
KabarJawa.com– Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bergerak cepat memperkuat fondasi pengelolaan Geopark Jogja dengan melaksanakan pemaparan Laporan Akhir Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD).
Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kulon Progo memimpin langkah strategis ini demi memastikan pengelolaan geopark berjalan terarah, terukur, dan berkelanjutan selama periode 2026–2032.
Pengelolaan Geopark Jogja
Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bapperida Kabupaten Kulon Progo, Silvi Irvi Yanti, S.T., M.Eng. mengatakan Bapperida menargetkan RAD ini menjadi pedoman teknis dan operasional bagi seluruh perangkat daerah serta pemangku kepentingan dalam melaksanakan program prioritas pengelolaan Geopark Jogja.
“Dokumen tersebut menyusun timeline aksi selama tujuh tahun, sehingga setiap langkah pembangunan dapat berjalan sinkron, terkoordinasi, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Penyusunan RAD menjadi krusial karena Kulon Progo memegang peran penting dalam pengelolaan lima geosite utama pada kawasan Geopark Jogja.
Lima lokasi ini memerlukan tata kelola yang terukur agar potensi alam, geologi, dan budaya tidak hanya terlindungi, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Geopark: Harmoni Geologi, Alam, dan Budaya
Tim UGM menegaskan bahwa sebuah wilayah dapat menyandang status geopark apabila memenuhi empat matra penting warisan.
Matra-matra tersebut adalah geologi (geoheritage), keragaman geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity) dan keragaman budaya (cultural diversity)
Pengelolaan geopark tidak sekadar menjaga situs warisan geologi, tetapi juga mendorong edukasi publik dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Dengan demikian, geopark menjadi model pembangunan yang menyatukan konservasi, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.
Penyusunan dokumen ini menggandeng Pusat Studi Pariwisata UGM dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.
Kerja sama ini akan menghasilkan strategi pengelolaan yang relevan, adaptif, dan sesuai kebutuhan lapangan, terlebih dengan karakter alam sosial.
Kepala Bappeda Kabupaten Kulon Progo, Ir. Muh. Aris Nugroho, M.M.A, menyampaikan dukungannya terhadap percepatan penyusunan RAD ini.
Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memperkuat tata kelola geopark sebagai bagian dari pembangunan daerah jangka panjang.
Aris menilai bahwa potensi geopark dapat menjadi motor penggerak ekonomi, khususnya di sektor pariwisata, UMKM, hingga pendidikan lingkungan.
Ia menegaskan melalui RAD Pengelolaan Geopark Jogja, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menegaskan langkah agresifnya dalam membangun pariwisata berbasis konservasi.
Dengan dukungan akademisi UGM dan koordinasi lintas perangkat daerah, pemerintah berharap arah pengelolaan lima geosite unggulan mampu menghasilkan manfaat signifikan bagi masyarakat.
“Upaya percepatan ini juga menjadi bukti bahwa Kulon Progo tidak hanya menjaga warisan alamnya, tetapi juga menyiapkan masa depan yang lebih cerah melalui pembangunan yang berkelanjutan, inklusif, dan berbasis ilmu pengetahuan,” tegasnya. (ef linangkung)