
KabarJawa.com — Seorang driver ojek online (ojol) di kawasan Palbapang, Bantul, menjadi korban penganiayaan oleh pelanggannya sendiri pada Rabu dini hari (15/10/2025).
Polisi menyebut pelaku berinisial IGS (26), warga Mangunan, Dlingo, yang kini tinggal di Palbapang, melakukan tindakan itu dalam kondisi mabuk berat.
Peristiwa bermula sekitar pukul 00.17 WIB. IGS awalnya bermaksud mengantar pulang teman wanitanya. Namun, rencana itu berubah ketika wanita tersebut justru memesan layanan ojek online. Pelaku mengaku merasa tersinggung dan kehilangan gengsi.
“Iya, awalnya saya mau nganter. Tapi dia malah pesan ojol. Saya cuma minta biar dibatalkan, tapi ternyata sudah dicancel sama driver,” tutur IGS saat dimintai keterangan di Polres Bantul, Jumat (17/10/2025).
Saat driver ojol berbalik arah untuk meninggalkan lokasi, pelaku mendengar ucapan yang dianggap menyinggung perasaannya.
“Katanya gini, ‘wong golek duit kok, pancen ora urus’ (orang cari uang kok, dasar gak urus). Saya langsung panas dengarnya,” ujarnya.
Dalam kondisi di bawah pengaruh alkohol, emosi pelaku meningkat. Ia masuk ke rumah untuk mengambil sebilah celurit yang sebelumnya disimpan di tempat tinggalnya.
“Itu celurit saya sendiri, tapi belum pernah saya pakai sebelumnya. Karena gelap mata aja,” katanya.
Aksi Kekerasan dan Penyesalan Pelaku
Setelah mengambil celurit, pelaku menyalakan motor dan mengejar driver ojol tersebut. Ia menggunakan jalan pintas untuk memotong arah korban dan menghadangnya di perempatan kecil kawasan Palbapang.
Tanpa banyak bicara, pelaku turun dari motor dan langsung mengayunkan celurit ke arah kepala korban. Beruntung, helm yang dikenakan korban berhasil menahan sabetan tersebut.
Meskipun begitu, IGS masih melanjutkan amukannya dengan memukul korban hingga terjatuh di pinggir jalan.
Korban kemudian melapor ke Polres Bantul. Tak lama setelah laporan diterima, tim Reskrim Polres Bantul bergerak cepat dan menangkap IGS.
Barang bukti yang diamankan berupa sebilah celurit bergagang kayu, pakaian yang digunakan pelaku, serta rekaman CCTV dari sekitar lokasi kejadian.
Kini, pelaku mengaku menyesali perbuatannya. “Saya benar-benar menyesal. Gara-gara emosi sesaat, saya harus tanggung akibatnya,” ujarnya.
Kepala Satreskrim Polres Bantul, AKP Achmad Mirza, membenarkan bahwa pelaku melakukan penganiayaan dalam kondisi mabuk berat.
“Itu yang membuat emosinya tidak terkendali,” tegasnya.
IGS kini ditahan di Polres Bantul dan dijerat dengan pasal penganiayaan menggunakan senjata tajam. Polisi masih mendalami motif lain yang mungkin memicu tindakan pelaku.