
KABARJAWA – Gelombang demonstrasi yang terus merebak di berbagai daerah memunculkan kekhawatiran besar terhadap keselamatan generasi muda.
Di tengah meningkatnya eskalasi politik, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sleman mengambil langkah cepat dengan mengimbau seluruh sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta agar menerapkan pembelajaran dari rumah.
Imbauan ini bertujuan melindungi para pelajar dari potensi ancaman kerusuhan yang bisa saja meledak sewaktu-waktu.
Ketua PW Muhammadiyah Sleman, Achmad Muhamad, M.Ag., menegaskan bahwa lembaga pendidikan Muhammadiyah tidak boleh tinggal diam menghadapi situasi genting ini.
Ia menilai sekolah harus menjadi garda depan dalam menjaga keselamatan murid sekaligus menanamkan kesadaran moral agar tidak terjebak arus provokasi massa.
“ Kami ingin sekolah terus berjalan, tetapi dengan kewaspadaan penuh. Anak-anak harus belajar di rumah bila kondisi rawan, demi keselamatan mereka dan keberlangsungan pendidikan,” tegasnya.
Sekolah Diminta Jaga Murid dari Provokasi Massa
Muhammadiyah Sleman meminta setiap kepala sekolah untuk mengedukasi murid agar tidak mudah terprovokasi ajakan ikut aksi jalanan.
Demonstrasi yang kian panas dikhawatirkan bisa berujung pada tindakan anarkis yang membahayakan jiwa. Murid juga diimbau menjaga jarak dari titik-titik kumpul massa yang rawan ricuh.
Para orang tua pun diminta mengambil peran penting. Mereka harus memastikan keamanan dengan mengantar dan menjemput anak tepat waktu serta menghindari jalur-jalur yang berpotensi menjadi arena benturan.
“ Keluarga adalah benteng pertama keselamatan anak. Orang tua harus waspada penuh,” ujar Achmad.
Sekolah Muhammadiyah Terapkan Belajar Daring Terbimbing
PW Muhammadiyah Sleman memberikan opsi bagi sekolah atau madrasah yang berada di wilayah rawan kerusuhan. Mulai Senin, 1 September 2025, mereka dapat menerapkan Pembelajaran Daring Terbimbing.
Dalam skema ini, murid tetap belajar di rumah dengan pendampingan orang tua, sementara guru mengajar secara online dan melakukan pengawasan intensif.
Pihak sekolah juga diminta menugaskan pegawai piket untuk menjaga aset-aset sekolah dari kemungkinan perusakan.
“ Sekolah harus aman, murid harus terlindungi, dan proses belajar tidak boleh berhenti,” tegas Achmad.
Doa Bersama Demi Kondisi Bangsa yang Damai
Muhammadiyah Sleman menyerukan agar semua pihak tetap menjaga komunikasi yang positif dan menebarkan semangat persatuan. Mereka mengajak seluruh masyarakat berdoa agar kondisi bangsa tetap kondusif di tengah gelombang protes yang kian membara.
“ Kami berharap doa dan ikhtiar ini bisa menenangkan situasi. Pendidikan harus terus berlanjut, meski bangsa sedang diuji,” kata Achmad.