
KABARJAWA– Suasana pagi di jalur utama Jogja–Wonosari mendadak berubah mencekam pada Rabu (10/9/2025) sekitar pukul 06.30 WIB.
Seorang pengendara motor bersama anaknya terlibat kecelakaan tragis setelah sepeda motor lain terpeleset di tikungan tajam dan terlempar ke jalur berlawanan.
Kanit Lantas Polsek Patuk, Iptu Paryadi, mengungkapkan kronologi kejadian. Ia menyampaikan, sepeda motor Yamaha bernomor polisi AB 2963 GK milik Hendri Nur Arifin, warga Plosodoyong, Gedangsari, melaju dari arah Yogyakarta menuju Wonosari.
Saat melewati jalan menikung tajam di KM 25,5, motor tersebut tiba-tiba terpeleset. Kemudian, Hendri kehilangan kendali. Tubuh dan kendaraannya terhempas melewati marka jalan dan masuk ke jalur berlawanan.
Di waktu bersamaan, dari arah Wonosari menuju Yogyakarta, sepeda motor Honda Vario bernomor polisi AB 4083 DO yang dikendarai Dwi Sulistiyowati, ibu rumah tangga asal Plosodoyong, melaju bersama putrinya, Kumaira (12).
“Benturan begitu kuat, dua motor sama-sama hancur di bagian depan. Warga yang mendengar suara tabrakan langsung berhamburan keluar rumah untuk menolong korban,” ungkap Iptu Paryadi.
Tabrakan tersebut membuat Dwi Sulistiyowati mengalami memar di punggung serta lecet di kaki kanan. Sementara itu, Hendri Nur Arifin juga tak luput dari luka, dengan tangan kanan penuh lecet.
Sang anak, Kumaira, justru menderita luka lebih serius. Bibirnya bengkak, gigi atasnya patah, serta siku kanan lecet akibat menghantam aspal.
Warga sekitar, termasuk Samin Sugiarto (51) dan Paijan (48), yang menjadi saksi mata, langsung berlari menolong. Mereka sigap mengangkat para korban ke pinggir jalan. Korban mendapat perawatan di Klinik Prima Sehat Patuk dan Sambipitu.
“Semua korban masih dalam keadaan sadar. Tidak ada korban jiwa, tapi luka yang dialami cukup membuat warga panik karena melibatkan anak-anak,” jelas Paryadi.
Selanjutnya, motor Honda Vario mengalami lampu depan pecah, shock depan bengkok, serta velg depan peyok. Sementara itu, Yamaha milik Hendri juga ringsek dengan lampu depan hancur.
Kanit Lantas Polsek Patuk, Iptu Paryadi, menegaskan pihaknya terus mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melintasi jalur rawan kecelakaan. Kasus ini membuktikan bahwa satu kelalaian bisa mengakibatkan banyak korban.
“Kami harap pengendara selalu menjaga kecepatan, tidak memaksakan diri, dan memperhatikan marka jalan. Tikungan Patuk bukan tempat untuk ugal-ugalan,” tegasnya. (ef linangkung)