembaga pendidikan swasta.

Regrouping Mulai Dikaji

Menghadapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Gunungkidul mulai mengkaji kebijakan regrouping atau penggabungan sekolah.

Langkah ini dipersiapkan untuk meningkatkan efektivitas proses pembelajaran sekaligus efisiensi penyelenggaraan pendidikan.

Asbani menjelaskan bahwa kebijakan tersebut masih berada dalam tahap kajian dan belum diputuskan.

“Ini masih kita kaji. Tujuan penggabungan sekolah agar pelaksanaan kegiatan belajar mengajar lebih efektif dan efisien,” ujarnya.

Baca juga  Konser Malam Tahun Baru di Jogja, Glagah Year-End Sunset Festival 2025 Siap Digelar, Ini Rundown Lengkapnya

Kajian dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari jumlah peserta didik, kondisi sekolah, persebaran penduduk, hingga dampak sosial terhadap masyarakat.

Hanya Berlaku bagi Sekolah dengan Jumlah Siswa Sangat Minim

Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, membenarkan bahwa sembilan SD negeri yang tidak memperoleh murid baru berpotensi masuk dalam program regrouping.

Menurutnya, sekolah-sekolah tersebut kesulitan memenuhi syarat minimal pembentukan satu rombongan belajar.

“Tidak bisa memenuhi kuota satu rombongan belajar. Makanya, dikaji untuk bisa digabung dengan sekolah lain,” katanya.

Nunuk menjelaskan, penggabungan sekolah akan mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 17 Tahun 2017 tentang Penataan dan Penggabungan Satuan Pendidikan.

Dalam regulasi tersebut disebutkan bahwa sekolah dengan jumlah peserta didik kurang dari 30 orang dapat dipertimbangkan untuk digabung dengan sekolah lain.

Meski demikian, pemerintah juga akan memperhatikan jarak antarsekolah agar akses pendidikan bagi siswa tetap terjaga.

Tantangan Demografi Mulai Terasa

Menurunnya jumlah murid dinilai bukan sekadar persoalan penerimaan peserta didik baru. Fenomena ini juga mencerminkan perubahan demografi di Kabupaten Gunungkidul yang berdampak langsung terhadap dunia pendidikan.

Baca juga  Aktivitas Gunung Merapi Mei 2026 Masih Tinggi, BPPTKG Catat Awan Panas Guguran dan Ribuan Gempa Vulkanik

Ketika jumlah lulusan taman kanak-kanak terus menurun sementara jumlah sekolah relatif tetap, ketimpangan antara daya tampung dan jumlah calon peserta didik semakin besar.

Akibatnya, banyak sekolah kesulitan membentuk rombongan belajar secara ideal sehingga pemerintah perlu menyusun strategi penataan layanan pendidikan.

Ringkasan Data SPMB SD Gunungkidul 2026

Keterangan Data
Daya tampung SD 13.804 kursi
Siswa diterima 6.731 orang
SD tanpa murid baru 13 sekolah
SD Negeri 9 sekolah
SD Swasta 4 sekolah

Penataan Sekolah Jadi Opsi Jangka Panjang

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul memastikan keputusan mengenai regrouping belum ditetapkan dan masih melalui proses kajian yang komprehensif.

Apabila nantinya penggabungan sekolah menjadi pilihan, kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar tanpa mengurangi akses masyarakat terhadap layanan pendidikan.

Di tengah tren penurunan jumlah peserta didik, tantangan dunia pendidikan di Gunungkidul tidak lagi hanya berkaitan dengan penerimaan siswa baru, tetapi juga menyangkut penataan sistem pendidikan agar tetap berkualitas, efisien, dan mampu menjawab perubahan kondisi demografi di masa mendatang.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya