Kejati D.I. Yogyakarta Peringati Hari Anti Korupsi Sedunia 2025, Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi 

Bagikan :
Hari Anti Korupsi Sedunia 2025/Foto: Kejati DIY

KabarJawa.com – Kejaksaan Tinggi D.I. Yogyakarta menggelar upacara peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2025 dengan penuh khidmat dan semangat perubahan.

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati D.I. Yogyakarta, Dodik Hermawan, S.H., M.H., bertindak langsung sebagai inspektur upacara di halaman kantor Kejati D.I. Yogyakarta dan diikuti oleh seluruh pegawai.

Dengan tema nasional Berantas Korupsi untuk Kemakmuran Rakyat, upacara ini mencerminkan tekad kuat institusi Adhyaksa untuk terus memerangi korupsi yang merusak sendi kehidupan bangsa.

Seruan Tegas di Hari Anti Korupsi Sedunia 2025

Dalam amanatnya, Dodik Hermawan menyampaikan pesan langsung dari Jaksa Agung Republik Indonesia.

Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia harus menjadi momentum refleksi nasional.

Lalu, ia mengatakan bahwa korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan ancaman nyata terhadap kemanusiaan, pembangunan, dan masa depan generasi penerus.

Ia menekankan bahwa bangsa Indonesia harus memandang pemberantasan korupsi sebagai langkah fundamental untuk memulihkan hak-hak masyarakat, membangun kepercayaan publik, serta memastikan setiap kebijakan pembangunan benar-benar memberikan kemakmuran yang berkeadilan bagi seluruh rakyat.

Baca juga  PAD DIY Naik Tipis, tapi Pendapatan Daerah Turun, Sri Sultan Dorong Efisiensi dan Tetap Jalankan Program Prioritas

Kejaksaan Dituntut Berintegritas dan Berpihak kepada Kepentingan Rakyat

Dalam sambutannya, Asisten Tindak Pidana Khusus menegaskan bahwa Kejaksaan Republik Indonesia memegang peran vital sebagai garda terdepan penegakan hukum.

Ia menekankan bahwa Kejaksaan harus menunjukkan keberpihakan yang jelas terhadap kepentingan masyarakat melalui tindakan hukum yang profesional, berintegritas, dan berkeadilan.

Ia juga menyoroti pentingnya penegakan hukum terhadap komoditas vital dan kejahatan korporasi, mengingat dampaknya yang langsung menyentuh urat nadi perekonomian nasional.

Menurutnya, strategi pemberantasan korupsi harus menyeluruh dan tidak hanya berhenti pada penindakan, tetapi juga mencakup pemulihan aset negara, perbaikan tata kelola, serta penguatan fondasi ekonomi.

Dodik Hermawan menegaskan bahwa Kejaksaan harus terus bertransformasi dalam aspek sumber daya manusia dan kelembagaan.

Korupsi modern, yang bersifat multidimensional dan semakin canggih, membutuhkan pendekatan progresif yang melibatkan berbagai disiplin ilmu.

“penindakan harus menyasar tidak hanya pelaku tetapi juga memulihkan kedaulatan ekonomi dan aset negara,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Asisten Tindak Pidana Khusus menekankan tiga kewajiban strategis kejaksaan dalam menjaga kemandirian bangsa melalui penindakan korupsi yang tepat, cermat, dan strategis.

Baca juga  Serunya Foto-Foto di Spot Lampu Unik Taman Pelangi Monjali Jogja Malam Hari

Lalu, perbaikan tata kelola pasca-penindakan, agar perekonomian dapat berjalan sehat dan stabil.

“Dan Pemulihan kerugian negara, yang menjadi modal penting untuk melanjutkan pembangunan nasional,”tuturnya.

Ia menegaskan bahwa dengan kekayaan alam Indonesia yang melimpah, bangsa ini setidaknya harus mampu mencapai swasembada pangan, air, dan energi sebagai fondasi kemandirian ekonomi.

Kejaksaan, kata beliau, harus terus berperan dalam memastikan ketiga hal itu dapat tercapai melalui penegakan hukum yang efektif dan berorientasi pada hasil.

Dalam penutup amanatnya, Dodik Hermawan menegaskan bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya kewajiban hukum, tetapi tanggung jawab moral terhadap masa depan bangsa.

Ia mengajak seluruh insan Adhyaksa untuk memperkuat tekad, memperbarui semangat, dan meningkatkan kualitas kinerja demi Indonesia yang bersih dan berintegritas.

Ia menegaskan bahwa integritas dan profesionalisme harus berdiri sebagai pilar utama Kejaksaan dalam menegakkan hukum dan membangun kepercayaan masyarakat. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid