
KABARJAWA – Seorang mahasiswi asal Kapuas, Kalimantan Tengah, nyaris mengakhiri hidupnya di Pantai Widodaren, Kapanewon Saptosari, Gunungkidul pada Sabtu, 28 Juni 2025 siang. Mahasiswi berinisial TWK (19) itu merupakan mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kapolsek Saptosari, AKP Suyanto, mengungkapkan TWK datang sendirian ke Pantai Widodaren. Saat itu, TWK hanya berdiri diam menatap laut dengan tatapan kosong. Salah satu warga setempat yang juga penjual warung di tepi pantai, merasa curiga melihat gelagat TWK.
“Penjaga warung itu mendekati TWK dan menanyakan keadaannya,” ujar dia.
Saat penjaga warung mengajak berbicara, TWK mengaku ingin mengakhiri hidup dengan melompat ke laut. Penjaga warung kaget mendengar pengakuan itu. Ia langsung menahan TWK yang sempat hendak meloncat ke laut.
Penjaga warung itu berhasil menahan TWK. Ia mengajak TWK ke warungnya untuk menenangkan diri. Di warung, warga memberi TWK makan dan minum.
Setelah TWK makan dan minum, selang lima menit kemudian, TWK tiba-tiba pingsan dan tidak sadarkan diri.
Respons Cepat Warga dan Penanganan Medis
Melihat TWK pingsan, warga segera meminta bantuan warga lain. Tim SAR Pantai Widodaren bersama anggota Polsek Saptosari tiba di lokasi tak lama kemudian. Tim SAR dan polisi mengevakuasi TWK dengan kursi untuk membawanya ke mobil.
Petugas kemudian membawa TWK ke RSUD Saptosari untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Kapolsek Saptosari, AKP Suyanto, memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan keluarga dan kampus TWK untuk menangani kondisi psikologisnya.
“Saya berterima kasih kepada warga yang cepat bertindak sehingga korban selamat. Kami membawa korban ke RSUD Saptosari untuk mendapatkan perawatan,” tegas AKP Suyanto.