
KabarJawa.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi syariah.
Dengan penuh keyakinan, Pemkot menyatakan bahwa ekonomi syariah bukan hanya instrumen finansial semata, melainkan fondasi penting untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat serta memperkuat daya tahan UMKM di Kota Pelajar.
Wawan, salah satu pejabat Pemkot Yogyakarta, menyampaikan dengan tegas bahwa pemerintah kota tidak akan tinggal diam. Ia memastikan Pemkot akan terus hadir dengan kebijakan, fasilitasi, hingga ruang kolaborasi nyata.
“Pemkot Yogyakarta akan selalu mendukung dan mendorong ekonomi syariah, baik melalui kebijakan maupun fasilitasi. Ekonomi syariah merupakan instrumen penting dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat serta memperkuat UMKM di Kota Yogya,” ungkapnya.
Langkah Nyata Pemkot Yogyakarta
Wawan menegaskan Pemkot Yogyakarta telah menyiapkan langkah konkret untuk mendorong ekosistem syariah. Pemerintah kota mempermudah akses pembiayaan syariah bagi pelaku UMKM yang selama ini kerap terhambat permodalan.
Tidak berhenti di situ, Pemkot juga meningkatkan literasi masyarakat melalui edukasi berkelanjutan dan pendampingan intensif.
“Selain itu, kami juga menguatkan sinergi antar-stakeholder seperti pemerintah, perbankan syariah, asosiasi pengusaha, hingga akademisi. Kami ingin seluruh pihak bergandengan tangan demi ekosistem yang kokoh,” tegasnya.
Dengan lantang, Wawan menyerukan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia mengajak semua elemen, baik dunia usaha, akademisi, hingga komunitas, untuk bersama-sama menjadikan Kota Yogyakarta dan DIY sebagai pusat ekonomi syariah unggulan.
“Kami ingin Yogya tidak hanya bersinar di tingkat regional, tetapi juga nasional. Bahkan ke depan, kita menargetkan Yogya bisa menjadi role model bagi daerah lain,” tambahnya.
Dukungan Dunia Usaha dan HIPMI Syariah
Ketua Kadin DIY, GKR Mangkubumi, ikut menegaskan betapa strategisnya peran dunia usaha dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi syariah.
Ia mengingatkan publik bahwa ekonomi syariah bukan hanya produk keuangan, melainkan mencakup rantai pasok halal, industri kreatif, hingga pariwisata berbasis syariah.
“Dunia usaha harus menjadi motor penggerak. Potensi besar ini hanya bisa kita raih jika dunia usaha berani melangkah lebih cepat, lebih agresif, dan lebih inovatif,” jelas GKR Mangkubumi.
Momentum penguatan ekosistem ekonomi syariah di Yogyakarta semakin bergairah dengan kehadiran HIPMI Syariah DIY. Ketua Umum HIPMI Syariah DIY, Fajarruddin Achmad Muharom, menegaskan bahwa pelantikan HIPMI Syariah di Yogyakarta merupakan yang kedua di Indonesia.
“Ini adalah pembentukan HIPMI Syariah yang kedua di Indonesia. Nanti akan bergilir di kota-kota lainnya. Yogyakarta harus menjadi pusat energi yang menggerakkan jaringan ini secara nasional,” ujarnya.