
KabarJawa.com– Pemerintah Kota Yogyakarta terus menggerakkan berbagai inovasi pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kali ini, Pemkot Yogyakarta memperkuat kolaborasi strategis dengan Bank Syariah BDS sebagai bagian dari upaya mengembangkan kewirausahaan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Kolaborasi Keuangan Syariah
Langkah bersama ini tidak hanya menegaskan komitmen pemerintah terhadap ekonomi kerakyatan, tetapi juga meneguhkan peran lembaga keuangan syariah dalam mendorong sistem ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan beretika.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, memberikan apresiasi mendalam atas perjalanan Bank Syariah BDS yang telah berkiprah selama hampir dua dekade di Kota Yogyakarta.
Ia menegaskan bahwa BDS tumbuh sebagai lembaga keuangan syariah lokal yang konsisten mengedepankan prinsip keberkahan, etika, dan kebermanfaatan sosial.
“BDS menjadi salah satu motor penggerak perekonomian kerakyatan di Kota Yogyakarta, terutama melalui pembiayaan UMKM. Sebagai lembaga perbankan syariah lokal, BDS telah menunjukkan peran penting dalam memperkuat perekonomian masyarakat. Prinsip keadilan, transparansi, dan kemitraan menjadikan BDS teladan dalam mengembangkan sistem keuangan yang inklusif dan beretika,” ujar Wawan.
Ia menegaskan bahwa Pemkot Yogyakarta menempatkan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah.
Oleh karena itu, pemerintah memandang Bank Syariah BDS sebagai mitra strategis dalam memperluas akses pembiayaan yang aman, meningkatkan literasi keuangan syariah, dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah dan BDS terus menguat. Kolaborasi ini harus menciptakan ruang baru bagi pengembangan kewirausahaan dan peningkatan kesejahteraan warga,” tambahnya.
Refleksi Perjalanan BDS
Di sisi lain, Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank Syariah BDS, Hj. Noor Liesnani Pamella, menyampaikan refleksi mendalam mengenai perjalanan BDS yang memasuki usia 18 tahun.
Ia menyebut fase tersebut sebagai usia remaja yang mulai matang dan siap berkembang lebih besar.
“Terima kasih kepada para nasabah yang telah mempercayakan rezekinya di BDS. Mohon terus ditularkan kepada sahabat, tetangga, dan keluarga untuk bergabung. Insyaallah bertransaksi di BDS membawa keberkahan,” ucapnya.
Semarak Milad ke-18 BDS menjadi momentum bagi BDS untuk memperluas manfaat sosialnya.
Direktur Utama Bank Syariah BDS, Edi Sunarto, menjelaskan bahwa perayaan milad tahun ini menghadirkan rangkaian kegiatan sosial yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.
BDS menggelar ziarah kepada para pendiri dan karyawan BDS yang telah wafat, menyelenggarakan donor darah bekerja sama dengan PMI, serta membagikan 300 paket sembako kepada masyarakat.
BDS juga menyerahkan Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) senilai Rp200 juta berupa gadung kambing kepada 10 peternak di Pagerharjo, Samigaluh.
Selain itu, BDS memberikan beasiswa kepada dua sekolah, yakni SMK Muhammadiyah 2 Yogyakarta dan SMPIT Al Khairat. Mereka juga memberi bantuan kepada sekitar 40 anak sebagai penerima beasiswa rutin bulanan.
Kemudian, BDS menyalurkan bantuan UMKM berupa booth atau meja jualan untuk 15 pelaku usaha di Kemantren Mergangsan.
BDS juga menyerahkan BDS Award kepada sejumlah tokoh masyarakat yang dinilai berkontribusi aktif dalam menjaga harmoni sosial dan lingkungan.
“Dengan tagline Semangat, Solid, Tumbuh, kami berharap dukungan semua pihak terus mengalir. Kami ingin BDS semakin memberikan manfaat bagi masyarakat dan umat,” tegas Edi.
Kolaborasi antara Pemkot Yogyakarta dan Bank Syariah BDS kini menjadi simbol kuat gerakan ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada nilai keberkahan, etika, dan keadilan. (ef linangkung)