
KABARJAWA– Kabupaten Gunungkidul kembali mencatat sejarah gemilang. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul berhasil meraih penghargaan Program Smart City 2024 kategori Smart Living dalam ajang prestisius Gerakan Menuju Smart City.
Anugerah tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Mada Hafid, kepada Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, di Hotel Tentrem, Yogyakarta, Selasa (26/8/2025).
Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa Gunungkidul mampu menembus batas tradisi menuju wajah baru daerah yang modern, cerdas, dan humanis.
Dalam momen penuh haru itu, para pemangku kebijakan daerah berdiri tegak dengan kebanggaan yang sulit disembunyikan.
Penghargaan Smart City
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Mada Hafid, menegaskan bahwa penghargaan Smart City sudah berjalan sejak 2018. Namun tahun ini, panggungnya tidak hanya menyorot tren digitalisasi nasional, tetapi juga merujuk pada dinamika global.
Ia mencontohkan derasnya adopsi teknologi Artificial Intelligence (AI) yang menuntut kesiapan infrastruktur, regulasi, serta literasi masyarakat.
Kecepatan teknologi masuk jangan sampai berdampak negatif jika masyarakatnya belum siap. Karena itu, aspirasi dari daerah sangat penting. Ada yang fokus di kesehatan, pangan, atau pendidikan.
“Pemerintah pusat membuka ruang bagi daerah untuk menyampaikan kebutuhan use case mereka,” ujar Meutya.
Ia menambahkan, percepatan transformasi digital pemerintahan tidak bisa berdiri sendiri. Keterlibatan pemerintah daerah, termasuk peran aktif Dinas Komunikasi dan Informatika dalam mengelola data, menjadi kunci keberhasilan.
Penghargaan Smart City 2024 Kategori Smart Living
Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menerima penghargaan itu dengan penuh rasa syukur sekaligus tekad kuat. Ia menegaskan, anugerah ini bukan titik akhir, melainkan awal perjalanan panjang menuju tata kelola daerah yang lebih modern.
“Kesiapan menuju Smart City di Gunungkidul sudah berjalan. Dengan penghargaan ini, kami semakin mantap melangkah. Kami akan memperkuat Smart Living sebagai wujud nyata pelayanan publik yang nyaman, aman, dan inklusif bagi masyarakat,” tegas Joko.
Smart Living sendiri menitikberatkan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, mulai dari layanan kesehatan digital, transportasi cerdas, sistem informasi berbasis data, hingga tata kelola lingkungan yang berkelanjutan.
Keberhasilan ini menegaskan bahwa Gunungkidul mampu melampaui stigma sebagai daerah pinggiran yang serba terbatas. Dengan konsistensi inovasi, Pemkab berhasil membuktikan diri sebagai pionir transformasi digital di DIY.
Penghargaan Smart City kategori Smart Living 2024 sekaligus menjadi cambuk bagi seluruh perangkat daerah untuk mempercepat integrasi teknologi dengan pelayanan publik.
Masyarakat pun menyambut langkah ini dengan penuh harapan akan hadirnya tata kehidupan baru yang lebih praktis dan efisien.
Momentum penghargaan ini juga menjadi pengingat bahwa dunia terus bergerak cepat. Daerah yang gagal beradaptasi akan tertinggal, sementara daerah yang berani berinovasi akan berdiri di garda depan.
Gunungkidul kini memegang tongkat estafet untuk membuktikan bahwa teknologi dan kearifan lokal bisa berjalan beriringan, menciptakan keseimbangan antara kemajuan dan budaya.
Dengan torehan prestasi ini, Gunungkidul tidak hanya mengangkat martabat daerah, tetapi juga mengirim pesan kuat ke seluruh Indonesia. Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan jalan masa depan yang harus ditempuh bersama. (ef linangkung)