
KabarJawa.com — Arus kendaraan menuju Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melonjak selama momentum long weekend pertengahan Mei 2026.
Ribuan wisatawan dari berbagai daerah memadati jalur utama menuju Kota Gudeg sejak Selasa hingga Rabu, 13–14 Mei 2026.
Kondisi tersebut membuat sejumlah titik perbatasan DIY mengalami peningkatan volume kendaraan secara signifikan.
Data Direktorat Lalu Lintas Polda DIY menunjukkan jumlah kendaraan yang masuk ke wilayah DIY pada Selasa, 13 Mei 2026, mencapai 171.478 unit.
Angka tersebut kembali meningkat pada Rabu, 14 Mei 2026, menjadi 180.216 kendaraan.
Sementara itu, jumlah kendaraan yang keluar dari DIY juga terpantau tinggi. Pada 13 Mei 2026, kendaraan keluar mencapai 163.300 unit dan meningkat menjadi 174.771 kendaraan pada 14 Mei 2026.
Lonjakan Kendaraan saat Long Weekend DIY
Direktur Lalu Lintas Polda DIY, Kombes Pol Arie Prasetya Syafa’at, S.I.K., M.H., mengatakan peningkatan arus kendaraan terjadi karena masyarakat memanfaatkan long weekend untuk berwisata dan pulang kampung ke Yogyakarta.
“Volume kendaraan menuju DIY mengalami peningkatan cukup tinggi dibanding hari biasa. Kami melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas di seluruh jalur utama guna mengantisipasi kepadatan,” ujar Arie.
Lonjakan kendaraan terlihat di sejumlah pintu masuk utama DIY. Jalur Simpang Prambanan yang menjadi akses favorit dari arah Jawa Tengah bagian timur dan Solo mencatat ribuan kendaraan melintas setiap hari.
-
Jalur Simpang Prambanan
Pada 13 Mei 2026, kendaraan yang masuk melalui Simpang Prambanan mencapai 23.195 unit, sedangkan kendaraan keluar mencapai 31.414 unit.
Sehari berikutnya, kendaraan masuk tercatat 22.751 unit dan kendaraan keluar meningkat menjadi 34.135 unit.
-
Jempatan Krasak
Kepadatan juga terjadi di kawasan Jembatan Krasak yang menghubungkan wilayah Magelang dengan Sleman.
Pada 13 Mei 2026, jumlah kendaraan masuk melalui jalur tersebut mencapai 42.660 unit dan meningkat menjadi 42.903 kendaraan pada 14 Mei 2026.
Adapun kendaraan keluar melalui Jembatan Krasak tercatat 45.349 unit pada 13 Mei 2026 dan kembali naik menjadi 45.589 unit pada 14 Mei 2026.
-
Jalur Kikis
Tidak hanya kendaraan, jalur Kikis yang menjadi salah satu akses strategis menuju DIY dari arah timur juga padat dengan kendaraan.
Pada 13 Mei 2026, kendaraan masuk mencapai 40.378 unit dan tercatat 38.129 unit pada 14 Mei 2026.
Lalu, arus keluar melalui jalur Kikis mencapai 24.489 kendaraan pada 13 Mei 2026 dan 24.322 kendaraan pada 14 Mei 2026.
-
Temon Congot
Di wilayah barat DIY, peningkatan kendaraan juga terjadi di kawasan Temon Congot.
Jalur ini menjadi akses utama wisatawan menuju kawasan pantai selatan serta Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).
Data Ditlantas Polda DIY mencatat kendaraan masuk melalui Temon Congot pada 13 Mei 2026 mencapai 8.548 unit dan meningkat menjadi 10.846 unit pada 14 Mei 2026.
Kemudian, kendaraan keluar tercatat sebanyak 5.306 unit pada 13 Mei 2026 dan 5.741 unit pada 14 Mei 2026.
-
Jalur Temon PJR
Lonjakan arus kendaraan turut terlihat di jalur Temon PJR. Kendaraan masuk pada 13 Mei 2026 tercatat sebanyak 1.273 unit dan meningkat menjadi 2.142 unit pada 14 Mei 2026.
Untuk arus keluar, jumlah kendaraan mencapai 1.810 unit pada 13 Mei 2026 dan melonjak menjadi 3.151 unit pada 14 Mei 2026.
-
Jembatan Samudera
Sementara itu, kawasan Jembatan Samudra juga mengalami peningkatan lalu lintas selama long weekend.
Pada 13 Mei 2026, jumlah kendaraan masuk mencapai 11.005 unit dan meningkat menjadi 11.814 unit pada 14 Mei 2026.
Kemudian, kendaraan keluar melalui jalur tersebut tercatat 10.460 unit pada 13 Mei 2026 dan meningkat menjadi 10.952 unit pada 14 Mei 2026.
Imbauan Polisi
Peningkatan arus kendaraan tersebut membuat aparat kepolisian memperketat pengawasan di sejumlah titik rawan kepadatan.
Petugas melakukan rekayasa lalu lintas situasional untuk menjaga kelancaran arus kendaraan, terutama di jalur wisata dan kawasan perkotaan Yogyakarta.
Selain mengatur arus kendaraan, Ditlantas Polda DIY juga menyiagakan personel di persimpangan utama, jalur wisata, hingga akses menuju destinasi favorit wisatawan seperti Malioboro, Kaliurang, kawasan pantai selatan, dan Candi Prambanan.
Arie menegaskan pihaknya terus melakukan pemantauan secara berkala selama masa libur panjang berlangsung.
Ia juga mengimbau masyarakat agar mematuhi aturan lalu lintas dan memastikan kondisi kendaraan tetap prima sebelum melakukan perjalanan jauh.
“Kami mengimbau masyarakat tetap berhati-hati selama perjalanan, mematuhi rambu lalu lintas, menjaga kondisi fisik, dan tidak memaksakan berkendara saat lelah,” katanya. (ef linangkung)