
KABARJAWA – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menunjukkan keseriusannya dalam mengelola pendapatan daerah dengan memberikan penghargaan kepada lima kalurahan yang telah sukses melunasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) secara penuh di tahun 2025.
Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Bupati Kulon Progo, R Agung Setiyawan ST, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata warga dan pamong kalurahan dalam meningkatkan kesadaran pajak.
Pelunasan PBB P2 ini dianggap sebagai indikator keberhasilan pembinaan masyarakat dalam mendukung program pemerintah daerah.
“Lima kalurahan itu dinilai telah memberikan contoh nyata dalam mendukung pendapatan asli daerah,” tegas Bupati Agung.
Kalurahan Kranggan menjadi yang tercepat dan terbaik, berkat strategi pamong kalurahan yang berhasil mengajak warganya disiplin membayar pajak.
Di posisi kedua, Kalurahan Ngentakrejo menunjukkan semangat gotong royong dalam menuntaskan kewajiban perpajakan. Kalurahan Gulurejo menyusul di peringkat ketiga karena berhasil melunasi pajak lebih awal dari target.
Sementara itu, Kalurahan Brosot menempati urutan keempat dengan strategi jemput bola yang diterapkan oleh pemerintah kalurahan kepada warganya. Kalurahan Banjarsari di posisi kelima menutup daftar melalui sinergi antara perangkat desa dan masyarakat dalam mencapai target pelunasan PBB.
Apresiasi untuk Pemutakhiran Data dan Agen Laku Pandai
Tak hanya menyoroti pelunasan PBB, Pemkab Kulon Progo juga memberikan penghargaan kepada Kalurahan Kulwaru yang dinilai unggul dalam pemutakhiran data PBB P2. Pemerintah daerah menganggap pembaruan data ini sangat penting untuk mendukung kelancaran administrasi pajak dan meningkatkan akurasi pendapatan daerah.
Di kesempatan yang sama, PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY turut memberikan apresiasi kepada tiga Agen Laku Pandai terbaik yang beroperasi di wilayah Kulon Progo. Mereka dinilai berperan aktif dalam memperluas akses layanan keuangan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan.
Juara pertama diraih oleh Hendrika Heni Mardiastuti dari Boro, Kalurahan Banjarsari, Kalibawang, berkat kemampuannya meningkatkan transaksi dan pelayanan. Rossi Hendralia dari Sangon, Kalirejo, Kokap, menyabet posisi kedua karena berhasil menjangkau warga pelosok.
Sementara itu, Kasini dari Pringtali, Jatimulyo, Girimulyo, menempati posisi ketiga berkat konsistensinya melayani kebutuhan keuangan warga.
Bupati Kulon Progo menyampaikan ucapan selamat kepada semua pihak yang menerima penghargaan. Ia berharap semangat melayani dan membangun wilayah tetap terjaga.
Penghargaan ini, menurutnya, merupakan awal dari langkah panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendapatan daerah dan kemudahan akses ke layanan keuangan yang inklusif.