Lantik Pengurus PWI DIY 2025–2030, Sri Sultan Tekankan Etika Pers di Era Pasca-Kebenaran

Bagikan :
Sri Sultan Hamengku Buwono X melantik Pengurus PWI DIY Masa Bakti 2025–2030 di Gedhong Pracimasana, Kepatihan Yogyakarta. (Ist)

KabarJawa.com – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan pentingnya etika dan integritas sebagai landasan utama dalam praktik jurnalistik di tengah derasnya arus informasi pada era pasca-kebenaran.

Menurut Sri Sultan, kecepatan penyebaran informasi di ruang digital berpotensi mengaburkan batas antara fakta dan opini apabila insan pers mengabaikan prinsip kehati-hatian serta tanggung jawab moral.

Pesan tersebut disampaikan Sri Sultan saat menghadiri sekaligus melantik Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta Masa Bakti 2025–2030 di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (22/1/2026).

Sri Sultan menyatakan bahwa kemerdekaan pers harus selalu disertai dengan kesadaran atas dampak sosial dari setiap informasi yang disampaikan kepada publik.

Ia menekankan bahwa kebebasan pers tidak dapat dilepaskan dari kewajiban menjaga akurasi, verifikasi, serta keberimbangan.

“Kemerdekaan pers harus berjalan beriringan dengan integritas, kebijaksanaan, serta kesadaran penuh atas dampak sosial informasi di ruang publik,” ujar Sri Sultan.

Ia mengingatkan bahwa praktik jurnalistik yang hanya mengejar kecepatan dan viralitas berisiko mengorbankan kebenaran.

Baca juga  7 Kegiatan Menyenangkan di Alun-alun Kidul Jogja yang Pas Buat Semua Usia

Dalam pandangannya, era pasca-kebenaran ditandai dengan menguatnya opini dibandingkan fakta, serta peran algoritma media sosial yang kerap mendorong sensasi dan emosi.

Sri Sultan menilai pers memiliki posisi strategis sebagai penjaga nalar publik. Ia menegaskan bahwa pers tidak cukup hanya menyampaikan peristiwa secara cepat, tetapi juga harus menghadirkan konteks dan kedalaman informasi.

“Pers yang bermartabat bukan hanya hadir lebih cepat dari peristiwa, tetapi lebih dalam dari sekadar headline. Jangan sampai opini mengalahkan fakta dan algoritma lebih berpengaruh daripada nurani,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Sultan juga mengangkat nilai kearifan lokal Jawa sebagai rujukan etika jurnalistik. Ia mengutip falsafah Undhaking Pawarta Sudaning Kiriman, yang menekankan bahwa mutu sebuah informasi ditentukan oleh kejernihan sumber, ketepatan cara penyampaian, dan kebersihan niat.

Menurutnya, nilai tersebut tetap relevan di tengah perkembangan teknologi informasi dan modernisasi media.

Sri Sultan mendorong insan pers di DIY untuk menjadikan kearifan lokal sebagai penuntun moral dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Ia juga menekankan pentingnya relasi yang sehat antara pers dan pemerintah, di mana pers tetap kritis dan independen, sementara pemerintah membuka ruang transparansi.

Baca juga  Sirnas Voli Pantai Seri II 2025 Siap Digelar di Laguna Pantai Glagah, Kulon Progo Siapkan Sambutan Spektakuler

“Keduanya harus saling menguatkan demi kepentingan publik dan kualitas demokrasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menyampaikan bahwa dunia pers menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari tuntutan kecepatan, persaingan industri media, hingga perubahan perilaku konsumsi informasi masyarakat. Kondisi tersebut, menurutnya, menguji komitmen wartawan terhadap kode etik jurnalistik.

“Tugas utama PWI adalah menjaga marwah profesi wartawan. Marwah profesi wartawan saat ini menghadapi tantangan yang sangat berat,” kata Akhmad Munir.

Ia mengajak seluruh pengurus dan anggota PWI untuk tetap berpegang teguh pada prinsip etika dan profesionalisme, meskipun berada di bawah tekanan bisnis dan dinamika industri media.

“Kita harus terus teguh dan kokoh menjalankan kode etik jurnalistik dalam situasi apa pun,” tegasnya.

Dalam acara yang sama, PWI Pusat juga menganugerahkan keanggotaan kehormatan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Akhmad Munir menyebut penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian Sri Sultan terhadap kemerdekaan pers serta kontribusinya bagi dunia jurnalistik dan masyarakat.

Baca juga  Plengkung Gading: Gerbang yang Tak Boleh Dilewati Sultan Yogyakarta Saat Masih Hidup

Pelantikan Pengurus PWI DIY Masa Bakti 2025–2030 turut menetapkan Hudono (Koran Merapi) sebagai Ketua, Primaswolo Sudjono (Kedaulatan Rakyat) sebagai Sekretaris, Hari Susmayanti (Tribun Jogja) sebagai Wakil Sekretaris, Swasto Dayanto (Koran Merapi) sebagai Bendahara, serta Sigit Purwita (beritajogja.com) sebagai Wakil Bendahara.

Melalui kepengurusan baru tersebut, PWI DIY menyatakan komitmen untuk terus menjaga profesionalisme, etika, dan integritas jurnalistik dalam menghadapi perubahan lanskap media di era digital.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya