
KabarJawa.com – Suasana jelang libur Natal dan Tahun Baru 2025 di Goa Pindul berubah setelah imbauan Dinas Pariwisata (Dispar) DIY menyebut sejumlah destinasi di Gunungkidul berpotensi mengalami bencana longsor.
Informasi tersebut menyebar melalui pemberitaan dan media sosial, kemudian memicu gelombang pembatalan kunjungan. Dalam beberapa hari, ratusan calon wisatawan membatalkan rencana wisata mereka.
Pengelola Goa Pindul mulai merasakan dampaknya. Pesan pembatalan datang hampir setiap jam, terutama melalui WhatsApp.
Ketidakpastian cuaca dan pemberitaan mengenai potensi longsor membuat banyak calon wisatawan memilih mundur meski sudah melakukan reservasi jauh hari.
Ratusan Wisatawan Membatalkan Kunjungan
Pengelola Dewa Bejo Goa Pindul, Arif Sulistyo, menyampaikan bahwa pembatalan meningkat tajam dalam tiga hari terakhir.
Ia mencatat sedikitnya 300 wisatawan membatalkan kunjungan untuk jadwal 12, 18, 24, dan 25 Desember 2025, periode yang biasanya menjadi puncak keramaian.
“Kurang lebih ada 300 wisatawan yang cancel. Lumayan untuk skala bulan Desember,” ujar Arif, Minggu (7/12/2025).
Arif mengatakan mayoritas pembatalan dipicu kekhawatiran atas pemberitaan potensi longsor. Menurutnya, informasi tersebut memberi kesan seolah pengelola wisata, termasuk Goa Pindul, berada dalam kondisi tidak aman.
“Kami hanya bisa pasrah sambil berkomunikasi dengan pemerintah setempat. Harapannya Dispar DIY segera memberikan klarifikasi karena pemberitaan yang beredar cukup menyudutkan,” katanya.
Ia menilai imbauan itu belum didukung riset dan pengamatan lapangan yang memadai. Sejak dibuka pada 2010, Arif menyebut tidak pernah terjadi longsor maupun batu jatuh di kawasan goa.
“Karakteristik Goa Pindul berbeda. Batuan di sini keras dan stabil. Ini bukan kawasan dengan batuan lunak yang rawan longsor,” tegasnya.
Dampak pembatalan juga dirasakan pedagang, jasa parkir, pelaku UMKM, hingga pengelola homestay. Sejumlah reservasi akomodasi untuk libur akhir tahun mulai dibatalkan.
Pemkab Gunungkidul Bergerak Cepat
Menanggapi situasi tersebut, Pemkab Gunungkidul melalui Dinas Pariwisata melakukan pengecekan lapangan. Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dispar Gunungkidul, Supriyanta, mengatakan bahwa asesmen dilakukan bersama instansi terkait untuk memastikan kondisi terkini.
“Kami sampaikan bahwa Dispar Gunungkidul bersama instansi terkait telah melakukan pengecekan dan pengawasan lapangan. Kondisi Goa Pindul saat ini dinyatakan aman,” ujar Supriyanta.
Menurutnya, pengelola Goa Pindul telah menjalankan SOP keselamatan secara ketat, mulai dari pengawasan aliran air, jalur masuk–keluar goa, hingga pemantauan cuaca harian.
Ia memastikan pihaknya akan meningkatkan asesmen keamanan, memperbaiki pola komunikasi publik, dan memperkuat koordinasi lintas instansi agar informasi yang diterima wisatawan lebih akurat.
Asal-Usul Imbauan Dispar DIY
Sebelumnya, Dispar DIY merilis daftar destinasi yang dinilai rawan longsor saat musim hujan. Informasi tersebut disampaikan dalam Forum Wartawan di Gedung DPRD DIY pada Rabu (3/12).
Selain Goa Pindul, destinasi lain yang masuk daftar antara lain Puncak Suroloyo, Sendangsono, Embung Tonogoro, Nglinggo–Tritis, Tumpeng Menoreh, Puncak Widosari, Kalisuci, Goa Jomblang, Bukit Bintang, dan Mangunan.
Sekretaris Dispar DIY, Lis Dwi Rahmawati, menjelaskan bahwa daftar itu disusun berdasarkan rekam jejak historis kawasan rawan bencana di musim hujan. Ia menyebut imbauan tersebut bertujuan meningkatkan kewaspadaan.
“Kami berproses. Fokus kami menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan, terutama saat potensi bencana meningkat,” ujar Lis.
Ia menambahkan bahwa Dispar DIY telah berkoordinasi dengan BPBD DIY, Satpol PP, dan pelaku wisata untuk memastikan kesiapsiagaan.