
KABARJAWA – Aksi pencurian laptop bernilai belasan juta rupiah kembali mengguncang warga Bantul. Seorang pemuda asal Lampung kehilangan perangkat kerjanya setelah meninggalkan kontrakan untuk mencari makan.
Peristiwa itu terjadi di Dusun Panggang, RT 005, Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Bantul, Selasa (2/9/2025) pagi.
Korban bernama Tegar Adi Nugraha, pemuda kelahiran Lampung Tengah 22 Januari 2003. Saat kejadian, Tegar masih berstatus belum bekerja dan tinggal di kontrakan bersama temannya. Ia tak menyangka keputusan sederhana untuk keluar sarapan berujung hilangnya laptop kesayangannya.
Sekira pukul 07.30 WIB, Tegar meninggalkan kontrakan untuk mencari makan. Ia baru kembali sekitar pukul 09.10 WIB. Begitu masuk kamar, Tegar langsung menuju laptopnya, sebuah Acer Nitro V15 warna hitam yang biasa ia gunakan. Namun, benda berharga itu tak lagi berada di tempat semula.
Panik, Tegar segera mencari ke seluruh sudut kamar. Ia bahkan bertanya kepada teman sekamarnya, Adi Rohmansyah (21), pemuda asal Tanjung Sari, Lampung. Namun Adi mengaku tidak tahu menahu soal keberadaan laptop tersebut. Hati Tegar semakin hancur ketika semua pencarian tak membuahkan hasil.
Laptop yang raib itu bukan barang sembarangan. Harganya mencapai Rp10.500.000. Kehilangan tersebut membuat Tegar mengalami kerugian besar sekaligus kebingungan karena laptop itu menjadi salah satu benda paling berharga yang ia miliki.
Polisi Selidiki Kasus
Usai menyadari laptopnya digondol pencuri, Tegar segera melapor ke Polsek Sedayu. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti aparat.
PS Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan adanya kasus pencurian tersebut. Ia menegaskan pihak kepolisian kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.
“Korban meninggalkan kontrakan dalam kondisi kosong. Saat kembali, laptop miliknya sudah hilang. Kasus ini masih dalam penyelidikan,” ungkap Iptu Rita.
Polisi juga telah meminta keterangan dari korban dan saksi, serta menelusuri kemungkinan jejak pelaku. Hingga kini, dugaan masih mengarah pada pencuri yang memanfaatkan kelengahan penghuni kontrakan.
Warga Diminta Waspada
Kejadian ini sontak membuat geger warga sekitar. Banyak yang tak menyangka aksi pencurian bisa terjadi pada pagi hari saat aktivitas warga sedang ramai.
Polisi pun mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi para perantau yang tinggal di kontrakan atau kos.
“Jangan tinggalkan barang berharga tanpa pengawasan. Pastikan pintu dan jendela terkunci ketika rumah atau kamar ditinggal,” pesan Iptu Rita.