Kemenkumham DIY Sukses Harmonisasi 468 Raperda dan Raperkada, MONDAY Jadi Senjata Digital Pendobrak Birokrasi Hukum

Bagikan :
Pemaparan Kemenkumham DIY terkait hasil harmonisasi Raperda kepada perwakilan legislatif dan eksekutif daerah. (Dok Kemenkumham DIY)

KABARJAWA — Kanwil Kementerian Hukum dan HAM DIY kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam pembangunan hukum daerah. Tak tanggung-tanggung, hingga akhir 2023, pihak Kanwil berhasil mengharmonisasi sebanyak 468 Raperda dan Raperkada.

Capaian ini bukan sekadar angka statistik, melainkan bukti nyata bahwa birokrasi hukum bisa bekerja cepat, tepat, dan berpihak pada keadilan substantif.

Kepala Kanwil Kemenkumham DIY, Agung Rektono Seto,menegaskan bahwa kehadiran para perancang peraturan perundang-undangan dari Kanwil bukan sebatas formalitas belaka.

Mereka turun langsung sejak tahap perencanaan, menyusup ke jantung pembahasan bersama eksekutif dan legislatif di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.

“Kami tak hanya duduk di balik meja. Kami hadir di lapangan, terlibat aktif, dan menjaga agar setiap Raperda tidak sekadar sah secara hukum, tapi juga adil secara substansi dan selaras dengan aspirasi masyarakat,” tegas Agung pada Kamis, 26 Juni 2025.

Harmonisasi Berkelanjutan hingga 2024

Tidak berhenti di tahun 2023, Kanwil terus melaju dengan kinerja tanpa kompromi. Hingga pertengahan 2024 saja, sebanyak 423 Raperda dan Raperkada kembali berhasil diharmonisasi—dengan tingkat penyelesaian mencapai 100% dari seluruh permohonan yang masuk.

Baca juga  Yogyakarta Percepat Transformasi Digital: Pajak dan Retribusi Daerah Kini Bisa Dibayar lewat QRIS

Angka ini menunjukkan konsistensi dan militansi Kanwil dalam menjaga integritas norma hukum di daerah.

Sinergi kuat antara Kanwil dan Pemerintah Daerah menjadi kunci keberhasilan ini. Agung memaparkan bahwa kolaborasi erat antara perancang peraturan Kanwil dengan tim penyusun dari OPD dan legislatif mendorong efisiensi luar biasa dalam setiap proses harmonisasi.

MONDAY: Digitalisasi Layanan Harmonisasi

Tak hanya mengandalkan kerja manual, Kanwil juga memanfaatkan kekuatan teknologi informasi sebagai mesin pendorong revolusi layanan hukum. Mereka menghadirkan MONDAY (Monitoring Harmonisasi Peraturan Daerah Yogyakarta)—sebuah platform digital yang mampu memantau proses harmonisasi secara real-time, lintas instansi, dan terarsipkan secara sistematis.

Melalui MONDAY, Kanwil mengubah wajah birokrasi hukum yang selama ini dikenal lamban dan ruwet menjadi cepat, transparan, dan akuntabel.

Sistem ini memungkinkan pengajuan, revisi, hingga validasi rancangan peraturan dilakukan secara lebih efisien, sekaligus terdokumentasi secara menyeluruh.

“MONDAY bukan sekadar aplikasi. Ini adalah simbol dari transformasi digital yang kami dorong untuk mempercepat proses, memperkecil celah miskomunikasi, dan memperbesar akuntabilitas,” ujar Agung bangga.

Baca juga  Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri Raih Prestasi Tertinggi di Jawa Timur

Agung menegaskan bahwa tujuan utama dari harmonisasi bukan hanya soal kepatuhan formal terhadap hukum, tapi juga tentang kewajiban moral.

Ia memastikan setiap regulasi daerah yang lahir tidak bertentangan dengan aturan lebih tinggi, tidak menciptakan konflik norma, dan mampu diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat.

“Kalau kita tidak harmonisasi dengan tepat, kita bisa menciptakan tumpang tindih hukum yang membingungkan masyarakat. Harmonisasi adalah benteng terakhir perlindungan hukum dan jaminan kepastian bagi rakyat,” tambahnya.

Menghadapi masa depan, Kanwil Kemenkumham DIY berkomitmen memperkuat posisi strategisnya. Mereka menyiapkan diri menjadi aktor utama dalam mewujudkan peraturan daerah yang adaptif, partisipatif, dan pro-rakyat.

Prinsip responsif terhadap dinamika sosial, inklusif dalam perumusan, dan progresif dalam substansi terus mereka pegang teguh.

Kanwil juga menyatakan siap memperluas kolaborasi lintas sektor dengan Pemerintah Daerah demi menghasilkan produk hukum yang bukan hanya legal secara tekstual, tetapi juga hidup dalam konteks sosial masyarakat.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid