
KabarJawa.com – Sektor pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menunjukkan geliat yang kuat. Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat lonjakan signifikan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) maupun perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) sepanjang Mei 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS DIY, Endang Tri Wahyuningsih, mengatakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia melalui Bandara YIA pada Mei 2026 mencapai 11.692 kunjungan. Angka tersebut melonjak 34,56 persen dibandingkan April 2026 yang tercatat sebanyak 8.689 kunjungan.
“Pada bulan Mei 2026 tercatat sebanyak 11.692 kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia melalui Bandara Yogyakarta International Airport. Jumlah tersebut meningkat 34,56 persen dibandingkan bulan sebelumnya,” kata Endang.
Tidak hanya dibandingkan April 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara juga meningkat 20,55 persen dibandingkan Mei 2025 yang saat itu mencapai 9.699 kunjungan.
Secara kumulatif, selama periode Januari hingga Mei 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara melalui Bandara YIA mencapai 41.086 kunjungan. Jumlah tersebut naik 25,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
BPS DIY mencatat wisatawan pemegang paspor Malaysia, Singapura, Tiongkok, Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Jerman, Jepang, Australia, dan Belanda masih mendominasi kunjungan melalui Bandara YIA. Kesepuluh negara tersebut menyumbang 73,13 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2026.
Dari sepuluh negara penyumbang wisatawan terbesar itu, hampir seluruhnya mencatat peningkatan kunjungan dibandingkan April 2026. Lonjakan paling tinggi berasal dari wisatawan asal Australia yang meningkat 103,28 persen, sedangkan kunjungan wisatawan asal Belanda justru turun 12,59 persen.
Jika dibandingkan dengan Mei 2025, seluruh negara penyumbang utama mengalami peningkatan kunjungan. Wisatawan asal Australia kembali mencatat kenaikan tertinggi dengan pertumbuhan mencapai 129,63 persen.
Sementara secara kumulatif Januari-Mei 2026, kenaikan terbesar berasal dari wisatawan pemegang paspor Inggris yang meningkat 60,59 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
BPS DIY juga mencatat hampir seluruh kawasan dunia mengalami peningkatan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta. Secara tahunan, lonjakan tertinggi terjadi pada wisatawan asal Timur Tengah yang meningkat 150 persen, disusul kawasan Oseania sebesar 125,81 persen.
Secara bulanan, kawasan Oseania kembali mencatat pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 104,38 persen dibandingkan April 2026. Sebaliknya, jumlah wisatawan asal Timur Tengah turun 23,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Secara kumulatif Januari-Mei 2026, seluruh kawasan dunia mengalami pertumbuhan kunjungan. Peningkatan terbesar berasal dari kawasan Oseania sebesar 35,92 persen, disusul kawasan Asia selain ASEAN sebesar 34,13 persen.
Selain kunjungan wisatawan mancanegara, perjalanan wisatawan nusantara ke Daerah Istimewa Yogyakarta juga mengalami lonjakan. Pada Mei 2026, jumlah perjalanan wisnus mencapai 4.235.970 perjalanan atau naik 17,90 persen dibandingkan April 2026 yang tercatat sebanyak 3.592.783 perjalanan.
“Jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Mei 2026 mencapai 4.235.970 perjalanan. Angka ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya maupun dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujar Endang.
BPS DIY mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara tersebut juga meningkat 19,41 persen dibandingkan Mei 2025. Sementara secara kumulatif Januari-Mei 2026, perjalanan wisatawan nusantara tumbuh 3,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kabupaten Sleman masih menjadi destinasi favorit wisatawan domestik dengan total 1.510.183 perjalanan atau berkontribusi 35,65 persen terhadap seluruh perjalanan wisatawan nusantara ke DIY. Jumlah tersebut meningkat 18,22 persen dibandingkan April 2026 dan naik 19,65 persen dibandingkan Mei 2025.
Posisi kedua ditempati Kota Yogyakarta dengan 1.058.466 perjalanan, atau menyumbang 24,99 persen dari total perjalanan wisatawan nusantara ke DIY.
Secara kumulatif Januari-Mei 2026, Gunungkidul mencatat pertumbuhan perjalanan wisatawan nusantara tertinggi dengan kenaikan 12,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meski beberapa kabupaten lainnya masih mengalami penurunan jumlah perjalanan.(ef linangkung)