Masih 4.670 Rumah Tangga di DIY Belum Nikmati Listrik Aman, Gerakan Urupke Resmi Diluncurkan di Gunungkidul

Bagikan :
Peluncuran Gerakan Urupke/Foto: Pemkab Gunungkidul

KABARJAWA – Ribuan rumah tangga di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga kini belum merasakan akses listrik yang legal dan aman.

Meski rasio elektrifikasi DIY tercatat mencapai 99,99 persen, kenyataannya masih ada 4.670 rumah tangga yang menggantungkan hidup pada sambungan ilegal yang rawan bahaya. Pemerintah pun bergerak cepat.

Peluncuran Gerakan Urupke

Pada Senin (23/6/2025), Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bersama Pemerintah Daerah DIY dan berbagai mitra secara resmi mencanangkan Gerakan Urupke (Urgensi Rasio Elektrifikasi untuk Pengentasan Kemiskinan) di Kalurahan Bedoyo, Kapanewon Ponjong.

Pemerintah DIY mengawali langkah besar ini dengan menyerahkan bantuan sambungan listrik secara simbolis kepada lima perwakilan penerima manfaat. Sorak haru dan semangat gotong royong mewarnai peluncuran program yang menyasar warga-warga tertinggal ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi dan Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY, Ana Rina Herbranti, membeberkan fakta mengejutkan. Ia menyatakan bahwa meskipun hampir seluruh wilayah DIY sudah teraliri listrik, masih ada ribuan keluarga yang hidup dalam keterbatasan.

Mereka terpaksa menyalur listrik dari tetangga dengan kabel seadanya, tanpa perlindungan dan standar keselamatan.

Baca juga  Sedot Anggaran Rp9 Miliar, 186 PAUD di Gunungkidul Terima Laptop dan Alat Permainan Edukatif

“Sebagian besar warga yang belum menikmati listrik legal masih menyalur dari tetangga. Ini berisiko sangat tinggi. Jika terjadi korsleting, kebakaran bisa melahap rumah dalam hitungan detik,” ungkap Ana.

Ana juga menegaskan bahwa fenomena ini tidak bisa dilepaskan dari persoalan kemiskinan ekstrem. Oleh sebab itu, pemerintah perlu hadir bersama sektor swasta untuk menutup ketimpangan ini melalui kerja sama konkret.

Pihak yang Berkolaborasi

Dinas PUPESDM DIY mengoordinasikan bantuan sambungan listrik dengan melibatkan perusahaan-perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Gunungkidul.

Total 35 rumah tangga menerima sambungan listrik baru, hasil kolaborasi berbagai pihak.

  • PT Sugih Alamanugroho memberikan bantuan untuk 4 rumah
  • PT Anindya Mitra Internasional mendukung 9 rumah
  • PT Supersonic menyumbang 2 rumah
  • CV Bahtera Usaha Sejati menyuplai listrik ke 2 rumah

 

Pegawai PLN melalui program Light Up The Dream membantu 18 rumah tersebar di Kapanewon Gedangsari, Nglipar, Wonosari, Playen, dan Patuk

Kepedulian ini tak hanya menyalakan lampu di rumah warga, tapi juga menyalakan harapan di tengah gelapnya keterbatasan.

Baca juga  Gelombang Penolakan: Aktivis Jogja Teriakkan 'Harto Bukan Pahlawan!'

Asisten Perekonomian Sekda DIY, Tri Saktiyana, menyampaikan pesan yang menggugah. Ia mengingatkan bahwa listrik bukan sekadar fasilitas rumah tangga, melainkan prasyarat utama untuk menghadapi era digital dan revolusi teknologi.

“Tak bisa kita bicara AI, smart city, atau internet kalau listrik saja belum masuk rumah. Gerakan Urupke bukan hanya soal menyalakan bohlam, tapi juga menyalakan masa depan,” tegas Tri di hadapan para tamu undangan.

Ia memuji peran PLN dan Pemkab Gunungkidul yang telah bekerja menyisir wilayah-wilayah terpencil. Ia juga menyebutkan bahwa gerakan ini layak menjadi model nasional dalam mewujudkan elektrifikasi aman dan adil.

Program Ini Menjadi Tonggak Penting

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, berdiri tegak di atas panggung dan menyuarakan komitmen kuat pemerintah daerah. Ia menyampaikan bahwa listrik bukan hanya perkara teknis, melainkan urusan hak dasar dan keadilan sosial.

“Di balik terang lampu rumah, tersimpan harapan. Anak bisa belajar di malam hari, ibu bisa mengakses layanan kesehatan, bapak bisa menjalankan usaha kecil. Listrik membuka jalan ke masa depan yang lebih baik,” ucap Endah, disambut tepuk tangan warga.

Baca juga  Nyaris Setahun Memimpin, Bupati Endah Lakukan Rotasi Pejabat Madya Pemkab Gunungkidul untuk Pertama Kalinya

Bupati menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tidak akan membiarkan satu pun warganya hidup dalam kegelapan. Ia menekankan pentingnya gotong royong lintas sektor, baik dari swasta, BUMN, hingga masyarakat sipil.

“Gerakan Urupke ini bukan hanya simbol, ini adalah perlawanan kita terhadap kemiskinan ekstrem. Kita buktikan bahwa pembangunan bisa merata, dari pusat kota hingga dusun-dusun terpencil,” tambahnya.

Peluncuran Gerakan Urupke menjadi tonggak penting menuju target elektrifikasi 100 persen secara legal dan aman di DIY. Pemerintah berharap program ini berkembang lebih luas dan menjangkau setiap rumah tangga yang masih hidup dalam kegelapan.

Langkah ini bukan hanya mengubah statistik, tapi mengubah hidup. Dengan menyalakan satu lampu, pemerintah dan masyarakat bersama-sama menyalakan semangat baru untuk pendidikan, ekonomi, dan kesehatan yang lebih baik.

Pemerintah, PLN, dunia usaha, dan masyarakat telah membuktikan bahwa ketika semua pihak bersatu, tak ada yang mustahil. Dengan semangat Urupke, Yogyakarta bergerak menuju keadilan energi dan Indonesia yang lebih terang. (Ef Linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya