
KabarJawa.com – Stasiun Yogyakarta bersiap menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat pada masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Prediksi pertumbuhan penumpang yang cukup besar membuat seluruh unsur layanan di stasiun tersebut melakukan persiapan lebih awal, termasuk peningkatan personel, penataan alur, dan penguatan fasilitas pendukung.
Sebagai salah satu stasiun paling padat di wilayah Daop 6, langkah antisipatif ini diupayakan agar perjalanan pelanggan tetap aman dan nyaman selama periode liburan.
KAI Daop 6 Yogyakarta memprediksi volume keberangkatan penumpang Kereta Api Jarak Jauh naik hingga 15 persen. Pada tahun sebelumnya, Stasiun Yogyakarta memberangkatkan 209.286 penumpang.
Pada Nataru kali ini, angka tersebut diperkirakan meningkat menjadi 241.123 penumpang. Jumlah ini masih bersifat dinamis seiring berjalannya proses pemesanan tiket.
Untuk kedatangan, pertumbuhan diperkirakan mencapai 5 persen, dari 200.146 penumpang menjadi 210.154 penumpang.
“Jumlah tersebut juga masih dapat berubah seiring proses pemesanan tiket yang berjalan,” ujar Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih.
Pengaturan alur penumpang dilakukan lebih ketat dengan penempatan petugas di seluruh titik mobilitas, mulai dari pintu masuk, area drop zone, ruang tunggu, peron, hingga pintu keluar. Langkah ini bertujuan memastikan kelancaran mobilitas penumpang saat arus liburan mencapai puncaknya.
Untuk menjaga kualitas kebersihan, KAI Daop 6 menambah 11 petugas kebersihan dan keindahan (K2), sehingga totalnya menjadi 64 orang.
Penambahan juga dilakukan pada petugas cuci kereta sebanyak 18 personel, menjadikan total 69 orang yang bertugas memastikan kebersihan rangkaian kereta.
Layanan inklusif turut diperkuat. Sebanyak 20 unit kursi roda disediakan di titik strategis stasiun. Selain itu, 9 personel Customer Service Mobile (CSM) bersiaga untuk membantu penumpang mengakses informasi dan fasilitas.
Di sisi pengamanan, KAI Daop 6 menurunkan 67 personel keamanan. Koordinasi juga dilakukan dengan TNI dan Kepolisian. Sebanyak 90 CCTV dipasang di berbagai titik sebagai upaya pengawasan dan antisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.
Transportasi lanjutan di area pintu keluar stasiun ditata agar mobilitas tetap lancar, terutama bagi pengguna layanan transportasi online. Penataan ini diharapkan dapat mengurangi potensi penumpukan kendaraan saat jam sibuk liburan.
Integrasi Antarmoda dan Penguatan Konektivitas
Stasiun Yogyakarta memperkuat perannya sebagai simpul integrasi moda transportasi di wilayah Daop 6.
Selain layanan KA Jarak Jauh, konektivitas diperkuat melalui relasi KRL Yogyakarta–Palur dan KA Lokal Prambanan Ekspres Yogyakarta–Kutoarjo yang dioperasikan KAI Commuter.
Moda tersebut memudahkan perpindahan penumpang dari dan menuju berbagai wilayah di Yogyakarta dan sekitarnya.
Kehadiran Kereta Api Bandara yang menghubungkan Stasiun Yogyakarta dengan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) turut melengkapi integrasi.
Layanan yang dioperasikan KAI Bandara ini memberikan akses lebih cepat bagi masyarakat yang hendak menuju bandara maupun kembali ke pusat kota.
Integrasi moda yang semakin lengkap ini mendukung kemudahan mobilitas dan turut berkontribusi pada perkembangan sektor pariwisata di Yogyakarta. Penumpang dapat berpindah moda secara efisien tanpa perlu berganti lokasi transit.
Feni menegaskan bahwa seluruh unsur layanan di KAI Daop 6 bekerja untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan pelanggan selama masa liburan. Persiapan fasilitas, personel, serta koordinasi keamanan dilakukan untuk menjaga kelancaran operasional.
Dengan kesiapan tersebut, Stasiun Yogyakarta diharapkan mampu menjadi pusat mobilitas masyarakat pada puncak periode liburan Nataru 2025/2026, sekaligus mempertahankan reputasinya sebagai salah satu stasiun terbaik di Indonesia.