Literasi Digital jadi Benteng Utama Bangsa Hadapi Era Post-Truth

Bagikan :
Seminar Nasional Literasi Digital/Foto: Pemda DIY

KABARJAWA– Gelombang informasi deras yang membanjiri ruang digital hari ini telah melahirkan sebuah era baru yang disebut post-truth.

Di era ini, opini kerap mengalahkan fakta, emosi sering menyingkirkan logika, dan disinformasi tumbuh subur di tengah masyarakat.

Dalam situasi yang rawan ini, literasi digital muncul sebagai benteng utama bangsa untuk bertahan dan melawan manipulasi informasi.

Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah DIY, Aria Nugrahadi, menegaskan hal tersebut ketika menyampaikan sambutan Gubernur DIY dalam Seminar Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI di Ballroom Hotel Tentrem, Yogyakarta, Kamis (28/08).

Seminar ini mengangkat tema besar: Literasi Digital untuk Indonesia Cerdas, Menghadapi Tantangan Disinformasi di Era Post-Truth.

Fenomena Post-Truth

Aria menyatakan dengan tegas bahwa literasi jenis ini bukan hanya keterampilan teknis menggunakan gawai atau aplikasi.

Lebih jauh dari itu, literasi digital adalah kemampuan kritis memilah informasi, memahami konteks, memverifikasi kebenaran, serta menumbuhkan etika bermedia.

“Dengan literasi digital, masyarakat Indonesia dapat bertransformasi menjadi masyarakat yang cerdas secara digital, mampu membedakan fakta dari manipulasi, dan menjadikan teknologi sebagai wahana produktif, bukan sekadar konsumtif,” ujar Aria.

Baca juga  Rayakan Ramadhan dengan Nuansa Pegunungan, Onsen Resort Kaliurang Hadirkan Paket Buka Puasa hingga Menginap

Ia mengingatkan, teknologi digital ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi, teknologi membuka ruang partisipasi publik, mempercepat arus data, dan memperluas akses pengetahuan.

Namun, di sisi lain, fenomena post-truth telah membuat fakta tenggelam oleh opini, narasi mengalahkan data, dan emosi lebih mendominasi daripada logika.

“Dalam ruang inilah disinformasi dan hoaks tumbuh subur, menimbulkan kebingungan sekaligus mengancam kohesi sosial bangsa. Untuk itulah literasi digital menjadi benteng utama,” tegasnya.

Sebagai kota pendidikan, Yogyakarta tidak boleh tinggal diam. Aria menegaskan bahwa Yogyakarta memikul tanggung jawab moral untuk berdiri di garda depan dalam membangun kesadaran literasi digital.

“Kita harus memastikan generasi muda memiliki daya tahan terhadap pengaruh disinformasi. Sebab, masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga oleh kebijaksanaan dalam mengelolanya,” katanya.

Ia berharap seminar nasional ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan juga menjadi wahana pertukaran gagasan, penguatan jejaring, serta lahirnya rekomendasi strategis demi terwujudnya Indonesia Cerdas.

Senada dengan Aria, Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi Kemenko Polkam RI, Eko Dono Indarto, memaparkan fakta mencemaskan.

Baca juga  Mengenal Gendhing Raja Manggala yang Mengiringi Langkah Sri Sultan di Tengah Demo Ricuh Mapolda DIY

Menurutnya, era post-truth telah memperlihatkan betapa fakta sering kali kalah oleh opini, data tergerus oleh narasi, dan emosi mengalahkan kebenaran.

“Literasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bangsa,” ujar Eko.

Indeks Literasi Digital Nasional

Eko menyinggung data yang menunjukkan kondisi Indonesia masih memprihatinkan. Survei Kementerian Kominfo tahun 2022 mencatat Indeks Literasi Digital Nasional hanya 3,54 dari skala 5 atau masih kategori sedang.

Sementara itu, Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2024 mencatat skor hanya 43,34 dari skala 100.

“Angka ini mencerminkan masih terbatasnya kemampuan masyarakat memahami, memverifikasi, dan menggunakan informasi digital secara kritis dan bertanggung jawab. Rendahnya literasi digital membuka celah bagi disinformasi, hoaks, dan ujaran kebencian untuk merusak kualitas demokrasi dan stabilitas nasional,” jelas Eko.

Menghadapi hal tersebut, Eko memberikan beberapa arahan strategis. Pertama, ia mengajak seluruh jajaran pemerintah pusat, daerah, akademisi, komunitas, dan sektor swasta memperkuat kemitraan strategis dalam pengembangan literasi digital.

“Kita harus membangun kolaborasi nyata agar ekosistem digital di Indonesia semakin aman, inklusif, dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Baca juga  Pojok Baca Digital di Hutan Joyoboyo dan Taman Sekartaji Resmi Dibuka oleh Pj Wali Kota Kediri

Kedua, ia menyerukan peningkatan kesadaran kritis masyarakat, bukan hanya pada aspek teknis, tetapi juga etika bermedia, verifikasi informasi, dan perlindungan data pribadi.

Edukasi digital, menurutnya, harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan dan generasi muda sebagai pengguna internet terbesar.

Ketiga, Eko meminta literasi digital dimasukkan ke dalam agenda prioritas nasional. Hal ini sejalan dengan RPJMN 2025–2029 yang menekankan pentingnya memperkuat ketahanan masyarakat dari ancaman disinformasi.

“Kita harus menjadikan media digital sebagai sarana edukasi, pemberdayaan, dan penguatan demokrasi, bukan sebagai arena konflik atau manipulasi,” tegas Eko.

Seminar nasional ini menjadi momentum penting lahirnya kolaborasi lintas sektoral yang melibatkan pemerintah, akademisi, media, komunitas, dan sektor swasta. Semua pihak diharapkan berkontribusi memperkuat ekosistem literasi digital Indonesia.

“Semakin tinggi literasi digital masyarakat, semakin kuat pula benteng kita menghadapi arus disinformasi, ujaran kebencian, dan manipulasi opini publik yang berpotensi merusak persatuan bangsa,” tandas Eko. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid