
KabarJawa.com– Yogyakarta kembali membuktikan diri sebagai kota yang aman, ramah, dan berbudaya pada malam pergantian tahun 2026.
Ribuan warga dan ratusan ribu wisatawan memenuhi ruang-ruang publik, namun situasi Daerah Istimewa Yogyakarta tetap terjaga aman, tertib, dan kondusif.
Kepolisian Daerah DIY mencatat keberhasilan tersebut sebagai hasil dari kepatuhan masyarakat, soliditas aparat, serta kolaborasi lintas sektor yang berjalan optimal.
Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono, S.I.K., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat dan wisatawan yang merayakan malam pergantian tahun secara bijak.
Kapolda menegaskan bahwa kesadaran kolektif masyarakat menjadi fondasi utama keberhasilan pengamanan tahun Baru 2026 di Yogyakarta.
Pemantauan Malam Pergantian Tahun 2026
Irjen Anggoro menyampaikan pernyataan tersebut saat melakukan pemantauan langsung di Pos Terpadu Teteg Malioboro, pusat keramaian malam tahun baru, bersama unsur Forkopimda DIY, Wali Kota Yogyakarta, serta instansi terkait.
Kehadiran pimpinan daerah dan aparat keamanan di tengah masyarakat mencerminkan keseriusan negara dalam menjamin rasa aman bagi seluruh warga.
“Kepatuhan masyarakat dalam menjaga ketertiban di ruang publik dan kesediaan mengikuti imbauan petugas di lapangan menjadi kunci utama suksesnya perayaan tahun baru kali ini. Saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi dan kerja sama seluruh pihak,” tegas Kapolda DIY.
Malioboro, sebagai ikon wisata Yogyakarta, menjadi saksi bagaimana ribuan orang berkumpul tanpa menimbulkan gangguan keamanan yang berarti.
Aparat keamanan mengatur arus lalu lintas, mengurai kepadatan, dan memastikan seluruh aktivitas masyarakat berjalan lancar hingga dini hari.
Irjen Anggoro juga memberikan apresiasi khusus kepada seluruh unsur Forkopimda DIY, TNI, instansi terkait, jaga warga, relawan, serta elemen masyarakat.
Kapolda menilai kolaborasi tersebut berhasil menciptakan rasa aman dan kenyamanan di tengah lonjakan aktivitas masyarakat dan wisatawan.
Kapolda menegaskan bahwa indikator keberhasilan Operasi Lilin 2025–2026 terukur juga dari stabilitas keamanan dan keselamatan masyarakat.
“Operasi Lilin tahun ini berhasil mengurai titik-titik kemacetan, menekan angka kecelakaan lalu lintas meskipun volume kendaraan meningkat, serta mencegah munculnya kriminalitas yang meresahkan. Semua ini terwujud berkat koordinasi dan kolaborasi yang sangat solid,” ujar Irjen Anggoro dengan nada optimistis.
Sementara itu, Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K. menjelaskan bahwa keterlibatan langsung Kapolda DIY di lapangan berfungsi sebagai quality control untuk memastikan seluruh personel bekerja sesuai prosedur dan standar pelayanan maksimal.
Kombes Ihsan menyebut kehadiran Kapolda memberikan motivasi besar bagi personel yang bertugas di lapangan.
Ia menegaskan bahwa pimpinan yang turun langsung mampu meningkatkan semangat kerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Bapak Kapolda DIY memantau langsung kawasan Malioboro didampingi Pejabat Utama Polda DIY. Kehadiran beliau memacu personel untuk bekerja lebih profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab,” ungkap Kombes Ihsan.
Pengamanan Perayaan
Polda DIY mengerahkan 3.813 personel untuk mengamankan 88 lokasi perayaan malam pergantian tahun, dengan estimasi massa mencapai 436.633 orang.
Aparat juga mengamankan 116 gereja yang melaksanakan misa malam Tahun Baru agar umat dapat beribadah dengan tenang dan khusyuk.
Selain mengandalkan kekuatan personel, Polda DIY juga memaksimalkan pemanfaatan teknologi.
Kepolisian mengoperasikan CCTV, drone, serta live streaming di titik-titik keramaian. Jadi, mereka bisa memantau situasi secara real time dan mengambil langkah cepat apabila muncul potensi gangguan.
“Kami memfokuskan kehadiran personel di lapangan dan mengombinasikannya dengan teknologi pemantauan, terutama di lokasi yang menjadi ikon perayaan malam tahun baru,” jelas Kombes Ihsan.
Berdasarkan laporan situasi dari seluruh Polres jajaran Polda DIY, seluruh rangkaian kegiatan masyarakat, termasuk perayaan malam tahun baru dan misa, berjalan aman, tertib, serta lancar.
Meski masyarakat merayakan malam pergantian tahun 2026 tanpa euforia berlebihan, Yogyakarta tetap menghadirkan suasana hangat dan penuh makna. (ef linangkung)